<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Cara Hindari Kejahatan Siber dalam Transaksi Keuangan Digital</title><description>Perkembangan transaksi digital kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena mudah, cepat dan praktis</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/622/2318615/7-cara-hindari-kejahatan-siber-dalam-transaksi-keuangan-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/622/2318615/7-cara-hindari-kejahatan-siber-dalam-transaksi-keuangan-digital"/><item><title>7 Cara Hindari Kejahatan Siber dalam Transaksi Keuangan Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/622/2318615/7-cara-hindari-kejahatan-siber-dalam-transaksi-keuangan-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/30/622/2318615/7-cara-hindari-kejahatan-siber-dalam-transaksi-keuangan-digital</guid><pubDate>Senin 30 November 2020 10:54 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/30/622/2318615/7-cara-hindari-kejahatan-siber-dalam-transaksi-keuangan-digital-LvruFi2AcE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Transaksi Digital. (Foto: Okezone.com/MNC Bank)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/30/622/2318615/7-cara-hindari-kejahatan-siber-dalam-transaksi-keuangan-digital-LvruFi2AcE.jpg</image><title>Tips Transaksi Digital. (Foto: Okezone.com/MNC Bank)</title></images><description>JAKARTA - Perkembangan transaksi digital kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena mudah, cepat dan praktis.
Namun, perkembangan digital memberi celah terhadap modus kejahatan baru di dunia maya seperti peretasan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kondisi Tak Menentu, Ini Keuntungan Pakai Jasa Perencana Keuangan
Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, ada 7 cara agar transaksi keuangan digital tetap aman. Langkah pertama, jangan  memberikan PIN/OTP kepada siapapun, termasuk oknum yang mengaku sebagai pegawai bank.
&quot;Ingat bahwa bank tidak pernah meminta PIN/OTP dari konsumen,&quot; kata Sekar di Jakarta, Senin (30/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Cara Menghitung Bunga Deposito Bank agar Tak Kaget Cek Rekening
Kata dia, langkah kedua mengganti PIN/password secara berkala agar terhindar dari peretasan. Ketiga, hindari  akses menggunakan wifi publik, gunakan jaringan internet yang aman ketika melakukan transaksi dan pastikan logout setelah bertransaksi.
Keempat, aktivikasi  notifikasi transaksi baik melalui SMS atau email. &quot;Kelima, selalu  pantau notifikasi yang muncul, jika ada yang mencurigakan hubungi bank,&quot; bebernya.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/BSpqLGVnR-M&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;Keenam, apabila mengganti/menjual ponsel atau komputer, pastikan jejak keuangan di perangkat yang lama sudah terhapus dengan benar. Serta langkah ketujuh, pastikan mengunduh aplikasi/mengakses internet banking pada situs bank yang resmi.
&quot;Jika tiba-tiba tidak bisa menggunakan ponsel, segera laporkan ke penerbit kartu seluler untuk menghindari cloning sim card,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perkembangan transaksi digital kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena mudah, cepat dan praktis.
Namun, perkembangan digital memberi celah terhadap modus kejahatan baru di dunia maya seperti peretasan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kondisi Tak Menentu, Ini Keuntungan Pakai Jasa Perencana Keuangan
Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, ada 7 cara agar transaksi keuangan digital tetap aman. Langkah pertama, jangan  memberikan PIN/OTP kepada siapapun, termasuk oknum yang mengaku sebagai pegawai bank.
&quot;Ingat bahwa bank tidak pernah meminta PIN/OTP dari konsumen,&quot; kata Sekar di Jakarta, Senin (30/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Cara Menghitung Bunga Deposito Bank agar Tak Kaget Cek Rekening
Kata dia, langkah kedua mengganti PIN/password secara berkala agar terhindar dari peretasan. Ketiga, hindari  akses menggunakan wifi publik, gunakan jaringan internet yang aman ketika melakukan transaksi dan pastikan logout setelah bertransaksi.
Keempat, aktivikasi  notifikasi transaksi baik melalui SMS atau email. &quot;Kelima, selalu  pantau notifikasi yang muncul, jika ada yang mencurigakan hubungi bank,&quot; bebernya.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/BSpqLGVnR-M&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;Keenam, apabila mengganti/menjual ponsel atau komputer, pastikan jejak keuangan di perangkat yang lama sudah terhapus dengan benar. Serta langkah ketujuh, pastikan mengunduh aplikasi/mengakses internet banking pada situs bank yang resmi.
&quot;Jika tiba-tiba tidak bisa menggunakan ponsel, segera laporkan ke penerbit kartu seluler untuk menghindari cloning sim card,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
