<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaji Berkurang Jangan Jadikan Alasan untuk Tak Menabung</title><description>Pandemi virus corona atau Covid-19 masih belum bisa diketahui akan berakhir kapan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/622/2322199/gaji-berkurang-jangan-jadikan-alasan-untuk-tak-menabung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/622/2322199/gaji-berkurang-jangan-jadikan-alasan-untuk-tak-menabung"/><item><title>Gaji Berkurang Jangan Jadikan Alasan untuk Tak Menabung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/622/2322199/gaji-berkurang-jangan-jadikan-alasan-untuk-tak-menabung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/05/622/2322199/gaji-berkurang-jangan-jadikan-alasan-untuk-tak-menabung</guid><pubDate>Sabtu 05 Desember 2020 16:08 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/05/622/2322199/gaji-berkurang-jangan-jadikan-alasan-untuk-tak-menabung-ZjlWV7rq72.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Isi Dompet (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/05/622/2322199/gaji-berkurang-jangan-jadikan-alasan-untuk-tak-menabung-ZjlWV7rq72.jpg</image><title>Isi Dompet (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 masih belum bisa diketahui akan berakhir kapan. Dampak dari adanya wabah tersebut membuat sejumlah perusahaan mengeluarkan kebijakan untuk menyunat gaji para pegawainya.

Meski penghasilan bulanan Anda mengalami penurunan karena perusahaan sedang mengalami krisis, tapi itu tak jadi alasan Anda tak menabung. Karena, sejatinya aktivitas menabung itu tidak terbatasi oleh besar atau kecilnya penghasilan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Stres Masalah Keuangan, Begini Cara Mengatasinya
&quot;Idealnya dana yang kita tabung dari penghasilan kita sebesar 10% dari penghasilan, dan yang lebih penting adalah kita membangun kedisiplinan dan kebiasaan untuk menabung ini tadi,&quot; kata Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho kepada Okezone, Sabtu (5/12/2020).

Menurut dia, bila kondisinya masih memungkinkan untuk menyisihkan uang sebesar 10% dari penghsilan, maka Anda baiknya menabung dari standar ideal tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Cara Mengatur Anggaran Pribadi, Jangan Berutang
&quot;Bila kondisinya memungkinkan, tentunya akan lebih baik bila dana yang disisihkan bisa lebih dari 10%,&quot; ujarnya.
Namun, jika ternyata apabila sudah dilakukan bujeting pengeluaran  bulanan setelah menerima gaji. Kemudian, tidak cukup untuk menabung  sebanyak 10% dari penghasilan, maka tak dilarang juga untuk Anda  menabung di bawah nominal itu.

&quot;Bukan suatu hal yang tabu juga seandainya saat ini kita lagi banyak  pengeluaran dan kebutuhan, lalu hanya mampu menyisihkan 5% dari  penghasilan untuk ditabung misalnya,&quot; kata dia.

Dia menilai, ketika Anda ingin menabung, maka yang pertama ditanamkan  adalah niat untuk menyisihkan uangnya. Jangan hanya karena nominalnya  kecil, malah mengurungkan Anda untuk menabung.

&quot;Karena yang penting kebiasaannya untuk menabung tadi yang kita  tekankan. Jadi meskipun penghasilan sedang berkurang, tetap lakukan  menabung sekecil apapun persentasenya, agar menjadi mindset dan  kebiasaan kita,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 masih belum bisa diketahui akan berakhir kapan. Dampak dari adanya wabah tersebut membuat sejumlah perusahaan mengeluarkan kebijakan untuk menyunat gaji para pegawainya.

Meski penghasilan bulanan Anda mengalami penurunan karena perusahaan sedang mengalami krisis, tapi itu tak jadi alasan Anda tak menabung. Karena, sejatinya aktivitas menabung itu tidak terbatasi oleh besar atau kecilnya penghasilan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Stres Masalah Keuangan, Begini Cara Mengatasinya
&quot;Idealnya dana yang kita tabung dari penghasilan kita sebesar 10% dari penghasilan, dan yang lebih penting adalah kita membangun kedisiplinan dan kebiasaan untuk menabung ini tadi,&quot; kata Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho kepada Okezone, Sabtu (5/12/2020).

Menurut dia, bila kondisinya masih memungkinkan untuk menyisihkan uang sebesar 10% dari penghsilan, maka Anda baiknya menabung dari standar ideal tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Cara Mengatur Anggaran Pribadi, Jangan Berutang
&quot;Bila kondisinya memungkinkan, tentunya akan lebih baik bila dana yang disisihkan bisa lebih dari 10%,&quot; ujarnya.
Namun, jika ternyata apabila sudah dilakukan bujeting pengeluaran  bulanan setelah menerima gaji. Kemudian, tidak cukup untuk menabung  sebanyak 10% dari penghasilan, maka tak dilarang juga untuk Anda  menabung di bawah nominal itu.

&quot;Bukan suatu hal yang tabu juga seandainya saat ini kita lagi banyak  pengeluaran dan kebutuhan, lalu hanya mampu menyisihkan 5% dari  penghasilan untuk ditabung misalnya,&quot; kata dia.

Dia menilai, ketika Anda ingin menabung, maka yang pertama ditanamkan  adalah niat untuk menyisihkan uangnya. Jangan hanya karena nominalnya  kecil, malah mengurungkan Anda untuk menabung.

&quot;Karena yang penting kebiasaannya untuk menabung tadi yang kita  tekankan. Jadi meskipun penghasilan sedang berkurang, tetap lakukan  menabung sekecil apapun persentasenya, agar menjadi mindset dan  kebiasaan kita,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
