<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 UKM Ekspor Dapat Kucuran Dana Rp9,5 Miliar</title><description>LPEI memberikan pembiayaan modal kerja melalui skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE) senilai Rp9,5 Miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/320/2321186/4-ukm-ekspor-dapat-kucuran-dana-rp9-5-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/320/2321186/4-ukm-ekspor-dapat-kucuran-dana-rp9-5-miliar"/><item><title>4 UKM Ekspor Dapat Kucuran Dana Rp9,5 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/320/2321186/4-ukm-ekspor-dapat-kucuran-dana-rp9-5-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/320/2321186/4-ukm-ekspor-dapat-kucuran-dana-rp9-5-miliar</guid><pubDate>Kamis 03 Desember 2020 18:56 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/03/320/2321186/4-ukm-ekspor-dapat-kucuran-dana-rp9-5-miliar-HJOSix0iAG.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/03/320/2321186/4-ukm-ekspor-dapat-kucuran-dana-rp9-5-miliar-HJOSix0iAG.jpeg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memberikan pembiayaan modal kerja melalui skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE) senilai Rp9,5 Miliar kepada 4 (Empat) pelaku UKM Berorientasi Ekspor (UMBE). Pemberian ini dilakukan di tengah acara pelepasan ekspor nasional ke pasar global bersama dengan Kementerian Perdagangan RI.
Pada saat yang bersamaan, Direktur Eksekutif LPEI, D. James Rompas menyampaikan pemberian fasilitas pembiayaan ini merupakan amanah Pemerintah untuk turut membantu Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus meningkatkan ekspor nasional.
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada Jangan Sampai Terjadi Gelombang Kedua, Jokowi: Itu Sangat Merugikan 
&amp;ldquo;LPEI mendukung Pemerintah dalam melaksanakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Penugasan Khusus Ekspor Pembiayaan UKM adalah salah satu mandat yang kita realisasikan hari ini melalui pemberian pembiayaan kepada UKM berorientasi ekspor. Kami juga bersinergi dengan Kementerian Perdagangan RI dalam rangka peningkatan ekspor tersebut,&amp;rdquo; ujar D. James Rompas, Kamis (3/12/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNS8xLzEyNDU3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Keempat UKM yang mendapatkan pembiayaan tersebut adalah CV Media Mitra Indonesia, dengan nilai Rp500 Juta. UKM asal Pasuruan yang bergerak di bidang ekspor kapuk ini sebelumnya merupakan peserta program Coaching Program for New Exporter (CPNE) yang mampu naik kelas hingga mendapatkan pembiayaan.
Selain itu, supplier udang untuk PT Panca Mitra Multiperdana yang berlokasi di Banyuwangi mendapat pembiayaan senilai Rp3 Miliar. Lalu CV Cocoon Asia, UKM asal Bantul mendapatkan pembiayaan senilai Rp3,5 Miliar untuk mendukung kegiatan usaha yang bergerak di bidang furniture. Terakhir adalah CV Arezou UKM asal Solo yang bergerak di bidang wood wall panel dengan nilai pembiayaan Rp2,5 Miliar.Pemberian fasilitas pembiayaan modal kerja kepada UKM dengan skema  penugasan khusus ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI  No.372/KMK.08/2020 tentang Penugasan Khusus Kepada Lembaga Pembiayaan  Ekspor Indonesia Dalam Rangka Mendukung Sektor Usaha Kecil dan Menengah  Berorientasi Ekspor. Penugasan Pemerintah kepada LPEI itu bertujuan  untuk memulihkan sektor UKM khususnya berorientasi ekspor di tengah  Pandemi COVID-19.
Selain itu LPEI juga memberikan Jasa Konsultasi melalui program CPNE  berupa pendampingan selama 1 tahun secara gratis kepada pelaku UKM  berorientasi ekspor. Program ini bertujuan untuk menciptakan eksportir  baru serta meningkatkan kapasitas UKM. Hingga akhir tahun 2020, LPEI  telah menciptakan 59 eksportir baru dari berbagai sektor usaha.
D. James Rompas menambahkan LPEI terus mendukung para UKM atau  eksportir Indonesia untuk mendapatkan akses pendanaan terbaik di tengah  kondisi sulit seperti saat ini.
&amp;ldquo;Kami akan terus mendukung ekspor khususnya di sektor UKM. Saat ini  banyak pelaku usaha membutuhkan akses pembiayaan untuk memulihkan roda  bisnisnya dan bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi yang telah  melemahkan sendi-sendi perekonomian,&amp;rdquo; tutup D.James Rompas.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memberikan pembiayaan modal kerja melalui skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE) senilai Rp9,5 Miliar kepada 4 (Empat) pelaku UKM Berorientasi Ekspor (UMBE). Pemberian ini dilakukan di tengah acara pelepasan ekspor nasional ke pasar global bersama dengan Kementerian Perdagangan RI.
Pada saat yang bersamaan, Direktur Eksekutif LPEI, D. James Rompas menyampaikan pemberian fasilitas pembiayaan ini merupakan amanah Pemerintah untuk turut membantu Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus meningkatkan ekspor nasional.
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada Jangan Sampai Terjadi Gelombang Kedua, Jokowi: Itu Sangat Merugikan 
&amp;ldquo;LPEI mendukung Pemerintah dalam melaksanakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Penugasan Khusus Ekspor Pembiayaan UKM adalah salah satu mandat yang kita realisasikan hari ini melalui pemberian pembiayaan kepada UKM berorientasi ekspor. Kami juga bersinergi dengan Kementerian Perdagangan RI dalam rangka peningkatan ekspor tersebut,&amp;rdquo; ujar D. James Rompas, Kamis (3/12/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNS8xLzEyNDU3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Keempat UKM yang mendapatkan pembiayaan tersebut adalah CV Media Mitra Indonesia, dengan nilai Rp500 Juta. UKM asal Pasuruan yang bergerak di bidang ekspor kapuk ini sebelumnya merupakan peserta program Coaching Program for New Exporter (CPNE) yang mampu naik kelas hingga mendapatkan pembiayaan.
Selain itu, supplier udang untuk PT Panca Mitra Multiperdana yang berlokasi di Banyuwangi mendapat pembiayaan senilai Rp3 Miliar. Lalu CV Cocoon Asia, UKM asal Bantul mendapatkan pembiayaan senilai Rp3,5 Miliar untuk mendukung kegiatan usaha yang bergerak di bidang furniture. Terakhir adalah CV Arezou UKM asal Solo yang bergerak di bidang wood wall panel dengan nilai pembiayaan Rp2,5 Miliar.Pemberian fasilitas pembiayaan modal kerja kepada UKM dengan skema  penugasan khusus ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI  No.372/KMK.08/2020 tentang Penugasan Khusus Kepada Lembaga Pembiayaan  Ekspor Indonesia Dalam Rangka Mendukung Sektor Usaha Kecil dan Menengah  Berorientasi Ekspor. Penugasan Pemerintah kepada LPEI itu bertujuan  untuk memulihkan sektor UKM khususnya berorientasi ekspor di tengah  Pandemi COVID-19.
Selain itu LPEI juga memberikan Jasa Konsultasi melalui program CPNE  berupa pendampingan selama 1 tahun secara gratis kepada pelaku UKM  berorientasi ekspor. Program ini bertujuan untuk menciptakan eksportir  baru serta meningkatkan kapasitas UKM. Hingga akhir tahun 2020, LPEI  telah menciptakan 59 eksportir baru dari berbagai sektor usaha.
D. James Rompas menambahkan LPEI terus mendukung para UKM atau  eksportir Indonesia untuk mendapatkan akses pendanaan terbaik di tengah  kondisi sulit seperti saat ini.
&amp;ldquo;Kami akan terus mendukung ekspor khususnya di sektor UKM. Saat ini  banyak pelaku usaha membutuhkan akses pembiayaan untuk memulihkan roda  bisnisnya dan bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi yang telah  melemahkan sendi-sendi perekonomian,&amp;rdquo; tutup D.James Rompas.</content:encoded></item></channel></rss>
