<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasar Modal Indonesia Sembuh dari Covid-19, Ini Buktinya</title><description>Pasar modal Indonesia mulai mengalami perbaikan setelah sempat tertekan selama pandemi covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319457/pasar-modal-indonesia-sembuh-dari-covid-19-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319457/pasar-modal-indonesia-sembuh-dari-covid-19-ini-buktinya"/><item><title>Pasar Modal Indonesia Sembuh dari Covid-19, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319457/pasar-modal-indonesia-sembuh-dari-covid-19-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319457/pasar-modal-indonesia-sembuh-dari-covid-19-ini-buktinya</guid><pubDate>Selasa 01 Desember 2020 13:34 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/01/278/2319457/pasar-modal-indonesia-sembuh-dari-covid-19-ini-buktinya-Ngmqnvc1Tc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/01/278/2319457/pasar-modal-indonesia-sembuh-dari-covid-19-ini-buktinya-Ngmqnvc1Tc.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pasar modal Indonesia mulai mengalami perbaikan setelah sempat tertekan selama pandemi covid-19. Perbaikan kinerja pasar modal Indonesia tercermin dari beberapa segmen yang didata oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Posisi Indonesia Sangat Strategis di Perekonomian Syariah Global
 
Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A OJK, Luthfy Zain Fuady mengatakan, perkembangan pertama dilihat dari nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana yang meningkat 2,93% per 27 November 2020 dibandingkan dengan akhir tahun 2019, begitu juga jumlah reksa dana yang mengalami peningkatan.
&quot;Untuk NAB reksa dana, alhamdulillah kalau dibanding akhir tahun lalu sampai hari ini masih mencatat kenaikan 2,93% untuk NAB reksa dana, dari Rp542 triliun di akhir tahun lalu, sekarang di Rp558 triliun di 27 November. Jumlah reksa dana pun mengalami peningkatan 1,65% dari 2.181 menjadi 2.217 per 27 November,&quot; ujar Luthfy dalam Media Gathering 2020, Selasa (1/12/2020).
Baca Juga: Bos BEI Sebut Jumlah Transaksi dan Investor Syariah Naik Tinggi
 
Kemudian, dilihat dari segmen emisi efek emiten, meskipun tahun ini cukup berat, tetapi pasar modal masih mencatat adanya 154 emisi, baik perusahaan yang menawarkan efeknya di pasar modal, ekuitas dan surat utang dengan total Rp103,3 triliun.
&quot;Ada yang IPO, right issue ada yang penawaran umum EBUS, ada juga PUB penawaran umum berkelanjutan,&quot; katanya.Selain itu, Luthfy menyebut ada  kenaikan signifikan pada single  investor identification (SID), di mana jumlah investor baru yang punya  SID naik menjadi 3,53 juta SID jika dibandingkan tahun lalu sebanyak  2,48 juta SID. Bahkan, yang menggembirakan dari sisi profil umur  investor 48,29% para pemegang SID adalah di bawah 30 tahun.
Ini hal yang cukup menggembirakan artinya di kalangan milenial sudah  banyak tertarik berinvestasi di pasar modal, mungkin dari sisi aset  tidak terlalu besar tapi pelan-pelan kita juga yakin suatu saat mereka  akan menjadi investor dengan total aset yang besar,&quot; ucapnya.
Meskipun mayoritas mengalami kenaikan, terdapat adanya penurunan pada  jumlah emiten baru di tahun ini, di mana jika dibandingkan pertumbuhan  tahun lalu sebanyak 60 emiten baru dan tahun ini sampai November 2020  masih terdapat 45 emiten.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pasar modal Indonesia mulai mengalami perbaikan setelah sempat tertekan selama pandemi covid-19. Perbaikan kinerja pasar modal Indonesia tercermin dari beberapa segmen yang didata oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Posisi Indonesia Sangat Strategis di Perekonomian Syariah Global
 
Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A OJK, Luthfy Zain Fuady mengatakan, perkembangan pertama dilihat dari nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana yang meningkat 2,93% per 27 November 2020 dibandingkan dengan akhir tahun 2019, begitu juga jumlah reksa dana yang mengalami peningkatan.
&quot;Untuk NAB reksa dana, alhamdulillah kalau dibanding akhir tahun lalu sampai hari ini masih mencatat kenaikan 2,93% untuk NAB reksa dana, dari Rp542 triliun di akhir tahun lalu, sekarang di Rp558 triliun di 27 November. Jumlah reksa dana pun mengalami peningkatan 1,65% dari 2.181 menjadi 2.217 per 27 November,&quot; ujar Luthfy dalam Media Gathering 2020, Selasa (1/12/2020).
Baca Juga: Bos BEI Sebut Jumlah Transaksi dan Investor Syariah Naik Tinggi
 
Kemudian, dilihat dari segmen emisi efek emiten, meskipun tahun ini cukup berat, tetapi pasar modal masih mencatat adanya 154 emisi, baik perusahaan yang menawarkan efeknya di pasar modal, ekuitas dan surat utang dengan total Rp103,3 triliun.
&quot;Ada yang IPO, right issue ada yang penawaran umum EBUS, ada juga PUB penawaran umum berkelanjutan,&quot; katanya.Selain itu, Luthfy menyebut ada  kenaikan signifikan pada single  investor identification (SID), di mana jumlah investor baru yang punya  SID naik menjadi 3,53 juta SID jika dibandingkan tahun lalu sebanyak  2,48 juta SID. Bahkan, yang menggembirakan dari sisi profil umur  investor 48,29% para pemegang SID adalah di bawah 30 tahun.
Ini hal yang cukup menggembirakan artinya di kalangan milenial sudah  banyak tertarik berinvestasi di pasar modal, mungkin dari sisi aset  tidak terlalu besar tapi pelan-pelan kita juga yakin suatu saat mereka  akan menjadi investor dengan total aset yang besar,&quot; ucapnya.
Meskipun mayoritas mengalami kenaikan, terdapat adanya penurunan pada  jumlah emiten baru di tahun ini, di mana jika dibandingkan pertumbuhan  tahun lalu sebanyak 60 emiten baru dan tahun ini sampai November 2020  masih terdapat 45 emiten.</content:encoded></item></channel></rss>
