<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meski Surplus, Jokowi Sebut RI Masih Tertinggal soal Peluang Ekspor</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang melihat laporan ekspor Indonesia periode Januari hingga Oktober.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/04/320/2321669/meski-surplus-jokowi-sebut-ri-masih-tertinggal-soal-peluang-ekspor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/04/320/2321669/meski-surplus-jokowi-sebut-ri-masih-tertinggal-soal-peluang-ekspor"/><item><title>Meski Surplus, Jokowi Sebut RI Masih Tertinggal soal Peluang Ekspor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/04/320/2321669/meski-surplus-jokowi-sebut-ri-masih-tertinggal-soal-peluang-ekspor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/04/320/2321669/meski-surplus-jokowi-sebut-ri-masih-tertinggal-soal-peluang-ekspor</guid><pubDate>Jum'at 04 Desember 2020 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/04/320/2321669/meski-surplus-jokowi-sebut-ri-masih-tertinggal-soal-peluang-ekspor-nLiWpfQHKE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/04/320/2321669/meski-surplus-jokowi-sebut-ri-masih-tertinggal-soal-peluang-ekspor-nLiWpfQHKE.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang melihat laporan ekspor Indonesia periode Januari hingga Oktober. Pasalnya ekspor Indonesia masih mengalami surplus sebesar USD 17,07 miliar.

&amp;ldquo;Saya senang membaca laporan bahwa ekspor Indonesia periode Januari sampai Oktober 2020  memang surplus USD 17,07 miliar. Dari kopi, garmen, home decor furniture, perikanan dan  makanan-minuman,&amp;rdquo; katanya saat pelepasan Ekspor ke Pasar Global Tahun 2020 secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (4/12/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: 4 UKM Ekspor Dapat Kucuran Dana Rp9,5 Miliar
Namun dia menekankan bahwa Indonesia tidak boleh berpuas diri karena potensi pasar ekspor masih banyak yang belum tergarap. Apalagi menurutnya Indonesia masih tertinggal dalam menangkap peluang ekspor.

&amp;ldquo;Kita juga masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain dalam menangkap peluang ekspor,&amp;rdquo; ungkapnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Potensi Besar, Mendag Geber Pasar Ekspor Produk Kreatif
Jokowi menyebut bahwa tahun 2019  Indonesia merupakan produsen kopi terbesar nomor 4 di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia. Namun Indonesia tercatat sebagai eksportir terbesar kopi yg ke-8 di dunia.

&amp;ldquo;Kalah dengan Brazil, Swiss Jerman Kolombia bahkan oleh Vietnam. Jadi potret kinerja ekspor kopi Indonesia masih tertinggal masih dengan Vietnam yg pada tahun 2019 mencapai USD 2,22 miliar. Sedangkan kinerja ekspor kopi Indonesia tahun 2019 berada di angka USD 883,12 juta,&amp;rdquo; tuturnya.

Tidak hanya itu,ketertinggalan lain juga di komoditas lainnya seperti garmen. Menurutnya  Indonesia Produsen garmen terbesar ke-8 dunia tapi kenyataannya menjadi eksportir garmen yang ke-22 terbesar dunia.&amp;ldquo;Kita menjadi produsen garmen terbesar ke delapan dunia tetapi  kenyataannya kita menjadi eksportir garmen yang ke-22 terbesar dunia.  Kita menjadi produsen kayu ringan terbesar di dunia, termasuk jenis kayu  sengon dan jabon. Tapi menjadi eksportir home decor ke-19 terbesar di  dunia. Bahkan kita kalah dengan Vietnam dan kita hanya di peringkat  ke-21 terbesar dunia dalam ekspor produk furniture,&amp;rdquo; paparnya.

Ketertinggalan menangkap peluang ekspor juga nampak di komoditas  perikanan. Indonesia merupakan produsen produk perikanan  terbesar ke-2  dunia. Namun potret ekspornya juga masih di peringkat ke-13 dunia.

&amp;ldquo;Inilah fakta-fakta yang harus saya sampaikan. Saya melihat  ketertinggalan tidak harus membuat kita pesimis. Tidak ada jalan bagi  kita selain  melakukan langkah-langkah perbaikan. Langkah-langkah  pembenahan,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang melihat laporan ekspor Indonesia periode Januari hingga Oktober. Pasalnya ekspor Indonesia masih mengalami surplus sebesar USD 17,07 miliar.

&amp;ldquo;Saya senang membaca laporan bahwa ekspor Indonesia periode Januari sampai Oktober 2020  memang surplus USD 17,07 miliar. Dari kopi, garmen, home decor furniture, perikanan dan  makanan-minuman,&amp;rdquo; katanya saat pelepasan Ekspor ke Pasar Global Tahun 2020 secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (4/12/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: 4 UKM Ekspor Dapat Kucuran Dana Rp9,5 Miliar
Namun dia menekankan bahwa Indonesia tidak boleh berpuas diri karena potensi pasar ekspor masih banyak yang belum tergarap. Apalagi menurutnya Indonesia masih tertinggal dalam menangkap peluang ekspor.

&amp;ldquo;Kita juga masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain dalam menangkap peluang ekspor,&amp;rdquo; ungkapnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Potensi Besar, Mendag Geber Pasar Ekspor Produk Kreatif
Jokowi menyebut bahwa tahun 2019  Indonesia merupakan produsen kopi terbesar nomor 4 di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia. Namun Indonesia tercatat sebagai eksportir terbesar kopi yg ke-8 di dunia.

&amp;ldquo;Kalah dengan Brazil, Swiss Jerman Kolombia bahkan oleh Vietnam. Jadi potret kinerja ekspor kopi Indonesia masih tertinggal masih dengan Vietnam yg pada tahun 2019 mencapai USD 2,22 miliar. Sedangkan kinerja ekspor kopi Indonesia tahun 2019 berada di angka USD 883,12 juta,&amp;rdquo; tuturnya.

Tidak hanya itu,ketertinggalan lain juga di komoditas lainnya seperti garmen. Menurutnya  Indonesia Produsen garmen terbesar ke-8 dunia tapi kenyataannya menjadi eksportir garmen yang ke-22 terbesar dunia.&amp;ldquo;Kita menjadi produsen garmen terbesar ke delapan dunia tetapi  kenyataannya kita menjadi eksportir garmen yang ke-22 terbesar dunia.  Kita menjadi produsen kayu ringan terbesar di dunia, termasuk jenis kayu  sengon dan jabon. Tapi menjadi eksportir home decor ke-19 terbesar di  dunia. Bahkan kita kalah dengan Vietnam dan kita hanya di peringkat  ke-21 terbesar dunia dalam ekspor produk furniture,&amp;rdquo; paparnya.

Ketertinggalan menangkap peluang ekspor juga nampak di komoditas  perikanan. Indonesia merupakan produsen produk perikanan  terbesar ke-2  dunia. Namun potret ekspornya juga masih di peringkat ke-13 dunia.

&amp;ldquo;Inilah fakta-fakta yang harus saya sampaikan. Saya melihat  ketertinggalan tidak harus membuat kita pesimis. Tidak ada jalan bagi  kita selain  melakukan langkah-langkah perbaikan. Langkah-langkah  pembenahan,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
