<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Minta Masyarakat Tak Lagi Pinjam Uang dari Rentenir</title><description>OJK melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mengimbau kepada masyarakat agar menghilangkan tradisi meminjam uang dari rentenir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/11/2323299/ojk-minta-masyarakat-tak-lagi-pinjam-uang-dari-rentenir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/11/2323299/ojk-minta-masyarakat-tak-lagi-pinjam-uang-dari-rentenir"/><item><title>OJK Minta Masyarakat Tak Lagi Pinjam Uang dari Rentenir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/11/2323299/ojk-minta-masyarakat-tak-lagi-pinjam-uang-dari-rentenir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/11/2323299/ojk-minta-masyarakat-tak-lagi-pinjam-uang-dari-rentenir</guid><pubDate>Senin 07 Desember 2020 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/07/11/2323299/ojk-minta-masyarakat-tak-lagi-pinjam-uang-dari-rentenir-APa0XSFXoE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/07/11/2323299/ojk-minta-masyarakat-tak-lagi-pinjam-uang-dari-rentenir-APa0XSFXoE.jpg</image><title>Foto: Dok Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mengimbau kepada masyarakat agar menghilangkan tradisi meminjam uang dari rentenir. Pasalnya, mereka itu hanya memberikan kemudahan saat pencairan pinjaman, tapi bunganya akan mencekik masyarakat.
Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara meminta masyarakat tak lagi meminjam uang dari rentenir. Kini, melalui TPAKD ada program pembiayaan yang bernama Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR).
&amp;ldquo;Masyarakat jangan lagi meminjam ke rentenir. Jadi dari kami di sini ojk pusat menciptakan sebuah generik model utk kredit atau pembiayaan melawan rentenir atau (K/PMR),&amp;rdquo; kata Tirta dalam konferensi pers secara virtual, Senin (7/12/2020).&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, model peminjaman dari K/PMR itu, yakni mengedepankan proses yang cepat dan biaya yang rendah. Sebab, untuk mengalahkan para lintah darat itu memang harus mempunyai keunggulan dari sisi kecepatan pencairan pinjaman.
&amp;ldquo;Kenapa harus cepat dan rendah, karena mau melawan rentenir. Karakterisitik rentenir itu kan bisa cepat. Butuh malam ini, malam ini cair juga, tapi bungannya mahal. Kini kita lawan dengan bunga rendah,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia menuturkan, kini program K/PMR sudah ada di 20 TPAKD yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Namun, dirinya tak merinci ihwal daerah mana saja yang sudah menerapkan K/PMR tersebut.
&amp;ldquo;Debiturnya kini ada 48.745 nasabah dan jumlah yang kredit tersalurkan Rp588,97 miliar. Jadi udah banyak dan akan kita dorong terus,&amp;rdquo; katanya.
CM</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mengimbau kepada masyarakat agar menghilangkan tradisi meminjam uang dari rentenir. Pasalnya, mereka itu hanya memberikan kemudahan saat pencairan pinjaman, tapi bunganya akan mencekik masyarakat.
Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara meminta masyarakat tak lagi meminjam uang dari rentenir. Kini, melalui TPAKD ada program pembiayaan yang bernama Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR).
&amp;ldquo;Masyarakat jangan lagi meminjam ke rentenir. Jadi dari kami di sini ojk pusat menciptakan sebuah generik model utk kredit atau pembiayaan melawan rentenir atau (K/PMR),&amp;rdquo; kata Tirta dalam konferensi pers secara virtual, Senin (7/12/2020).&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, model peminjaman dari K/PMR itu, yakni mengedepankan proses yang cepat dan biaya yang rendah. Sebab, untuk mengalahkan para lintah darat itu memang harus mempunyai keunggulan dari sisi kecepatan pencairan pinjaman.
&amp;ldquo;Kenapa harus cepat dan rendah, karena mau melawan rentenir. Karakterisitik rentenir itu kan bisa cepat. Butuh malam ini, malam ini cair juga, tapi bungannya mahal. Kini kita lawan dengan bunga rendah,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia menuturkan, kini program K/PMR sudah ada di 20 TPAKD yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Namun, dirinya tak merinci ihwal daerah mana saja yang sudah menerapkan K/PMR tersebut.
&amp;ldquo;Debiturnya kini ada 48.745 nasabah dan jumlah yang kredit tersalurkan Rp588,97 miliar. Jadi udah banyak dan akan kita dorong terus,&amp;rdquo; katanya.
CM</content:encoded></item></channel></rss>
