<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pentingnya Masyarakat Melek Keuangan agar Tak Tertipu Investasi Bodong</title><description>Pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai lembaga keuangan disebut literasi keuangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/622/2320863/pentingnya-masyarakat-melek-keuangan-agar-tak-tertipu-investasi-bodong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/622/2320863/pentingnya-masyarakat-melek-keuangan-agar-tak-tertipu-investasi-bodong"/><item><title>Pentingnya Masyarakat Melek Keuangan agar Tak Tertipu Investasi Bodong</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/622/2320863/pentingnya-masyarakat-melek-keuangan-agar-tak-tertipu-investasi-bodong</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/622/2320863/pentingnya-masyarakat-melek-keuangan-agar-tak-tertipu-investasi-bodong</guid><pubDate>Kamis 03 Desember 2020 13:19 WIB</pubDate><dc:creator>Iffa Naila Safira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/03/622/2320863/pentingnya-masyarakat-melek-keuangan-agar-tak-tertipu-investasi-bodong-x9LAOK7sZY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/03/622/2320863/pentingnya-masyarakat-melek-keuangan-agar-tak-tertipu-investasi-bodong-x9LAOK7sZY.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai lembaga keuangan disebut literasi keuangan. Di dalamnya terdapat manfaat, fitur, risiko biaya, kewajiban dan hak dari suatu produk, serta jasa keuangan.
Ada juga inklusi keuangan yang lebih mengacu pada jumlah nasabah pengguna jasa keuangan. Beberapa contoh jasa keuangan yang dimaksud meliputi semua jenis layanan perbankan dan asuransi.
Baca juga: Selain Pembiayaan dan Asuransi, OJK Beri Stimulus Dana Pensiun
Melansir data Koran Sindo, Rabu (2/12/2020). Berikut Indeks Literasi Keuangan Masyarakat Indonesia di Berbagai Bidang (2019):
&amp;bull;         Perbankan 36,12%
&amp;bull;         Perasuransian 19,40%
&amp;bull;         Dana Pensiun 14,13%
&amp;bull;         Pasar Modal 4,92%
&amp;bull;         Lembaga Pembiayaan 15,17%
&amp;bull;         Pegadaian 17,81%
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yMi80LzEyNDg4OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Indonesia Meningkat
Menurut survei  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 38,03% dan indeks iklusi keuangan berjumlah 76,19%.
Angka tersebut meningkat dibanding hasil survei OJK 2016 yaitu indeks literasi keuangan berjumlah 29,7% dan indeks inklusi keuangan sebesar 67,8%.&amp;bull;         Berdasarkan Strata Wilayah
Wilayah perkotaan mencapai  41,41 % indeks literasi keuangan dan  83,60% indeks inklusi keuangan. Sedangkan, wilayah pedesaan mencapai  34,53% indeks literasi keuangan dan 68,49 indeks inklusi keuangan.
&amp;bull;         Berdasarkan Gender
Laki-laki memiliki indeks literasi keuangan 39,94 % dan indeks  inklusi keuangan 77,24%. Sedangkan, perempuan memiliki indeks literasi  keuangan 36,13 % dan indeks inklusi keuangan 75,15%.
Memahami literasi keuangan membuat seseorang dapat mengambil  keputusan yang cerdas dan tepat dalam berbisnis.  Literasi keuangan juga  penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Mendapatkan pemahaman tentang manfaat dari risiko produk dan layanan  jasa keuangan. Agar masyarakat bisa memilih produk dan layanan sesuai  kebutuhan. Juga memiliki kemampuan merencanakan keuangan dengan lebih  baik, supaya terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan  yang tidak jelas.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai lembaga keuangan disebut literasi keuangan. Di dalamnya terdapat manfaat, fitur, risiko biaya, kewajiban dan hak dari suatu produk, serta jasa keuangan.
Ada juga inklusi keuangan yang lebih mengacu pada jumlah nasabah pengguna jasa keuangan. Beberapa contoh jasa keuangan yang dimaksud meliputi semua jenis layanan perbankan dan asuransi.
Baca juga: Selain Pembiayaan dan Asuransi, OJK Beri Stimulus Dana Pensiun
Melansir data Koran Sindo, Rabu (2/12/2020). Berikut Indeks Literasi Keuangan Masyarakat Indonesia di Berbagai Bidang (2019):
&amp;bull;         Perbankan 36,12%
&amp;bull;         Perasuransian 19,40%
&amp;bull;         Dana Pensiun 14,13%
&amp;bull;         Pasar Modal 4,92%
&amp;bull;         Lembaga Pembiayaan 15,17%
&amp;bull;         Pegadaian 17,81%
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yMi80LzEyNDg4OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Indonesia Meningkat
Menurut survei  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 38,03% dan indeks iklusi keuangan berjumlah 76,19%.
Angka tersebut meningkat dibanding hasil survei OJK 2016 yaitu indeks literasi keuangan berjumlah 29,7% dan indeks inklusi keuangan sebesar 67,8%.&amp;bull;         Berdasarkan Strata Wilayah
Wilayah perkotaan mencapai  41,41 % indeks literasi keuangan dan  83,60% indeks inklusi keuangan. Sedangkan, wilayah pedesaan mencapai  34,53% indeks literasi keuangan dan 68,49 indeks inklusi keuangan.
&amp;bull;         Berdasarkan Gender
Laki-laki memiliki indeks literasi keuangan 39,94 % dan indeks  inklusi keuangan 77,24%. Sedangkan, perempuan memiliki indeks literasi  keuangan 36,13 % dan indeks inklusi keuangan 75,15%.
Memahami literasi keuangan membuat seseorang dapat mengambil  keputusan yang cerdas dan tepat dalam berbisnis.  Literasi keuangan juga  penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Mendapatkan pemahaman tentang manfaat dari risiko produk dan layanan  jasa keuangan. Agar masyarakat bisa memilih produk dan layanan sesuai  kebutuhan. Juga memiliki kemampuan merencanakan keuangan dengan lebih  baik, supaya terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan  yang tidak jelas.</content:encoded></item></channel></rss>
