<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bagaimana Kinerja Emiten Perbankan di Akhir Tahun?</title><description>Kinerja sejumlah emiten perbankan menunjukkan adanya pelemahan di kuartal III-2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/02/278/2320355/bagaimana-kinerja-emiten-perbankan-di-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/02/278/2320355/bagaimana-kinerja-emiten-perbankan-di-akhir-tahun"/><item><title>Bagaimana Kinerja Emiten Perbankan di Akhir Tahun?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/02/278/2320355/bagaimana-kinerja-emiten-perbankan-di-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/02/278/2320355/bagaimana-kinerja-emiten-perbankan-di-akhir-tahun</guid><pubDate>Rabu 02 Desember 2020 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/02/278/2320355/bagaimana-kinerja-emiten-perbankan-di-akhir-tahun-vsShJYbT30.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perbankan (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/02/278/2320355/bagaimana-kinerja-emiten-perbankan-di-akhir-tahun-vsShJYbT30.jpg</image><title>Perbankan (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kinerja sejumlah emiten perbankan menunjukkan adanya pelemahan di kuartal III-2020. Hal ini disebabkan pandemi Covid-19 yang turut mempengaruhi kinerja perbankan.

Adapun laporan keuangan perbankan pada kuartal III-2020 seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang tercatat sebesar Rp14 triliun atau -43 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp20 triliun atau -4,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penyaluran Kredit Bank Minus Jelang Akhir Tahun, Ini Penyebabnya
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menyebut, pelemahan ini dipengaruhi siklus kredit perbankan atau keuangan yang mengikuti siklus ekonomi, dimana pada kuartal II-2020 mengalami kondisi terendah atau paling buruk dan diharapkan trennya akan terus membaik.

&quot;Meskipun akan secara gradual sehingga kita tidak berharap kondisinya akan berbalik semuanya positif dalam satu atau dua kuartal ke depan, tapi kita harapkan trennya terus membaik,&quot; ujar Josua dalam acara Financial Stability Review IDX Channel, Rabu (2/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Aman
Josua menambahkan, dilihat dari kinerja perbankan di kuartal III-2020 sejalan dengan pertumbuhan kredit yang melambat. Sebagaimana diketahui bahwa permintaan kredit khususnya aktivitas dari sektor usaha trennya cenderung melambat khususnya untuk sektor manufaktur dan perdagangan, sehingga pada saat pertumbuhan kredit melambat dan di sisi lain pendapatan bunga dari perbankan karena efek dari restrukturisasi pendapatannya menurun.&quot;Oleh sebab itu dari sisi penyesuaian suku bunga juga disini kita  mencatat bahwa penyesuaian suku bunga berdampak pada net interested  margine perbankan saya mencatat di akhir tahun lalu masih di kisaran 4,9  persen, tapi sampai dengan September 2020 sudah turun menjadi 4,29  persen, artinya profitabilitas berpengaruh, tidak hanya sektor ekonomi  pada umumnya tapi sektor perbankan dan keuangan juga terkena dampaknya,&quot;  katanya.

Dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi, diharapkan dengan adanya  kebijakan restrukturisasi dan kombinasi dari sisi kebijakan fiskal,  penurunan suku bunga Bank Indonesia dan kebijakan Lembaga Penjamin  Simpanan diharapkan fungsi intermediasi perbankan akan semakin meningkat  lagi dan diharapkan awal tahun 2021 beriringan dengan siklus ekonomi  sudah lebih baik lagi sehingga permintaan kredit perbankan akan  mengikuti.

&quot;Sehingga pada saat konsumsi sudah mulai tumbuh, produktivitas sudah  mulai meningkat, tentunya permintaan kredit perbankan cenderung akan  meningkat sehingga kondisi perbankan secara umum di kuartal III-2020  yang cenderung menurun akan terus membaik ke depan dengan harapan  ekspektasi dari pemulihan ekonomi akan terus berlanjut dalam beberapa  kuartal ke depan,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kinerja sejumlah emiten perbankan menunjukkan adanya pelemahan di kuartal III-2020. Hal ini disebabkan pandemi Covid-19 yang turut mempengaruhi kinerja perbankan.

Adapun laporan keuangan perbankan pada kuartal III-2020 seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang tercatat sebesar Rp14 triliun atau -43 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp20 triliun atau -4,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penyaluran Kredit Bank Minus Jelang Akhir Tahun, Ini Penyebabnya
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menyebut, pelemahan ini dipengaruhi siklus kredit perbankan atau keuangan yang mengikuti siklus ekonomi, dimana pada kuartal II-2020 mengalami kondisi terendah atau paling buruk dan diharapkan trennya akan terus membaik.

&quot;Meskipun akan secara gradual sehingga kita tidak berharap kondisinya akan berbalik semuanya positif dalam satu atau dua kuartal ke depan, tapi kita harapkan trennya terus membaik,&quot; ujar Josua dalam acara Financial Stability Review IDX Channel, Rabu (2/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Aman
Josua menambahkan, dilihat dari kinerja perbankan di kuartal III-2020 sejalan dengan pertumbuhan kredit yang melambat. Sebagaimana diketahui bahwa permintaan kredit khususnya aktivitas dari sektor usaha trennya cenderung melambat khususnya untuk sektor manufaktur dan perdagangan, sehingga pada saat pertumbuhan kredit melambat dan di sisi lain pendapatan bunga dari perbankan karena efek dari restrukturisasi pendapatannya menurun.&quot;Oleh sebab itu dari sisi penyesuaian suku bunga juga disini kita  mencatat bahwa penyesuaian suku bunga berdampak pada net interested  margine perbankan saya mencatat di akhir tahun lalu masih di kisaran 4,9  persen, tapi sampai dengan September 2020 sudah turun menjadi 4,29  persen, artinya profitabilitas berpengaruh, tidak hanya sektor ekonomi  pada umumnya tapi sektor perbankan dan keuangan juga terkena dampaknya,&quot;  katanya.

Dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi, diharapkan dengan adanya  kebijakan restrukturisasi dan kombinasi dari sisi kebijakan fiskal,  penurunan suku bunga Bank Indonesia dan kebijakan Lembaga Penjamin  Simpanan diharapkan fungsi intermediasi perbankan akan semakin meningkat  lagi dan diharapkan awal tahun 2021 beriringan dengan siklus ekonomi  sudah lebih baik lagi sehingga permintaan kredit perbankan akan  mengikuti.

&quot;Sehingga pada saat konsumsi sudah mulai tumbuh, produktivitas sudah  mulai meningkat, tentunya permintaan kredit perbankan cenderung akan  meningkat sehingga kondisi perbankan secara umum di kuartal III-2020  yang cenderung menurun akan terus membaik ke depan dengan harapan  ekspektasi dari pemulihan ekonomi akan terus berlanjut dalam beberapa  kuartal ke depan,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
