<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Lewati Titik Terendah</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah melewati titik terendahnya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/320/2320925/presiden-jokowi-sebut-ekonomi-indonesia-sudah-lewati-titik-terendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/320/2320925/presiden-jokowi-sebut-ekonomi-indonesia-sudah-lewati-titik-terendah"/><item><title>Presiden Jokowi Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Lewati Titik Terendah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/320/2320925/presiden-jokowi-sebut-ekonomi-indonesia-sudah-lewati-titik-terendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/320/2320925/presiden-jokowi-sebut-ekonomi-indonesia-sudah-lewati-titik-terendah</guid><pubDate>Kamis 03 Desember 2020 14:27 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/03/320/2320925/presiden-jokowi-sebut-ekonomi-indonesia-sudah-lewati-titik-terendah-ulP7pzqLIy.png" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi (Foto: BPMI Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/03/320/2320925/presiden-jokowi-sebut-ekonomi-indonesia-sudah-lewati-titik-terendah-ulP7pzqLIy.png</image><title>Jokowi (Foto: BPMI Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah melewati titik terendahnya pada kuartal II-2020 dan kini melaju di fase pemulihan ekonomi.

Presiden Jokowi menjabarkan beberapa indikator makro-ekonomi domestik yang menggambarkan menggeliatnya ekonomi, seperti peningkatan laju impor bahan baku dan barang modal untuk mendukung kinerja industri pengolahan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada Jangan Sampai Terjadi Gelombang Kedua, Jokowi: Itu Sangat Merugikan&amp;nbsp;
Kemudian juga, neraca perdagangan RI yang surplus USD8 miliar pada kuartal III 2020 diyakini Presiden Jokowi akan mendukung ketahanan eksternal perekonomian.

&amp;ldquo;Pada kuartal II-2020 ekonomi kita terkontraksi minus 5,32% dan triwulan III-2020 perekonomian kita terkontraksi minus 3,49%. Artinya sudah lewati titik terendahnya, titik balik menuju membaik, tren positif membaik,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2020 di Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Di pasar keuangan, Presiden Jokowi menilai kepercayaan investor juga terus meningkat. Hal itu terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir.

&quot;Dari sisi pasar modal dan keuangan, kinerja IHSG dan nilai tukar rupiah menunjukkan peningkatan hingga mencapai level masing-masing IHSG di 5.522 dan kurs rupiah ke dolar AS Rp14.050 per 17 November 2020. Perbaikan kinerja IHSG terdorong oleh peningkatan indeks saham sektoral . Sektor industri dasar megalami pemulihan indeks saham terbesar sejak penurunan tajam di 24 Maret 2020 yg lalu,&amp;rdquo; ujar Presiden Jokowi.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Momentum positif perekonomian itu, ujar Kepala Negara, harus terus dijaga. Namun dalam memulihkan ekonomi, upaya menjaga kesehatan masyarakat di tengah situasi pandemi COVID-19 tetap harus diutamakan.

&amp;ldquo;Kita harus tetap hati-hati, tidak boleh lengah, dan kita harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, waspada agar jangan sampai terjadi gelombang yang kedua, yang akan sangat merugikan upaya dan pengorbanan yang telah kita lakukan,&amp;rdquo; ujar Presiden Jokowi dilansir Antara.

Saat ini Indonesia memiliki kasus aktif COVID-19 sebesar 12,72%, atau jauh lebih rendah dari rata-rata kasus aktif COVID-19 di dunia yang sebesar 28,04%. Kemudian tingkat kesembuhan COVID-19 di Indonesia juga sebesar 84,02%, lebih tinggi dari angka kesembuhan COVID-19 dunia yang sebesar 69,56%.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah melewati titik terendahnya pada kuartal II-2020 dan kini melaju di fase pemulihan ekonomi.

Presiden Jokowi menjabarkan beberapa indikator makro-ekonomi domestik yang menggambarkan menggeliatnya ekonomi, seperti peningkatan laju impor bahan baku dan barang modal untuk mendukung kinerja industri pengolahan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada Jangan Sampai Terjadi Gelombang Kedua, Jokowi: Itu Sangat Merugikan&amp;nbsp;
Kemudian juga, neraca perdagangan RI yang surplus USD8 miliar pada kuartal III 2020 diyakini Presiden Jokowi akan mendukung ketahanan eksternal perekonomian.

&amp;ldquo;Pada kuartal II-2020 ekonomi kita terkontraksi minus 5,32% dan triwulan III-2020 perekonomian kita terkontraksi minus 3,49%. Artinya sudah lewati titik terendahnya, titik balik menuju membaik, tren positif membaik,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2020 di Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Di pasar keuangan, Presiden Jokowi menilai kepercayaan investor juga terus meningkat. Hal itu terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir.

&quot;Dari sisi pasar modal dan keuangan, kinerja IHSG dan nilai tukar rupiah menunjukkan peningkatan hingga mencapai level masing-masing IHSG di 5.522 dan kurs rupiah ke dolar AS Rp14.050 per 17 November 2020. Perbaikan kinerja IHSG terdorong oleh peningkatan indeks saham sektoral . Sektor industri dasar megalami pemulihan indeks saham terbesar sejak penurunan tajam di 24 Maret 2020 yg lalu,&amp;rdquo; ujar Presiden Jokowi.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Momentum positif perekonomian itu, ujar Kepala Negara, harus terus dijaga. Namun dalam memulihkan ekonomi, upaya menjaga kesehatan masyarakat di tengah situasi pandemi COVID-19 tetap harus diutamakan.

&amp;ldquo;Kita harus tetap hati-hati, tidak boleh lengah, dan kita harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, waspada agar jangan sampai terjadi gelombang yang kedua, yang akan sangat merugikan upaya dan pengorbanan yang telah kita lakukan,&amp;rdquo; ujar Presiden Jokowi dilansir Antara.

Saat ini Indonesia memiliki kasus aktif COVID-19 sebesar 12,72%, atau jauh lebih rendah dari rata-rata kasus aktif COVID-19 di dunia yang sebesar 28,04%. Kemudian tingkat kesembuhan COVID-19 di Indonesia juga sebesar 84,02%, lebih tinggi dari angka kesembuhan COVID-19 dunia yang sebesar 69,56%.</content:encoded></item></channel></rss>
