<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Mentah Naik, Brent Dekati USD50/Barel</title><description>Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Jumat (4/12/2020) waktu setempat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/320/2322073/harga-minyak-mentah-naik-brent-dekati-usd50-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/320/2322073/harga-minyak-mentah-naik-brent-dekati-usd50-barel"/><item><title>Harga Minyak Mentah Naik, Brent Dekati USD50/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/320/2322073/harga-minyak-mentah-naik-brent-dekati-usd50-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/320/2322073/harga-minyak-mentah-naik-brent-dekati-usd50-barel</guid><pubDate>Sabtu 05 Desember 2020 08:16 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/05/320/2322073/harga-minyak-mentah-naik-brent-dekati-usd50-barel-ICn6hkHIzQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak Mentah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/05/320/2322073/harga-minyak-mentah-naik-brent-dekati-usd50-barel-ICn6hkHIzQ.jpg</image><title>Minyak Mentah (Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Jumat (4/12/2020) waktu setempat. Di mana, Brent mendekati USD50 per barel dipicu ekspektasi paket stimulus ekonomi AS dan kemungkinan vaksin untuk Virus Corona, mengesampingkan peningkatan pasokan dan kenaikan jumlah korban tewas akibat COVID-19.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari, bertambah 54 sen atau 1,11% menjadi menetap di USD49,25 AS per barel. Selama sesi tersebut, kontrak Brent mencapai level tertinggi sejak awal Maret di USD49,92 per barel.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  OPEC Sepakat Pangkas Produksi, Harga Minyak Mendidih
Sementara itu harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, terangkat 62 sen menjadi USD46,26 per barel, setelah menyentuh level tertinggi USD46,68 per barel.

Kedua acuan minyak telah naik selama lima minggu berturut-turut, dengan harga Brent naik 1,7 persen dan harga minyak mentah AS naik 1,9 persen.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Melonjak Ditopang Keputusan Inggris Pakai Vaksin Pfizer
Rencana bantuan Virus Corona bipartisan senilai 908 miliar dolar AS mendapatkan momentum di Kongres AS.

&amp;ldquo;Kami lebih tinggi, meskipun ada peristiwa yang sangat buruk -- ini semua tentang stimulus,&amp;rdquo; kata Direktur Energi Berjangka Mizuho, Bob Yawger, di New York. &quot;Anda tidak bisa pulang dengan cepat akhir pekan ini karena mereka bisa menandatangani kesepakatan akhir pekan ini.&quot;

OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, pada Kamis (3/12/2020) menyetujui kompromi untuk sedikit meningkatkan produksi mulai Januari, tetapi melanjutkan sebagian besar pembatasan pasokan yang ada untuk mengatasi permintaan yang terpukul Virus Corona.OPEC dan Rusia sepakat untuk mengurangi pemangkasan produksi minyak  mulai Januari sebesar 500.000 barel per hari dengan kenaikan lebih  lanjut yang belum ditentukan setiap bulannya, gagal mencapai kompromi  mengenai kebijakan yang lebih luas untuk sisa tahun 2021.

OPEC+ diperkirakan akan melanjutkan pemotongan yang ada hingga  setidaknya Maret, setelah mundur dari rencana untuk meningkatkan  produksi sebesar dua juta barel per hari.

Kenaikan ini berarti grup tersebut akan mengurangi produksi sebesar  7,2 juta barel per hari, atau 7,0 persen dari permintaan global mulai  Januari, dibandingkan dengan pemotongan saat ini sebesar 7,7 juta barel  per hari.

Sementara beberapa analis melihat pasar minyak kekurangan pasokan  bahkan di bawah kuota pasokan baru yang lebih tinggi, yang lain  memperkirakan barel akan membuat pasar mengalami kelebihan pasokan.

Analis Wood Mackenzie, misalnya, memperkirakan bahwa jika kenaikan  terus berlanjut hingga Maret, mungkin ada 1,6 juta barel per hari yang  tidak diinginkan pada kuartal pertama.

Produksi AS sementara itu telah pulih dari posisi terendah dua  setengah tahun yang disentuh pada Mei terutama karena produsen serpih  telah mengaktifkan kembali sumur-sumur mereka sebagai tanggapan atas  kenaikan harga.

Jumlah rig minyak AS naik lima rig menjadi 246 rig, tertinggi sejak Mei, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes Co.</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Jumat (4/12/2020) waktu setempat. Di mana, Brent mendekati USD50 per barel dipicu ekspektasi paket stimulus ekonomi AS dan kemungkinan vaksin untuk Virus Corona, mengesampingkan peningkatan pasokan dan kenaikan jumlah korban tewas akibat COVID-19.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari, bertambah 54 sen atau 1,11% menjadi menetap di USD49,25 AS per barel. Selama sesi tersebut, kontrak Brent mencapai level tertinggi sejak awal Maret di USD49,92 per barel.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  OPEC Sepakat Pangkas Produksi, Harga Minyak Mendidih
Sementara itu harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, terangkat 62 sen menjadi USD46,26 per barel, setelah menyentuh level tertinggi USD46,68 per barel.

Kedua acuan minyak telah naik selama lima minggu berturut-turut, dengan harga Brent naik 1,7 persen dan harga minyak mentah AS naik 1,9 persen.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Melonjak Ditopang Keputusan Inggris Pakai Vaksin Pfizer
Rencana bantuan Virus Corona bipartisan senilai 908 miliar dolar AS mendapatkan momentum di Kongres AS.

&amp;ldquo;Kami lebih tinggi, meskipun ada peristiwa yang sangat buruk -- ini semua tentang stimulus,&amp;rdquo; kata Direktur Energi Berjangka Mizuho, Bob Yawger, di New York. &quot;Anda tidak bisa pulang dengan cepat akhir pekan ini karena mereka bisa menandatangani kesepakatan akhir pekan ini.&quot;

OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, pada Kamis (3/12/2020) menyetujui kompromi untuk sedikit meningkatkan produksi mulai Januari, tetapi melanjutkan sebagian besar pembatasan pasokan yang ada untuk mengatasi permintaan yang terpukul Virus Corona.OPEC dan Rusia sepakat untuk mengurangi pemangkasan produksi minyak  mulai Januari sebesar 500.000 barel per hari dengan kenaikan lebih  lanjut yang belum ditentukan setiap bulannya, gagal mencapai kompromi  mengenai kebijakan yang lebih luas untuk sisa tahun 2021.

OPEC+ diperkirakan akan melanjutkan pemotongan yang ada hingga  setidaknya Maret, setelah mundur dari rencana untuk meningkatkan  produksi sebesar dua juta barel per hari.

Kenaikan ini berarti grup tersebut akan mengurangi produksi sebesar  7,2 juta barel per hari, atau 7,0 persen dari permintaan global mulai  Januari, dibandingkan dengan pemotongan saat ini sebesar 7,7 juta barel  per hari.

Sementara beberapa analis melihat pasar minyak kekurangan pasokan  bahkan di bawah kuota pasokan baru yang lebih tinggi, yang lain  memperkirakan barel akan membuat pasar mengalami kelebihan pasokan.

Analis Wood Mackenzie, misalnya, memperkirakan bahwa jika kenaikan  terus berlanjut hingga Maret, mungkin ada 1,6 juta barel per hari yang  tidak diinginkan pada kuartal pertama.

Produksi AS sementara itu telah pulih dari posisi terendah dua  setengah tahun yang disentuh pada Mei terutama karena produsen serpih  telah mengaktifkan kembali sumur-sumur mereka sebagai tanggapan atas  kenaikan harga.

Jumlah rig minyak AS naik lima rig menjadi 246 rig, tertinggi sejak Mei, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes Co.</content:encoded></item></channel></rss>
