<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Sejahtera, Driver Ojol Tolak Merger Grab-Gojek</title><description>Seluruh pengemudi ojek online (ojol) menolak rencana penggabungan atau merger antara Grab dengan Gojek.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/320/2322137/tak-sejahtera-driver-ojol-tolak-merger-grab-gojek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/320/2322137/tak-sejahtera-driver-ojol-tolak-merger-grab-gojek"/><item><title>Tak Sejahtera, Driver Ojol Tolak Merger Grab-Gojek</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/320/2322137/tak-sejahtera-driver-ojol-tolak-merger-grab-gojek</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/320/2322137/tak-sejahtera-driver-ojol-tolak-merger-grab-gojek</guid><pubDate>Sabtu 05 Desember 2020 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/05/320/2322137/tak-sejahtera-driver-ojol-tolak-merger-grab-gojek-T55mVdldBm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ojek Online (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/05/320/2322137/tak-sejahtera-driver-ojol-tolak-merger-grab-gojek-T55mVdldBm.jpg</image><title>Ojek Online (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Seluruh pengemudi ojek online (ojol) menolak rencana penggabungan atau merger antara Grab dengan Gojek. Mereka menilai selama ini saja kedua perusahaan tersebut belum becus dalam hal mengurus kesejahteraan mitranya.

&quot;Kami para mitra ini menolak adanya penggabungan atau merger. Masih ada kinerja kemitraan yang belum selesai kepada mitra driver. Transparansi seperti apa yang selama ini mereka jalankan itu belum transparan dan kesejahteraan mitra itu masih belum berimbang,&quot; kata Ketua Presidium Gabungan Aksi Aksi Roda Dua (GARDA) Igun Wicaksono kepada Okezone, Sabtu (5/12/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Grab dan Gojek Merger, Konsumen dan Driver Ojol Bisa Dirugikan
Dia meminta kepada Grab dan Gojek jangan hanya memikirkan kepentingan bisnis saja. Diharapkan mereka untuk lebih memperhatikan kesejahteraan daripada mitranya.

&quot;Jadi jangan memperbesar korporasi tapi tidak memperhatikan kesejahteraan mitra,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Berisiko Tinggi, Ojol Harus Tes Covid-19 Massal
Selama ini, lanjut dia para mitra itu sudah banting tulang di jalanan demi memperbesar perusahaan. Sehingga, diharapkan Grab dan Gojek pun juga memperhatikan nasib mereka .&quot;Kami disebut mitra, tapi tidak berjalan fungsinya sebagai mitra.  Eksploitasi seperti itu, karena bisa dilihat sangat timpang. Mitranya  banyak yang hidupnya sulit, sedangkan mereka makin tambah besar dari  hasil kerrja keras mitra,&quot; kata dia.

Sebelumnya, Grab dan Gojek semakin dekat dengan merger. Hal ini  pertama kali disampaikan oleh CEO Grab Anthony Tan di Singapura  mengatakan kepada karyawannya dalam memo internal pada Kamis 3 Desember  2020.

Menurutnya, perusahaan saat ini tengah berada dalam posisi untuk  melakukan akuisisi. Hal ini dilakukan menyusul laporan bahwa pihaknya  sedang melakukan langkah merger dengan saingan regionalnya, Gojek.

Kedua perusahaan telah membuat kemajuan substansial dalam pembicaraan  untuk menggabungkan dua perusahaan rintisan (startup) paling berharga  di Asia Tenggara itu. Demikian seperti dilansir VOA Indonesia, Jakarta,  Jumat (4/12/2020).</description><content:encoded>JAKARTA - Seluruh pengemudi ojek online (ojol) menolak rencana penggabungan atau merger antara Grab dengan Gojek. Mereka menilai selama ini saja kedua perusahaan tersebut belum becus dalam hal mengurus kesejahteraan mitranya.

&quot;Kami para mitra ini menolak adanya penggabungan atau merger. Masih ada kinerja kemitraan yang belum selesai kepada mitra driver. Transparansi seperti apa yang selama ini mereka jalankan itu belum transparan dan kesejahteraan mitra itu masih belum berimbang,&quot; kata Ketua Presidium Gabungan Aksi Aksi Roda Dua (GARDA) Igun Wicaksono kepada Okezone, Sabtu (5/12/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Grab dan Gojek Merger, Konsumen dan Driver Ojol Bisa Dirugikan
Dia meminta kepada Grab dan Gojek jangan hanya memikirkan kepentingan bisnis saja. Diharapkan mereka untuk lebih memperhatikan kesejahteraan daripada mitranya.

&quot;Jadi jangan memperbesar korporasi tapi tidak memperhatikan kesejahteraan mitra,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Berisiko Tinggi, Ojol Harus Tes Covid-19 Massal
Selama ini, lanjut dia para mitra itu sudah banting tulang di jalanan demi memperbesar perusahaan. Sehingga, diharapkan Grab dan Gojek pun juga memperhatikan nasib mereka .&quot;Kami disebut mitra, tapi tidak berjalan fungsinya sebagai mitra.  Eksploitasi seperti itu, karena bisa dilihat sangat timpang. Mitranya  banyak yang hidupnya sulit, sedangkan mereka makin tambah besar dari  hasil kerrja keras mitra,&quot; kata dia.

Sebelumnya, Grab dan Gojek semakin dekat dengan merger. Hal ini  pertama kali disampaikan oleh CEO Grab Anthony Tan di Singapura  mengatakan kepada karyawannya dalam memo internal pada Kamis 3 Desember  2020.

Menurutnya, perusahaan saat ini tengah berada dalam posisi untuk  melakukan akuisisi. Hal ini dilakukan menyusul laporan bahwa pihaknya  sedang melakukan langkah merger dengan saingan regionalnya, Gojek.

Kedua perusahaan telah membuat kemajuan substansial dalam pembicaraan  untuk menggabungkan dua perusahaan rintisan (startup) paling berharga  di Asia Tenggara itu. Demikian seperti dilansir VOA Indonesia, Jakarta,  Jumat (4/12/2020).</content:encoded></item></channel></rss>
