<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Naik, Menko Luhut Minta Stop Acara Kumpul-Kumpul</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar tidak ada lagi yang mengizinkan masyarakat untuk berkumpul dalam jumlah besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2319125/kasus-covid-19-naik-menko-luhut-minta-stop-acara-kumpul-kumpul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2319125/kasus-covid-19-naik-menko-luhut-minta-stop-acara-kumpul-kumpul"/><item><title>Kasus Covid-19 Naik, Menko Luhut Minta Stop Acara Kumpul-Kumpul</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2319125/kasus-covid-19-naik-menko-luhut-minta-stop-acara-kumpul-kumpul</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/320/2319125/kasus-covid-19-naik-menko-luhut-minta-stop-acara-kumpul-kumpul</guid><pubDate>Senin 30 November 2020 21:48 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/30/320/2319125/kasus-covid-19-naik-menko-luhut-minta-stop-acara-kumpul-kumpul-IycPnt6WjN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/30/320/2319125/kasus-covid-19-naik-menko-luhut-minta-stop-acara-kumpul-kumpul-IycPnt6WjN.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar tidak ada lagi yang mengizinkan masyarakat untuk berkumpul dalam jumlah besar. Hal ini dikarenakan usai liburan panjang tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2020, angka terkonfirmasi positif Covid-19 di dua provinsi yakni DKI Jakarta dan Bali naik signifikan.
&quot;Saya ingin kita semua bersepakat jangan ada kerumunan lagi dengan alasan apapun untuk beberapa waktu ke depan,&quot; ujar dka kepada para kepala daerah, Pangdam, dan Kapolda di DKI Jakarta dan Bali pada Rakor, Senin (30/11/2020).
Baca Juga: Masalah Besar Covid-19 Adalah Kecepatan Penularannya
 
Tercatat meningkatnya kasus terkonfirmasi positif di DKI Jakarta pada periode 25-30 November 2020 sebanyak 8.598 kasus dari 5.168 kasus pada periode 28 Oktober - 3 November 2020. Sementara itu, di Bali kasus terkonfirmasi positif naik dari 386 kasus pada periode 28 Oktober-3 November 2020 menjadi 823 kasus pada 25-30 November 2020.
Lebih jauh, dalam rakor tersebut, Menko Luhut juga meminta agar Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan saling mengecek ketersediaan obat yang ada di daerah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8zMC8xLzEyNTMxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jangan sampai ada orang meninggal karena kelalaian kita untuk mengecek ketersediaan obat sehingga obat habis,&quot; ungkap dia.
Selain itu, dia juga meminta agar Kemenkes memastikan kapasitas ICU dan isolasi di RS mencukupi untuk perawatan pasien Covid-19. Kemudian, yang tidak kalah penting, khusus untuk wilayah Bali, Menko Luhut meminta agar pemerintah daerah menambah fasilitas isolasi terpusat terutama di Tabanan.&quot;Kalau di kabupaten, hotel tidak cukup  ya geserlah. Yang penting  pisahkan secepatnya dari keluarga yang masih sehat,&quot; tegas dia.
Dia mencontohkan wisma atlet di DKI Jakarta yang telah beroperasi dengan cukup baik. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Anies pun menyebutkan bahwa dua  minggu pasca libur panjang pada tanggal 28 Oktober hingga 1 November  terdapat kenaikan kasus positif terutama klaster keluarga.
&quot;Dan setelah kita lakukan pelacakan dan penelusuran mayoritas  Keluarga ini bepergian ke Bandung, Semarang, Lampung dan beberapa tempat  di Jawa Timur,&quot; kata dia.
Dengan munculnya klaster keluarga ini, dia berharap agar pemerintah  pusat meninjau ulang kebijakan libur bersama saat akhir tahun.
Namun demikian, sedikit berbeda dengan DKI Jakarta, jumlah kasus  terkonfirmasi positif di Provinsi Bali meningkat usai gelaran Pemilihan  Kepala Daerah (Pilkada).
&quot;Jadi di kami Pilkada penyumbang  kasus terkonfirmasi positif  terbesar. Dari KPPS banyak ditemukan kasus positif. Lalu kami lakukan  tracing lebih luas,&quot; tutur Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam  kesempatan yang sama.
Menutup rakor, Menko Luhut meminta kepada semua pihak yang berwenang  untuk turut mengevaluasi pelaksanaan Pilkada dan dampak libur panjang  pada akhir Oktober terhadap peningkatan kasus terkonfirmasi positif dan  angka kematian. Hasil tersebut menurutnya penting untuk menentukan  kebijakan libur panjang akhir tahun.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar tidak ada lagi yang mengizinkan masyarakat untuk berkumpul dalam jumlah besar. Hal ini dikarenakan usai liburan panjang tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2020, angka terkonfirmasi positif Covid-19 di dua provinsi yakni DKI Jakarta dan Bali naik signifikan.
&quot;Saya ingin kita semua bersepakat jangan ada kerumunan lagi dengan alasan apapun untuk beberapa waktu ke depan,&quot; ujar dka kepada para kepala daerah, Pangdam, dan Kapolda di DKI Jakarta dan Bali pada Rakor, Senin (30/11/2020).
Baca Juga: Masalah Besar Covid-19 Adalah Kecepatan Penularannya
 
Tercatat meningkatnya kasus terkonfirmasi positif di DKI Jakarta pada periode 25-30 November 2020 sebanyak 8.598 kasus dari 5.168 kasus pada periode 28 Oktober - 3 November 2020. Sementara itu, di Bali kasus terkonfirmasi positif naik dari 386 kasus pada periode 28 Oktober-3 November 2020 menjadi 823 kasus pada 25-30 November 2020.
Lebih jauh, dalam rakor tersebut, Menko Luhut juga meminta agar Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan saling mengecek ketersediaan obat yang ada di daerah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8zMC8xLzEyNTMxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jangan sampai ada orang meninggal karena kelalaian kita untuk mengecek ketersediaan obat sehingga obat habis,&quot; ungkap dia.
Selain itu, dia juga meminta agar Kemenkes memastikan kapasitas ICU dan isolasi di RS mencukupi untuk perawatan pasien Covid-19. Kemudian, yang tidak kalah penting, khusus untuk wilayah Bali, Menko Luhut meminta agar pemerintah daerah menambah fasilitas isolasi terpusat terutama di Tabanan.&quot;Kalau di kabupaten, hotel tidak cukup  ya geserlah. Yang penting  pisahkan secepatnya dari keluarga yang masih sehat,&quot; tegas dia.
Dia mencontohkan wisma atlet di DKI Jakarta yang telah beroperasi dengan cukup baik. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Anies pun menyebutkan bahwa dua  minggu pasca libur panjang pada tanggal 28 Oktober hingga 1 November  terdapat kenaikan kasus positif terutama klaster keluarga.
&quot;Dan setelah kita lakukan pelacakan dan penelusuran mayoritas  Keluarga ini bepergian ke Bandung, Semarang, Lampung dan beberapa tempat  di Jawa Timur,&quot; kata dia.
Dengan munculnya klaster keluarga ini, dia berharap agar pemerintah  pusat meninjau ulang kebijakan libur bersama saat akhir tahun.
Namun demikian, sedikit berbeda dengan DKI Jakarta, jumlah kasus  terkonfirmasi positif di Provinsi Bali meningkat usai gelaran Pemilihan  Kepala Daerah (Pilkada).
&quot;Jadi di kami Pilkada penyumbang  kasus terkonfirmasi positif  terbesar. Dari KPPS banyak ditemukan kasus positif. Lalu kami lakukan  tracing lebih luas,&quot; tutur Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam  kesempatan yang sama.
Menutup rakor, Menko Luhut meminta kepada semua pihak yang berwenang  untuk turut mengevaluasi pelaksanaan Pilkada dan dampak libur panjang  pada akhir Oktober terhadap peningkatan kasus terkonfirmasi positif dan  angka kematian. Hasil tersebut menurutnya penting untuk menentukan  kebijakan libur panjang akhir tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
