<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bikin Anggaran Bulanan, Pisahkan Keinginan dan Kebutuhan</title><description>Keinginan dan kebutuhan merupakan dua hal yang berbeda namun, kerap kali sulit dibedakan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/622/2321024/bikin-anggaran-bulanan-pisahkan-keinginan-dan-kebutuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/622/2321024/bikin-anggaran-bulanan-pisahkan-keinginan-dan-kebutuhan"/><item><title>Bikin Anggaran Bulanan, Pisahkan Keinginan dan Kebutuhan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/622/2321024/bikin-anggaran-bulanan-pisahkan-keinginan-dan-kebutuhan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/03/622/2321024/bikin-anggaran-bulanan-pisahkan-keinginan-dan-kebutuhan</guid><pubDate>Kamis 03 Desember 2020 15:50 WIB</pubDate><dc:creator>Dian Ayu Anggraini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/03/622/2321024/bikin-anggaran-bulanan-pisahkan-keinginan-dan-kebutuhan-M7fahtOTVh.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/03/622/2321024/bikin-anggaran-bulanan-pisahkan-keinginan-dan-kebutuhan-M7fahtOTVh.jpeg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Keinginan dan kebutuhan merupakan dua hal yang berbeda namun, kerap kali sulit dibedakan. Dalam membuat anggaran bulanan, penting untuk memahami perbedaan kedua hal tersebut untuk mencapai tujuan finansial.
Saat akan membuat anggaran bulanan, salah satu yang penting untuk dilakukan adalah mengategorikan pengeluaran berdasarkan &quot;kebutuhan&quot; dan &quot;keinginan&quot;. Ini merupakan langkah tersulit karena apa yang dimaksud dengan kebutuhan versus keinginan dapat berbeda pada setiap orang.
Dilansir dari The Balance Jakarta, Kamis (3/12/20), beberapa cara berikut ini dapat diterapkan dalam membuat anggaran bulanan dengan memisahkan pengeluaran menjadi kebutuhan dan keinginan.
Baca juga: Alokasi Dana Liburan Akhir Tahun yang Batal, Simak Caranya
 
Apa Itu Keinginan Versus Kebutuhan?
Kebutuhan biasanya adalah biaya hidup dasar, seperti hal-hal yang diperlukan untuk Kesehatan atau pengeluaran yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan. Misalnya, biaya sewa, tagihan utilitas, perawatan Kesehatan, pengobatan, makanan, atau pakaian.
Sementara keinginan adalah hal-hal yang dipilih untuk dibeli tetapi tidak benar-benar diperlukan. Misalnya, hiburan, pembelian rumah, travelling, pembelian elektronik, atau langganan keanggotaan bulanan TV.
Baca juga: 5 Hotel Murah di Malioboro untuk Libur Akhir Tahun Check
 
Apakah Menabung itu Kebutuhan atau Keinginan?
Jika memiliki anggaran yang ketat, mungkin mudah untuk berhenti menggunakan uang tabungan atau tujuan keuangan jangka panjang seperti, tabungan darurat atau dana pensiun. Pengeluaran seperti ini terasa seperti keinginan karena bukan merupakan kebutuhan yang mendesak.
Namun, menabung juga harus dipertimbangkan sebagai kebutuhan karena itu adalah investasi dalam kesejahteraan finansial dan pribadi jangka panjang. Memiliki asuransi jiwa, misalnya, mungkin bukan sesuatu yang dibutuhkan bulan ini, tetapi akan sangat berguna jika seseorang meninggal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Aturan Anggaran 50/30/20
Sistem anggaran 50/30/20 berarti pengeluaran akan dipecah menjadi  tiga bagian. 50% dari pendapatan setelah pajak dihabiskan untuk  kebutuhan, 30% dibelanjakan untuk keinginan, dan 20% dihabiskan untuk  tabungan dan pengurangan hutang.
Kunci memiliki anggaran yang benar adalah lebih menyadari tentang  bagaimana harus membelanjakan uang. Tidak hanya membelanjakan sesuai  kemampuan, tetapi juga memastikan bahwa pengeluaran sejalan dengan nilai  dan prioritas.
Menyesuaikan Pengeluaran Pada Keinginan
Ketika perlu memotong pengeluaran untuk menghemat uang, menghilangkan  keinginan sering kali menjadi cara termudah dan pertama yang dipilih.  Akan tetapi, hanya karena suatu kebutuhan tidak berarti anggaran yang  ditetapkan menjadi sangat sulit atau tidak mungkin untuk diubah.
Misalnya, jika harus membayar sewa setiap bulan, maka dapat menghemat  dengan cara pindah ke apartemen yang lebih kecil ataupun mencari teman  sekamar. Atau saat bekerja, alih-alih mengeluarkan biaya parkir dan  bensin, coba menghemat dengan menaiki kendaraan umum ataupun bersepeda.
Kebutuhan sering kali menjadi bagian terbesar pada anggaran. Dengan  mempertimbangkan kembali kebutuhan, dapat membuat perubahan besar dalam  pengeluaran bulanan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Keinginan dan kebutuhan merupakan dua hal yang berbeda namun, kerap kali sulit dibedakan. Dalam membuat anggaran bulanan, penting untuk memahami perbedaan kedua hal tersebut untuk mencapai tujuan finansial.
Saat akan membuat anggaran bulanan, salah satu yang penting untuk dilakukan adalah mengategorikan pengeluaran berdasarkan &quot;kebutuhan&quot; dan &quot;keinginan&quot;. Ini merupakan langkah tersulit karena apa yang dimaksud dengan kebutuhan versus keinginan dapat berbeda pada setiap orang.
Dilansir dari The Balance Jakarta, Kamis (3/12/20), beberapa cara berikut ini dapat diterapkan dalam membuat anggaran bulanan dengan memisahkan pengeluaran menjadi kebutuhan dan keinginan.
Baca juga: Alokasi Dana Liburan Akhir Tahun yang Batal, Simak Caranya
 
Apa Itu Keinginan Versus Kebutuhan?
Kebutuhan biasanya adalah biaya hidup dasar, seperti hal-hal yang diperlukan untuk Kesehatan atau pengeluaran yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan. Misalnya, biaya sewa, tagihan utilitas, perawatan Kesehatan, pengobatan, makanan, atau pakaian.
Sementara keinginan adalah hal-hal yang dipilih untuk dibeli tetapi tidak benar-benar diperlukan. Misalnya, hiburan, pembelian rumah, travelling, pembelian elektronik, atau langganan keanggotaan bulanan TV.
Baca juga: 5 Hotel Murah di Malioboro untuk Libur Akhir Tahun Check
 
Apakah Menabung itu Kebutuhan atau Keinginan?
Jika memiliki anggaran yang ketat, mungkin mudah untuk berhenti menggunakan uang tabungan atau tujuan keuangan jangka panjang seperti, tabungan darurat atau dana pensiun. Pengeluaran seperti ini terasa seperti keinginan karena bukan merupakan kebutuhan yang mendesak.
Namun, menabung juga harus dipertimbangkan sebagai kebutuhan karena itu adalah investasi dalam kesejahteraan finansial dan pribadi jangka panjang. Memiliki asuransi jiwa, misalnya, mungkin bukan sesuatu yang dibutuhkan bulan ini, tetapi akan sangat berguna jika seseorang meninggal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Aturan Anggaran 50/30/20
Sistem anggaran 50/30/20 berarti pengeluaran akan dipecah menjadi  tiga bagian. 50% dari pendapatan setelah pajak dihabiskan untuk  kebutuhan, 30% dibelanjakan untuk keinginan, dan 20% dihabiskan untuk  tabungan dan pengurangan hutang.
Kunci memiliki anggaran yang benar adalah lebih menyadari tentang  bagaimana harus membelanjakan uang. Tidak hanya membelanjakan sesuai  kemampuan, tetapi juga memastikan bahwa pengeluaran sejalan dengan nilai  dan prioritas.
Menyesuaikan Pengeluaran Pada Keinginan
Ketika perlu memotong pengeluaran untuk menghemat uang, menghilangkan  keinginan sering kali menjadi cara termudah dan pertama yang dipilih.  Akan tetapi, hanya karena suatu kebutuhan tidak berarti anggaran yang  ditetapkan menjadi sangat sulit atau tidak mungkin untuk diubah.
Misalnya, jika harus membayar sewa setiap bulan, maka dapat menghemat  dengan cara pindah ke apartemen yang lebih kecil ataupun mencari teman  sekamar. Atau saat bekerja, alih-alih mengeluarkan biaya parkir dan  bensin, coba menghemat dengan menaiki kendaraan umum ataupun bersepeda.
Kebutuhan sering kali menjadi bagian terbesar pada anggaran. Dengan  mempertimbangkan kembali kebutuhan, dapat membuat perubahan besar dalam  pengeluaran bulanan.</content:encoded></item></channel></rss>
