<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Rekomendasi Saham Jangka Pendek di Desember</title><description>Pasar saham di bulan Desember akan rawan diwarnai aksi profit-taking oleh para investor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319512/ini-rekomendasi-saham-jangka-pendek-di-desember</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319512/ini-rekomendasi-saham-jangka-pendek-di-desember"/><item><title>Ini Rekomendasi Saham Jangka Pendek di Desember</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319512/ini-rekomendasi-saham-jangka-pendek-di-desember</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/01/278/2319512/ini-rekomendasi-saham-jangka-pendek-di-desember</guid><pubDate>Selasa 01 Desember 2020 14:25 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/01/278/2319512/ini-rekomendasi-saham-jangka-pendek-di-desember-Yhe04yQiJc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/01/278/2319512/ini-rekomendasi-saham-jangka-pendek-di-desember-Yhe04yQiJc.jpg</image><title>saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya mengatakan bahwa pasar saham di bulan Desember akan rawan diwarnai aksi profit-taking oleh para investor. Hal ini disebabkan oleh IHSG yang tumbuh signifikan.

Akan tetapi pada saat yang sama, perusahaan-perusahaan belum sepenuhnya pulih seperti pada masa sebelum pandemi Covid-19.
&amp;nbsp;Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Kenapa Investor Bisa Optimistis?
&quot;Jadi di bulan Desember, kita akan melihat banyak aksi profit-taking, sehingga investor lebih baik wait and see, atau ambil saham musiman,&quot; ujar Bernadus dalam IDX Market Review di Jakarta, Selasa(1/12/2020).

Dia mengatakan, untuk saham musiman, bisa diambil peluang dari demand China akan batu bara menjelang akhir tahun. Terlebih, China sudah melakukan ban produk batu bara dari Australia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Kembali Menguat, Investor Optimistis ke Aset Berisiko
&quot;Ini menjadi peluang bagi Indonesia. Untuk Desember, kita lebih baik move dari sektor banking yang rawan profit taking, bisa ambil PTBA dan United Tractors,&quot; tambah Bernadus.Selain itu, para investor juga bisa melirik sektor consumer goods,  seperti ICPT yang saat ini support levelnya di Rp7.000 dan Unilever di  Rp7.700.

&quot;Ini juga karena vaksin belum terdistribusi di bulan Desember dan penanganan kasus Covid-19 yang masih lemah,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya mengatakan bahwa pasar saham di bulan Desember akan rawan diwarnai aksi profit-taking oleh para investor. Hal ini disebabkan oleh IHSG yang tumbuh signifikan.

Akan tetapi pada saat yang sama, perusahaan-perusahaan belum sepenuhnya pulih seperti pada masa sebelum pandemi Covid-19.
&amp;nbsp;Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Kenapa Investor Bisa Optimistis?
&quot;Jadi di bulan Desember, kita akan melihat banyak aksi profit-taking, sehingga investor lebih baik wait and see, atau ambil saham musiman,&quot; ujar Bernadus dalam IDX Market Review di Jakarta, Selasa(1/12/2020).

Dia mengatakan, untuk saham musiman, bisa diambil peluang dari demand China akan batu bara menjelang akhir tahun. Terlebih, China sudah melakukan ban produk batu bara dari Australia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Kembali Menguat, Investor Optimistis ke Aset Berisiko
&quot;Ini menjadi peluang bagi Indonesia. Untuk Desember, kita lebih baik move dari sektor banking yang rawan profit taking, bisa ambil PTBA dan United Tractors,&quot; tambah Bernadus.Selain itu, para investor juga bisa melirik sektor consumer goods,  seperti ICPT yang saat ini support levelnya di Rp7.000 dan Unilever di  Rp7.700.

&quot;Ini juga karena vaksin belum terdistribusi di bulan Desember dan penanganan kasus Covid-19 yang masih lemah,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
