<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pefindo Beri Cap Stempel Negatif untuk Sektor Properti</title><description>PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan out look negatif pada sektor properti di tahun 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/470/2318814/pefindo-beri-cap-stempel-negatif-untuk-sektor-properti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/470/2318814/pefindo-beri-cap-stempel-negatif-untuk-sektor-properti"/><item><title>Pefindo Beri Cap Stempel Negatif untuk Sektor Properti</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/470/2318814/pefindo-beri-cap-stempel-negatif-untuk-sektor-properti</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/470/2318814/pefindo-beri-cap-stempel-negatif-untuk-sektor-properti</guid><pubDate>Senin 30 November 2020 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/30/470/2318814/pefindo-beri-cap-stempel-negatif-untuk-sektor-properti-ZQPK8kOGho.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/30/470/2318814/pefindo-beri-cap-stempel-negatif-untuk-sektor-properti-ZQPK8kOGho.jpg</image><title>Rumah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan out look negatif pada sektor properti di tahun 2021. Alasannya, dampak pandemi covid-19 akan masih terus berlanjut hingga tahun depan

&quot;Sebelum adanya pandemi sektor properti sudah mengalami tantangan, apalagi ditambah pandemi. Ini tentu akan mempengaruhi daya beli pada sektor ini&quot; kata Yogie Surya Perdana Analis PT  Pefindo dalam Market Review IDX Channel, Senin (30/11/2020)
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ada Bank Tanah, Biaya Bangun Rumah di Perkotaan Bisa Lebih Murah
Ia menjelaskan, saat terjadi pandemi kalangan menengah atas cenderung menahan diri untuk membeli sektor properti. Ia mengatakan kalangan yang memiliki uang lebih tersebut lebih memilih investasi di sektor lain yang lebih aman.

&quot;Kalangan menengah atas menahan diri mereka untuk berinvestasi di sektor properti,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sofyan Djalil Ungkap Penyebab Harga Properti di Tempat Wisata Mahal
Ia menambahkan, sektor properti diprediksi akan pulih lebih lama. Sebab pandemi belum bisa diperkirakan kapan akan berakhir.

&quot;Recovery mungkin lebih lama, karena kita gak tau pandemi sampai kapan. Namun, kunci untuk pengembangan supaya bertahan adalah bagaimana pengembang menyasar segmen yang tepat ditengah pandemi,&quot;  tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan out look negatif pada sektor properti di tahun 2021. Alasannya, dampak pandemi covid-19 akan masih terus berlanjut hingga tahun depan

&quot;Sebelum adanya pandemi sektor properti sudah mengalami tantangan, apalagi ditambah pandemi. Ini tentu akan mempengaruhi daya beli pada sektor ini&quot; kata Yogie Surya Perdana Analis PT  Pefindo dalam Market Review IDX Channel, Senin (30/11/2020)
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ada Bank Tanah, Biaya Bangun Rumah di Perkotaan Bisa Lebih Murah
Ia menjelaskan, saat terjadi pandemi kalangan menengah atas cenderung menahan diri untuk membeli sektor properti. Ia mengatakan kalangan yang memiliki uang lebih tersebut lebih memilih investasi di sektor lain yang lebih aman.

&quot;Kalangan menengah atas menahan diri mereka untuk berinvestasi di sektor properti,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sofyan Djalil Ungkap Penyebab Harga Properti di Tempat Wisata Mahal
Ia menambahkan, sektor properti diprediksi akan pulih lebih lama. Sebab pandemi belum bisa diperkirakan kapan akan berakhir.

&quot;Recovery mungkin lebih lama, karena kita gak tau pandemi sampai kapan. Namun, kunci untuk pengembangan supaya bertahan adalah bagaimana pengembang menyasar segmen yang tepat ditengah pandemi,&quot;  tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
