<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Asuransi Bertahan Selama Pandemi Covid-19, Caranya?</title><description>Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia selama sembilan bulan sangat berdampak terhadap pola perilaku masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/320/2320954/industri-asuransi-bertahan-selama-pandemi-covid-19-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/320/2320954/industri-asuransi-bertahan-selama-pandemi-covid-19-caranya"/><item><title>Industri Asuransi Bertahan Selama Pandemi Covid-19, Caranya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/320/2320954/industri-asuransi-bertahan-selama-pandemi-covid-19-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/320/2320954/industri-asuransi-bertahan-selama-pandemi-covid-19-caranya</guid><pubDate>Kamis 03 Desember 2020 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/03/320/2320954/industri-asuransi-bertahan-selama-pandemi-covid-19-caranya-uenN4fGYfG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Asuransi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/03/320/2320954/industri-asuransi-bertahan-selama-pandemi-covid-19-caranya-uenN4fGYfG.jpg</image><title>Asuransi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia selama sembilan bulan sangat berdampak terhadap pola perilaku masyarakat. Masyarakat kini lebih aware terhadap kesehatan.
Tak hanya itu, masyarakat beralih kepada digitalisasi, baik dalam mencari informasi dan membeli barang dan jasa, semuanya dilakukan secara online. Bahkan, pasca pandemi pun, imbasnya adalah mereka terbiasa serba online, sehingga standar pelayanan yang diekspektasikan pun pasti semakin tinggi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Siapkan Asuransi Gagal Panen dan Peternak Sapi
Riset McKinsey &amp;amp; Company COVID-19 Consumer Pulse Surveys memaparkan perilaku pembelian pelanggan Indonesia bergeser secara online dan kemungkinan besar akan berlanjut setelah krisis. Hal ini didukung pula dengan semakin banyaknya masyarakat yang melek akan teknologi.
Hassan kemudian membeberkan strateginya agar industri asuransi bisa bertahan baik selama dan pasca pandemi Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;OJK Tak Obral Izin Penjualan Unitlink Virtual
&quot;Pertama-tama, consumer experience ini sangat penting. Kami memikirkan bagaimana bisa memberikan produk asuransi yang tepat di waktu yang tepat pula,&quot; ujar Chief Marketing Officer (CMO) Adira Insurance Hassan Karim dalam Coffee Break With Adira Insurance secara virtual di Jakarta, Kamis(3/12/2020).
Dampak dari pandemi ini bukan hanya secara kesehatan, namun secara finansial dan psikologis. Namun, dalam masa yang penuh ketidakpastian inilah peran perusahaan asuransi menjadi sangat penting, untuk hadir bagi pelanggan serta memberikan dukungan dan perlindungan yang komprehensif.
&quot;Strategi kami dalam memenangkan pasar adalah dengan berfokus kepada pelanggan untuk memberikan nilai lebih serta menggunakan data analitik untuk mendorong pertumbuhan premi,&quot; tambah Hassan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8xNy80LzExMTIyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menyebutkan, selama ini banyak pandangan bahwa produk asuransi  ribet dan tidak mudah dipahami. Oleh karena itu, Adira Insurance  menghadirkan produk yang lebih simple dan mudah dipahami oleh nasabah  dan calon nasabah.
&quot;Masih banyak juga orang Indonesia yang belum terhubung ke bank, jadi  kami juga memberikan opsi payment gateway selain bank untuk memudahkan  mereka,&quot; ungkap Hassan.
Saat ini Zurich memegang 80% saham Adira Insurance dan menjadi salah satu asuransi umum internasional teratas di Indonesia.
&amp;ldquo;Indonesia merupakan salah satu pasar yang sangat penting bagi  Zurich, kami melihat peluang yang sangat besar di industri asuransi di  Indonesia. Kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan komprehensif  untuk masyarakat Indonesia melalui asuransi jiwa, asuransi umum  konvensional dan Syariah. Sinergi ini akan membawa banyak peluang bagi  Adira Insurance dan juga bisnis Zurich di Indonesia,&quot; tutur Hassan.
Di tengah kondisi sulit ini, sejumlah perusahaan asuransi umum bisa  tetap mencatatkan perolehan premi yang baik. PT. Asuransi Adira Dinamika  Tbk (Adira Insurance) merupakan 5 perusahaan asuransi umum teratas yang  tetap tumbuh berdasarkan rekapitulasi kinerja asuransi umum berdasarkan  laporan keuangan kuartal III/2020 yang dipublikasikan pada 9 November  lalu.
Adira Insurance, yang diakuisisi Zurich Insurance Company (Zurich)  pada November 2019, berhasil membukukan premi bruto kuartal III/2020  senilai Rp 1,5 Triliun atau naik sebesar 23,1% (yoy) dari kuartal  III/2019 senilai Rp1,22 Triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia selama sembilan bulan sangat berdampak terhadap pola perilaku masyarakat. Masyarakat kini lebih aware terhadap kesehatan.
Tak hanya itu, masyarakat beralih kepada digitalisasi, baik dalam mencari informasi dan membeli barang dan jasa, semuanya dilakukan secara online. Bahkan, pasca pandemi pun, imbasnya adalah mereka terbiasa serba online, sehingga standar pelayanan yang diekspektasikan pun pasti semakin tinggi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Siapkan Asuransi Gagal Panen dan Peternak Sapi
Riset McKinsey &amp;amp; Company COVID-19 Consumer Pulse Surveys memaparkan perilaku pembelian pelanggan Indonesia bergeser secara online dan kemungkinan besar akan berlanjut setelah krisis. Hal ini didukung pula dengan semakin banyaknya masyarakat yang melek akan teknologi.
Hassan kemudian membeberkan strateginya agar industri asuransi bisa bertahan baik selama dan pasca pandemi Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;OJK Tak Obral Izin Penjualan Unitlink Virtual
&quot;Pertama-tama, consumer experience ini sangat penting. Kami memikirkan bagaimana bisa memberikan produk asuransi yang tepat di waktu yang tepat pula,&quot; ujar Chief Marketing Officer (CMO) Adira Insurance Hassan Karim dalam Coffee Break With Adira Insurance secara virtual di Jakarta, Kamis(3/12/2020).
Dampak dari pandemi ini bukan hanya secara kesehatan, namun secara finansial dan psikologis. Namun, dalam masa yang penuh ketidakpastian inilah peran perusahaan asuransi menjadi sangat penting, untuk hadir bagi pelanggan serta memberikan dukungan dan perlindungan yang komprehensif.
&quot;Strategi kami dalam memenangkan pasar adalah dengan berfokus kepada pelanggan untuk memberikan nilai lebih serta menggunakan data analitik untuk mendorong pertumbuhan premi,&quot; tambah Hassan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8xNy80LzExMTIyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menyebutkan, selama ini banyak pandangan bahwa produk asuransi  ribet dan tidak mudah dipahami. Oleh karena itu, Adira Insurance  menghadirkan produk yang lebih simple dan mudah dipahami oleh nasabah  dan calon nasabah.
&quot;Masih banyak juga orang Indonesia yang belum terhubung ke bank, jadi  kami juga memberikan opsi payment gateway selain bank untuk memudahkan  mereka,&quot; ungkap Hassan.
Saat ini Zurich memegang 80% saham Adira Insurance dan menjadi salah satu asuransi umum internasional teratas di Indonesia.
&amp;ldquo;Indonesia merupakan salah satu pasar yang sangat penting bagi  Zurich, kami melihat peluang yang sangat besar di industri asuransi di  Indonesia. Kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan komprehensif  untuk masyarakat Indonesia melalui asuransi jiwa, asuransi umum  konvensional dan Syariah. Sinergi ini akan membawa banyak peluang bagi  Adira Insurance dan juga bisnis Zurich di Indonesia,&quot; tutur Hassan.
Di tengah kondisi sulit ini, sejumlah perusahaan asuransi umum bisa  tetap mencatatkan perolehan premi yang baik. PT. Asuransi Adira Dinamika  Tbk (Adira Insurance) merupakan 5 perusahaan asuransi umum teratas yang  tetap tumbuh berdasarkan rekapitulasi kinerja asuransi umum berdasarkan  laporan keuangan kuartal III/2020 yang dipublikasikan pada 9 November  lalu.
Adira Insurance, yang diakuisisi Zurich Insurance Company (Zurich)  pada November 2019, berhasil membukukan premi bruto kuartal III/2020  senilai Rp 1,5 Triliun atau naik sebesar 23,1% (yoy) dari kuartal  III/2019 senilai Rp1,22 Triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
