<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Jatuh Kena Aksi Ambil Untung </title><description>Saham-saham di Wall Street tergelincir pada akhir perdagangan Senin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319228/wall-street-jatuh-kena-aksi-ambil-untung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319228/wall-street-jatuh-kena-aksi-ambil-untung"/><item><title>Wall Street Jatuh Kena Aksi Ambil Untung </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319228/wall-street-jatuh-kena-aksi-ambil-untung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319228/wall-street-jatuh-kena-aksi-ambil-untung</guid><pubDate>Selasa 01 Desember 2020 08:10 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/01/278/2319228/wall-street-jatuh-kena-aksi-ambil-untung-5fxMdAZ322.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/01/278/2319228/wall-street-jatuh-kena-aksi-ambil-untung-5fxMdAZ322.jpg</image><title>Wall Street (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Saham-saham di Wall Street tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Hal ini dikarenakan para investor merealisasikan keuntungan merekan dari kenaikan dalam beberapa hari terakhir, saat negara itu bergulat dengan infeksi COVID-19 yang melonjak.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 271,73 poin atau 0,91% menjadi ditutup pada 29.638,64 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 berkurang 16,72 poin atau 0,46%, menjadi berakhir di 3.621,63 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 7,11 poin atau 0,06% lebih rendah, menjadi 12.198,74 poin.

Untuk November, S&amp;amp;P 500 melonjak 10,8%, Dow bertambah 11,9 persen dan Nasdaq terangkat 11,8%. Itu adalah kenaikan bulanan terbesar untuk S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq sejak April.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Menguat Berkat Saham Amazon hingga Facebook
Sementara itu, indeks Russell 2000 dari perusahaan-perusahaan berkapitalisasi kecil melonjak 18,3% pada November, kinerja bulanan terkuat yang pernah ada.

Sembilan dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 mundur, dengan sektor energi ditutup anjlok 5,37%, memimpin kerugian, menyusul penurunan harga minyak. Sektor teknologi menguat 0,66%, menjadi kelompok dengan kinerja terbaik.

Penyeimbangan kembali portofolio akhir bulan memberikan kontribusio terhadap pelemahan Senin (30/11/2020), kata para analis, ketika investor menguangkan keuntungan setelah bulan yang kuat ditandai oleh pembaruan vaksin COVID-19 yang membuat kemajuan dan harapan pemulihan ekonomi yang cepat tahun depan.
Rotasi ke sektor energi, industri dan keuangan, semua diperkirakan  oleh banyak investor ke kinerja terbaik saat ekonomi pulih dari  penurunannya, mendorong kenaikan hampir 11 persen untuk S&amp;amp;P 500 pada  November dan membantu Dow Jones Industrial Average membuat keuntungan  bulanan terbesar sejak 1987.

&quot;Saya akan mengaitkan (penurunan Senin) dengan meningkatnya  kekhawatiran atas virus corona, dikombinasikan dengan pasar yang hanya  ingin mencerna beberapa keuntungan baru-baru ini selama sebulan  terakhir,&quot; kata Kepala Strategi Investasi CFRA Sam Stovall seperti dilansir Antara, Jakarta, Selasa (1/12/2020).

&quot;Saat Anda berlari dan kehabisan napas, Anda harus memperlambat kecepatan untuk mengatur napas.&quot;

Setelah ledakan infeksi dan pembatasan bisnis bulan ini yang  menghentikan pemulihan pasar tenaga kerja AS, fokus telah bergeser ke  pidato Ketua Fed Jerome Powell pada Selasa waktu setempat di hadapan  Komite Perbankan Senat, Beige Book Fed pada Rabu (2/12/2020) dan laporan  pekerjaan bulanan pada Jumat (4/12/2020).

Menteri Kesehatan AS Alex Azar mengatakan pada Senin (30/11/2020)  bahwa dua vaksin pertama terhadap virus corona baru dapat tersedia untuk  warga Amerika sebelum Natal.

Saham Moderna Inc melonjak 20% setelah mengumumkan rencana untuk mengajukan izin darurat AS dan Eropa untuk vaksin COVID-19-nya.</description><content:encoded>JAKARTA - Saham-saham di Wall Street tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Hal ini dikarenakan para investor merealisasikan keuntungan merekan dari kenaikan dalam beberapa hari terakhir, saat negara itu bergulat dengan infeksi COVID-19 yang melonjak.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 271,73 poin atau 0,91% menjadi ditutup pada 29.638,64 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 berkurang 16,72 poin atau 0,46%, menjadi berakhir di 3.621,63 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 7,11 poin atau 0,06% lebih rendah, menjadi 12.198,74 poin.

Untuk November, S&amp;amp;P 500 melonjak 10,8%, Dow bertambah 11,9 persen dan Nasdaq terangkat 11,8%. Itu adalah kenaikan bulanan terbesar untuk S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq sejak April.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Menguat Berkat Saham Amazon hingga Facebook
Sementara itu, indeks Russell 2000 dari perusahaan-perusahaan berkapitalisasi kecil melonjak 18,3% pada November, kinerja bulanan terkuat yang pernah ada.

Sembilan dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 mundur, dengan sektor energi ditutup anjlok 5,37%, memimpin kerugian, menyusul penurunan harga minyak. Sektor teknologi menguat 0,66%, menjadi kelompok dengan kinerja terbaik.

Penyeimbangan kembali portofolio akhir bulan memberikan kontribusio terhadap pelemahan Senin (30/11/2020), kata para analis, ketika investor menguangkan keuntungan setelah bulan yang kuat ditandai oleh pembaruan vaksin COVID-19 yang membuat kemajuan dan harapan pemulihan ekonomi yang cepat tahun depan.
Rotasi ke sektor energi, industri dan keuangan, semua diperkirakan  oleh banyak investor ke kinerja terbaik saat ekonomi pulih dari  penurunannya, mendorong kenaikan hampir 11 persen untuk S&amp;amp;P 500 pada  November dan membantu Dow Jones Industrial Average membuat keuntungan  bulanan terbesar sejak 1987.

&quot;Saya akan mengaitkan (penurunan Senin) dengan meningkatnya  kekhawatiran atas virus corona, dikombinasikan dengan pasar yang hanya  ingin mencerna beberapa keuntungan baru-baru ini selama sebulan  terakhir,&quot; kata Kepala Strategi Investasi CFRA Sam Stovall seperti dilansir Antara, Jakarta, Selasa (1/12/2020).

&quot;Saat Anda berlari dan kehabisan napas, Anda harus memperlambat kecepatan untuk mengatur napas.&quot;

Setelah ledakan infeksi dan pembatasan bisnis bulan ini yang  menghentikan pemulihan pasar tenaga kerja AS, fokus telah bergeser ke  pidato Ketua Fed Jerome Powell pada Selasa waktu setempat di hadapan  Komite Perbankan Senat, Beige Book Fed pada Rabu (2/12/2020) dan laporan  pekerjaan bulanan pada Jumat (4/12/2020).

Menteri Kesehatan AS Alex Azar mengatakan pada Senin (30/11/2020)  bahwa dua vaksin pertama terhadap virus corona baru dapat tersedia untuk  warga Amerika sebelum Natal.

Saham Moderna Inc melonjak 20% setelah mengumumkan rencana untuk mengajukan izin darurat AS dan Eropa untuk vaksin COVID-19-nya.</content:encoded></item></channel></rss>
