<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri PUPR: Infrastruktur RI Kalah dari Singapura</title><description>Basuki Hadimuljono mengungkap, infrastruktur menjadi penentu investor ketika ingin berinvestasi di sebuah negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/04/320/2321927/menteri-pupr-infrastruktur-ri-kalah-dari-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/04/320/2321927/menteri-pupr-infrastruktur-ri-kalah-dari-singapura"/><item><title>Menteri PUPR: Infrastruktur RI Kalah dari Singapura</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/04/320/2321927/menteri-pupr-infrastruktur-ri-kalah-dari-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/04/320/2321927/menteri-pupr-infrastruktur-ri-kalah-dari-singapura</guid><pubDate>Jum'at 04 Desember 2020 20:37 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/04/320/2321927/menteri-pupr-infrastruktur-ri-kalah-dari-singapura-g54J4qLKOo.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Infrastruktur (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/04/320/2321927/menteri-pupr-infrastruktur-ri-kalah-dari-singapura-g54J4qLKOo.jpeg</image><title>Infrastruktur (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkap, infrastruktur menjadi penentu investor ketika ingin berinvestasi di sebuah negara. Untuk itu, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas pemerintah.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur tidak hanya untuk membangun wilayah dan pemerataan pembangunan tetapi juga untuk meningkatkan daya saing Indonesia.
Baca Juga: Jokowi Pangkas Proyek Strategis Nasional Jadi 201 PSN, Nilainya Rp4.809 Triliun
 
Dia menuturkan, sering kali keluhan investor yang ingin berinvestasi di Indonesia berupa persoalan infrastruktur yang belum memadai. Untuk itu, pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.
&quot;Banyak sekali menurut Pak Bahlil, Pak Presiden, investor sudah mau masuk Indonesia, tetapi begitu masuk Indonesia melihat infrastruktur air, jalan, menjadi ragu. Sehingga kami lakukan ini membangun infrastruktur untuk mengejar daya saing kita,&quot; ujarnya dalam Manager Forum MNC Group ke-52 yang digelar secara virtual, Jumat (4/12/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNi80LzEyMjU1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Basuki melanjutkan, pemerintah juga menggenjot infrastruktur di sektor pariwisata yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing pariwisata.
&quot;Kenapa kita kalah saing misalnya dengan Singapura. Padahal pariwisata kita ini kan luar biasa. Tidak ada yang bisa mengalahkan kalau di Asian. Tetapi karena infrastruktur yang kecil, kita dianggap tidak efisien. Biaya logistik juga tinggi,&quot; jelasnya.
Menurut dia, dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol pun  dapat meningkatkan daya saing. Jarak tempuh menjadi lebih cepat karena  adanya jalan tol yang menghubungkan antar daerah.
&quot;Sekarang misalnya orang Semarang mau makan nasi liwet sudah langsung  ke Solo 45 menit. Misalnya dari Jakarta mau tugas ke daerah sekarang  sudah naik mobil. Surabaya Solo sekarang sudah ada travel. Semua sudah  mengubah juga dan ini meningkatkan daya saing kita,&quot; tuturnya. oktiani  endarwati</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkap, infrastruktur menjadi penentu investor ketika ingin berinvestasi di sebuah negara. Untuk itu, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas pemerintah.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur tidak hanya untuk membangun wilayah dan pemerataan pembangunan tetapi juga untuk meningkatkan daya saing Indonesia.
Baca Juga: Jokowi Pangkas Proyek Strategis Nasional Jadi 201 PSN, Nilainya Rp4.809 Triliun
 
Dia menuturkan, sering kali keluhan investor yang ingin berinvestasi di Indonesia berupa persoalan infrastruktur yang belum memadai. Untuk itu, pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.
&quot;Banyak sekali menurut Pak Bahlil, Pak Presiden, investor sudah mau masuk Indonesia, tetapi begitu masuk Indonesia melihat infrastruktur air, jalan, menjadi ragu. Sehingga kami lakukan ini membangun infrastruktur untuk mengejar daya saing kita,&quot; ujarnya dalam Manager Forum MNC Group ke-52 yang digelar secara virtual, Jumat (4/12/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNi80LzEyMjU1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Basuki melanjutkan, pemerintah juga menggenjot infrastruktur di sektor pariwisata yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing pariwisata.
&quot;Kenapa kita kalah saing misalnya dengan Singapura. Padahal pariwisata kita ini kan luar biasa. Tidak ada yang bisa mengalahkan kalau di Asian. Tetapi karena infrastruktur yang kecil, kita dianggap tidak efisien. Biaya logistik juga tinggi,&quot; jelasnya.
Menurut dia, dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol pun  dapat meningkatkan daya saing. Jarak tempuh menjadi lebih cepat karena  adanya jalan tol yang menghubungkan antar daerah.
&quot;Sekarang misalnya orang Semarang mau makan nasi liwet sudah langsung  ke Solo 45 menit. Misalnya dari Jakarta mau tugas ke daerah sekarang  sudah naik mobil. Surabaya Solo sekarang sudah ada travel. Semua sudah  mengubah juga dan ini meningkatkan daya saing kita,&quot; tuturnya. oktiani  endarwati</content:encoded></item></channel></rss>
