<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Inflasi November 0,28%, BI Jaga Sesuai Target</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,28% pada November 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/320/2321990/5-fakta-inflasi-november-0-28-bi-jaga-sesuai-target</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/320/2321990/5-fakta-inflasi-november-0-28-bi-jaga-sesuai-target"/><item><title>5 Fakta Inflasi November 0,28%, BI Jaga Sesuai Target</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/320/2321990/5-fakta-inflasi-november-0-28-bi-jaga-sesuai-target</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/320/2321990/5-fakta-inflasi-november-0-28-bi-jaga-sesuai-target</guid><pubDate>Sabtu 05 Desember 2020 06:09 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/04/320/2321990/5-fakta-inflasi-november-0-28-bi-jaga-sesuai-target-rhCfCvOI5S.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/04/320/2321990/5-fakta-inflasi-november-0-28-bi-jaga-sesuai-target-rhCfCvOI5S.jpeg</image><title>Inflasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,28% pada November 2020. Dari 90 kota yang di survei Indeks harga Konsumen (IHK), sebanyak 7 kota mengalami deflasi dan 83 kota mengalami inflasi.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto mengatakan, inflasi inti sebesar 1,23% dan adapun inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,59%.
&quot;Perkembangan inflasi ini berlanjut setelah Oktober mengalami deflasi. Kenaikan inflasi karena harga makanan dan minuman naik,&quot; kata Setianto.
Berikut adalah fakta mengenai inflasi yang dirangkum Okezone, Sabtu (5/12/2020).
Baca juga: BPS Catat Inflasi November 0,28%
1. Inflasi Terendah-Tertinggi
Dari 90 kota IHK, inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,15% dan terendah terjadi Bima sebesar 0,01%. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kendari minus 0,22% dan terendah terjadi di Meulaboh , Palopo minus 0,01%.
&quot;Inflasi di kota Tual ini andil kenaikan harga komoditas perikanan ikan ayam dan tongkol harganya naik,&quot; katanya.
 
Baca juga: Inflasi November 2020 0,12%, BI Ungkap Ayam hingga Minyak Goreng Jadi Pendorongnya
2. Penyumbang Inflasi
Setianto mengatakan berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,86% dan andilnya terhadap inflasi umum sebesar 0,22%.
&quot;Komoditas makanan andilnya adalah daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, dan bawang merah,&quot; ujarnya.
Kata dia, transportasi mengalami inflasi 0,30% dan andilnya 0,04% ke inflasi selama bulan lalu. Penyedia makanan dan minuman atau restoran mengalami inflasi 0,11% dan andilnya 0,01%.
Sementara kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi 0,04% dan andilnya ke deflasi sebesar 0,01%.
 
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
3. Alasan Harga Pangan Tinggi
Ekonom Indef Bhima Yudistira menilai inflasi sebesar 0,28% ini belum bisa dikatakan terjadi kenaikan daya beli yang signifikan. Hal ini dikarenakan komponen inflasi inti masih rendah yakni 0,06% per November, naik tipis dari oktober lalu yakni 0,04%.
Kata dia, bisa disimpulkan faktor berkurangnya pasokan pangan akibat curah hujan dan masuknya musim tanam berpengaruh terhadap stabilitas harga pangan.
&quot;Jadi berpengaruh pada stabilitas harga pangan,&quot; tandasnya.4. Komentar Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa tingkat  inflasi tahun ini adalah sebesar 1,5%. Angka tersebut terendah selama 6  tahun terakhir.
&quot;Outlook 2020 kita perkirakan inflasi 1,5%. Sangat rendah dalam 6  tahun terakhir. Jauh lebih rendah, single digit dan sangat rendah,&quot;  katanya dalam Konferensi Pers Strategi Implementasi APBN 2021, Selasa  (1/12/1010).
Dia menilai bahwa rendahnya inflasi karena adanya pandemi Covid-19. Sehingga menyebabkan permintaan menurun.
5. Sesuai Target
 
BI terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di  tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi sesuai kisaran  targetnya.
&quot;Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan  Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi  sesuai kisaran targetnya,&quot; ujar Direktur Komunikasi BI Onny Widjarnako  di Jakarta, Selasa (1/12/2020).</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,28% pada November 2020. Dari 90 kota yang di survei Indeks harga Konsumen (IHK), sebanyak 7 kota mengalami deflasi dan 83 kota mengalami inflasi.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto mengatakan, inflasi inti sebesar 1,23% dan adapun inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,59%.
&quot;Perkembangan inflasi ini berlanjut setelah Oktober mengalami deflasi. Kenaikan inflasi karena harga makanan dan minuman naik,&quot; kata Setianto.
Berikut adalah fakta mengenai inflasi yang dirangkum Okezone, Sabtu (5/12/2020).
Baca juga: BPS Catat Inflasi November 0,28%
1. Inflasi Terendah-Tertinggi
Dari 90 kota IHK, inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,15% dan terendah terjadi Bima sebesar 0,01%. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kendari minus 0,22% dan terendah terjadi di Meulaboh , Palopo minus 0,01%.
&quot;Inflasi di kota Tual ini andil kenaikan harga komoditas perikanan ikan ayam dan tongkol harganya naik,&quot; katanya.
 
Baca juga: Inflasi November 2020 0,12%, BI Ungkap Ayam hingga Minyak Goreng Jadi Pendorongnya
2. Penyumbang Inflasi
Setianto mengatakan berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,86% dan andilnya terhadap inflasi umum sebesar 0,22%.
&quot;Komoditas makanan andilnya adalah daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, dan bawang merah,&quot; ujarnya.
Kata dia, transportasi mengalami inflasi 0,30% dan andilnya 0,04% ke inflasi selama bulan lalu. Penyedia makanan dan minuman atau restoran mengalami inflasi 0,11% dan andilnya 0,01%.
Sementara kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi 0,04% dan andilnya ke deflasi sebesar 0,01%.
 
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
3. Alasan Harga Pangan Tinggi
Ekonom Indef Bhima Yudistira menilai inflasi sebesar 0,28% ini belum bisa dikatakan terjadi kenaikan daya beli yang signifikan. Hal ini dikarenakan komponen inflasi inti masih rendah yakni 0,06% per November, naik tipis dari oktober lalu yakni 0,04%.
Kata dia, bisa disimpulkan faktor berkurangnya pasokan pangan akibat curah hujan dan masuknya musim tanam berpengaruh terhadap stabilitas harga pangan.
&quot;Jadi berpengaruh pada stabilitas harga pangan,&quot; tandasnya.4. Komentar Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa tingkat  inflasi tahun ini adalah sebesar 1,5%. Angka tersebut terendah selama 6  tahun terakhir.
&quot;Outlook 2020 kita perkirakan inflasi 1,5%. Sangat rendah dalam 6  tahun terakhir. Jauh lebih rendah, single digit dan sangat rendah,&quot;  katanya dalam Konferensi Pers Strategi Implementasi APBN 2021, Selasa  (1/12/1010).
Dia menilai bahwa rendahnya inflasi karena adanya pandemi Covid-19. Sehingga menyebabkan permintaan menurun.
5. Sesuai Target
 
BI terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di  tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi sesuai kisaran  targetnya.
&quot;Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan  Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi  sesuai kisaran targetnya,&quot; ujar Direktur Komunikasi BI Onny Widjarnako  di Jakarta, Selasa (1/12/2020).</content:encoded></item></channel></rss>
