<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Kenapa Investor Bisa Optimistis?</title><description>Kasus positif Covid-19 baru-baru ini menginjak level tertingginya di angka 6.000.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319500/kasus-positif-covid-19-terus-naik-kenapa-investor-bisa-optimistis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319500/kasus-positif-covid-19-terus-naik-kenapa-investor-bisa-optimistis"/><item><title>Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Kenapa Investor Bisa Optimistis?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319500/kasus-positif-covid-19-terus-naik-kenapa-investor-bisa-optimistis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319500/kasus-positif-covid-19-terus-naik-kenapa-investor-bisa-optimistis</guid><pubDate>Selasa 01 Desember 2020 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/01/278/2319500/kasus-positif-covid-19-terus-naik-kenapa-investor-bisa-optimistis-4KYvfwH5Tv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/01/278/2319500/kasus-positif-covid-19-terus-naik-kenapa-investor-bisa-optimistis-4KYvfwH5Tv.jpg</image><title>saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kasus positif Covid-19 baru-baru ini menginjak level tertingginya di angka 6.000. Kendati demikian, masih ada optimisme yang muncul dari para investor baik lokal dan asing.

CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya mengatakan bahwa optimisme ini diwarnai oleh beberapa faktor.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Kembali Menguat, Investor Optimistis ke Aset Berisiko
&quot;Pertama, sesuai pernyataan dari Gubernur Bank Indonesia (BI), diprediksi kuartal IV akan membaik pertumbuhan GDP-nya,&quot; ujar Bernadus dalam IDX Market Review di Jakarta, Selasa(1/12/2020).

Dia menyebutkan, memang ekonomi Indonesia sempat terpuruk, terutama di kuartal II. Selain pertumbuhan negatif, IHSG juga sempat terkoreksi dalam pada level 3900 di bulan Maret.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Anjlok Nyaris 3% Dinilai Koreksi Sehat
&quot;Sekarang IHSG terbukti mulai tumbuh dan stabil di level 5700 setelah sebelumnya dibuka di 6000 pada awal tahun, saya harap para investor jangan terlambat berinvestasi,&quot; ungkap Bernadus.

Indonesia juga menunjukkan stabilitas performa IHSG di periode tahun 2009-2019, dimana IHSG tumbuh 150% meski sempat ada krisis keuangan di tahun 2008. Peran BI dalam menurunkan suku bunga acuan di angka 3,75% juga menambah optimisme para investor.

&quot;Sekarang, ekonomi kita berangsur positif sejak kuartal III, ditambah dengan adanya sentimen lain seperti Omnibus Law. Ini membuat investor asing yang biasanya memilih Vietnam, untuk kemudian melirik kita,&quot; tambahnya.Dia mengatakan, sentimen positif ini juga muncul karena terpilihnya  Joe Biden dari Partai Demokrat menggantikan Donald Trump sebagai  Presiden Amerika Serikat yang baru.

&quot;Partai Demokrat lebih ramah ke negara berkembang. Karena dia akan  menaikkan corporate tax di negara sananya, sehingga dana perusahaan  tentu lari ke emerging market,&quot; ucap Bernadus.

Selain itu, dibatalkannya IPO Ant Financial juga ternyata menguatkan  pasar saham Indonesia. Dikhawatirkan, jika IPO ini jadi, maka tentunya  dana lokal akan terserap ke China karena besarnya market.

&quot;IPO Ant Financial kalau jadi, justru akan menyerap dana lokal. Jadi  dibatalkannya IPO ini tentunya adalah sentimen yang bagus untuk kita,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kasus positif Covid-19 baru-baru ini menginjak level tertingginya di angka 6.000. Kendati demikian, masih ada optimisme yang muncul dari para investor baik lokal dan asing.

CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya mengatakan bahwa optimisme ini diwarnai oleh beberapa faktor.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Kembali Menguat, Investor Optimistis ke Aset Berisiko
&quot;Pertama, sesuai pernyataan dari Gubernur Bank Indonesia (BI), diprediksi kuartal IV akan membaik pertumbuhan GDP-nya,&quot; ujar Bernadus dalam IDX Market Review di Jakarta, Selasa(1/12/2020).

Dia menyebutkan, memang ekonomi Indonesia sempat terpuruk, terutama di kuartal II. Selain pertumbuhan negatif, IHSG juga sempat terkoreksi dalam pada level 3900 di bulan Maret.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Anjlok Nyaris 3% Dinilai Koreksi Sehat
&quot;Sekarang IHSG terbukti mulai tumbuh dan stabil di level 5700 setelah sebelumnya dibuka di 6000 pada awal tahun, saya harap para investor jangan terlambat berinvestasi,&quot; ungkap Bernadus.

Indonesia juga menunjukkan stabilitas performa IHSG di periode tahun 2009-2019, dimana IHSG tumbuh 150% meski sempat ada krisis keuangan di tahun 2008. Peran BI dalam menurunkan suku bunga acuan di angka 3,75% juga menambah optimisme para investor.

&quot;Sekarang, ekonomi kita berangsur positif sejak kuartal III, ditambah dengan adanya sentimen lain seperti Omnibus Law. Ini membuat investor asing yang biasanya memilih Vietnam, untuk kemudian melirik kita,&quot; tambahnya.Dia mengatakan, sentimen positif ini juga muncul karena terpilihnya  Joe Biden dari Partai Demokrat menggantikan Donald Trump sebagai  Presiden Amerika Serikat yang baru.

&quot;Partai Demokrat lebih ramah ke negara berkembang. Karena dia akan  menaikkan corporate tax di negara sananya, sehingga dana perusahaan  tentu lari ke emerging market,&quot; ucap Bernadus.

Selain itu, dibatalkannya IPO Ant Financial juga ternyata menguatkan  pasar saham Indonesia. Dikhawatirkan, jika IPO ini jadi, maka tentunya  dana lokal akan terserap ke China karena besarnya market.

&quot;IPO Ant Financial kalau jadi, justru akan menyerap dana lokal. Jadi  dibatalkannya IPO ini tentunya adalah sentimen yang bagus untuk kita,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
