<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proses Vaksinasi Akan Berjalan Selama 9 Bulan</title><description>Proses vaksinasi bagi masyarakat Indonesia diproyeksi memakan waktu delapan hingga sembilan bulan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2319092/proses-vaksinasi-akan-berjalan-selama-9-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2319092/proses-vaksinasi-akan-berjalan-selama-9-bulan"/><item><title>Proses Vaksinasi Akan Berjalan Selama 9 Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2319092/proses-vaksinasi-akan-berjalan-selama-9-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2319092/proses-vaksinasi-akan-berjalan-selama-9-bulan</guid><pubDate>Senin 30 November 2020 20:43 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/30/320/2319092/proses-vaksinasi-akan-berjalan-selama-9-bulan-YdZMYluVtE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/30/320/2319092/proses-vaksinasi-akan-berjalan-selama-9-bulan-YdZMYluVtE.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Proses vaksinasi bagi masyarakat Indonesia diproyeksi memakan waktu delapan hingga sembilan bulan. Vaksinasi selama sembilan bulan bisa dilaksanakan dengan catatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggandeng sejumlah perseroan swasta dalam melaksanakan proses penyuntikan vaksin Covid-19.
Menteri BUMN Erick Thohir menghitung, bila vaksinasi hanya dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero) dan anggota holding BUMN Farmasi, maka  selama satu bulan penyuntikan vaksin hanya mencapai 2,3 juta orang dari total jumlah penduduk Indonesia. Itu karena adanya keterbatasan fasilitas kesehatan yang dimiliki negara.
Baca Juga:&amp;nbsp; Kabar Kemajuan Vaksin Covid-19, Investor Makin Nyaman
 
Sementara itu, jika pihak swasta ikut terlibat dalam penyuntikan vaksin, maka diprediksi bisa mencapai 13 juta orang per bulannya.
&amp;ldquo;Tapi kalau kita bersama swasta menjadi 13 juta, Insya Allah vaksinasi bisa berjalan 8 sampai 9 bulan. Ini contoh konkret kenapa kita tidak mau menjadi menara gading,&amp;rdquo; ujar Erick saat rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR, Senin (30/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xOC8xLzEyNDY5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tak hanya itu, dia mengutarakan, bila tanpa kontribusi swasta, maka BUMN tidak bisa melakukan tugasnya secara maksimal untuk menyuntik vaksin Covid-19 kepada 75 juta orang. Jika itu terjadi, maka yang rugi adalah masyarakat.
&amp;ldquo;Kita tidak mungkin melakukan vaksinasi karena ini ditugaskan negara BUMN saja. Akhirnya yang rugi masyarakat, kenapa? kalau penugasannya 75 juta (orang), kita bisa mengvaksin dengan foot print kita sebulan 2 juta, sampai kapan?,&amp;rdquo; kata dia.Sebelumnya, pemerintah mencatat vaksin Covid-19 akan didatangkan pada  akhir November atau Awal Desember 2020. Vaksin yang didatangkan  tersebut adalah vaksin yang sudah diproduksi dan masih berupa bahan  baku.
Erick Thohir menyebut, pemerintah optimis bahwa kedatangan vaksin  Covid-19 akan didatangkan pada tahun ini. Meski demikian, pemerintah  tidak serta merta langsung melakukan proses penyuntikan atau vaksinasi.
Vaksinasi dilakukan usai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)  mengeluarkan izin dan prosedurnya. Dengan kata lain, pemerintah  membutuhkan waktu satu bulan untuk memastikan keamanan vaksin dalam  prinsip kehati-hatian. Maka, vaksin diproyeksikan pemerintah akan  didistribusikan pada 2021 mendatang.</description><content:encoded>JAKARTA - Proses vaksinasi bagi masyarakat Indonesia diproyeksi memakan waktu delapan hingga sembilan bulan. Vaksinasi selama sembilan bulan bisa dilaksanakan dengan catatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggandeng sejumlah perseroan swasta dalam melaksanakan proses penyuntikan vaksin Covid-19.
Menteri BUMN Erick Thohir menghitung, bila vaksinasi hanya dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero) dan anggota holding BUMN Farmasi, maka  selama satu bulan penyuntikan vaksin hanya mencapai 2,3 juta orang dari total jumlah penduduk Indonesia. Itu karena adanya keterbatasan fasilitas kesehatan yang dimiliki negara.
Baca Juga:&amp;nbsp; Kabar Kemajuan Vaksin Covid-19, Investor Makin Nyaman
 
Sementara itu, jika pihak swasta ikut terlibat dalam penyuntikan vaksin, maka diprediksi bisa mencapai 13 juta orang per bulannya.
&amp;ldquo;Tapi kalau kita bersama swasta menjadi 13 juta, Insya Allah vaksinasi bisa berjalan 8 sampai 9 bulan. Ini contoh konkret kenapa kita tidak mau menjadi menara gading,&amp;rdquo; ujar Erick saat rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR, Senin (30/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xOC8xLzEyNDY5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tak hanya itu, dia mengutarakan, bila tanpa kontribusi swasta, maka BUMN tidak bisa melakukan tugasnya secara maksimal untuk menyuntik vaksin Covid-19 kepada 75 juta orang. Jika itu terjadi, maka yang rugi adalah masyarakat.
&amp;ldquo;Kita tidak mungkin melakukan vaksinasi karena ini ditugaskan negara BUMN saja. Akhirnya yang rugi masyarakat, kenapa? kalau penugasannya 75 juta (orang), kita bisa mengvaksin dengan foot print kita sebulan 2 juta, sampai kapan?,&amp;rdquo; kata dia.Sebelumnya, pemerintah mencatat vaksin Covid-19 akan didatangkan pada  akhir November atau Awal Desember 2020. Vaksin yang didatangkan  tersebut adalah vaksin yang sudah diproduksi dan masih berupa bahan  baku.
Erick Thohir menyebut, pemerintah optimis bahwa kedatangan vaksin  Covid-19 akan didatangkan pada tahun ini. Meski demikian, pemerintah  tidak serta merta langsung melakukan proses penyuntikan atau vaksinasi.
Vaksinasi dilakukan usai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)  mengeluarkan izin dan prosedurnya. Dengan kata lain, pemerintah  membutuhkan waktu satu bulan untuk memastikan keamanan vaksin dalam  prinsip kehati-hatian. Maka, vaksin diproyeksikan pemerintah akan  didistribusikan pada 2021 mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
