<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Mau Cuan saat Investasi Saham? Ini Kuncinya</title><description>Pengelolaan uang yang baik adalah dengan mengalokasikannya dengan cara membuka usaha</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/278/2323367/mau-cuan-saat-investasi-saham-ini-kuncinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/278/2323367/mau-cuan-saat-investasi-saham-ini-kuncinya"/><item><title> Mau Cuan saat Investasi Saham? Ini Kuncinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/278/2323367/mau-cuan-saat-investasi-saham-ini-kuncinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/278/2323367/mau-cuan-saat-investasi-saham-ini-kuncinya</guid><pubDate>Senin 07 Desember 2020 19:08 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/07/278/2323367/mau-cuan-saat-investasi-saham-ini-kuncinya-sDn1XLQGDW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/07/278/2323367/mau-cuan-saat-investasi-saham-ini-kuncinya-sDn1XLQGDW.jpg</image><title>IHSG (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Salah satu cara pengelolaan uang yang baik adalah dengan mengalokasikannya dengan cara membuka usaha atau berinvestasi saham.

Namun, bagi Anda yang ingin menyisihkan sebagian uangnya untuk membeli saham, sebaiknya perbanyak literasi terlebih dahulu.

&quot;Pasar modal ini mesti paham. Jadi yang untuk investasinya, literasinya akan kita dorong lebih dulu baru inklusinya,&quot; kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (7/12/2020).
Baca Juga: Masyarakat Berbondong-bondong 'Timbun' Duit di Bank, Ini Buktinya

Menurut dia, banyak orang-orang yang sukses bermain saham di pasar modal, mereka adalah sosok yang rajin membaca. Dengan begitu, mereka akan cermat dalam memilih setiap saham yang akan dibelinya.

&quot;Jadi kalau mau beli saham, mesti paham. Jangan sampai konsumen yang tidak paham, karena situasi pandemi mereka butuh uang butuh likuiditas sahamnya di-redeem, kok harganya jatuh. Kalau tidak paham malah bisa turunkan kepercayaan,&quot; ujarnya.

Dia menjelaskan, pada pasar modal pun terdapat sistem pendanaan. Salah satu contohnya seperti fasilitas urun dana atau crowdfunding, yang bisa jadi opsi bagi pelaku usaha kecil dan menengah mendapatkan modal.

&quot;Dari sisi funding kita sudah dorong dulu, bahkan di level provinsi kita sudah sosialisasikan obligasi daerah. Tapi untuk investasi ini, harus hati-hati, harus paham dulu. Bahkan saya sarankan kalau untuk investasi yang di pasar modal entah saham, reksadana, atau dia beli produk pasar modal yang lain, ini harus hati-hati karena memang harus paham dulu supaya nanti konsumen tidak merasa dirugikan tidak dijelaskan dan sebagainya,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Salah satu cara pengelolaan uang yang baik adalah dengan mengalokasikannya dengan cara membuka usaha atau berinvestasi saham.

Namun, bagi Anda yang ingin menyisihkan sebagian uangnya untuk membeli saham, sebaiknya perbanyak literasi terlebih dahulu.

&quot;Pasar modal ini mesti paham. Jadi yang untuk investasinya, literasinya akan kita dorong lebih dulu baru inklusinya,&quot; kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (7/12/2020).
Baca Juga: Masyarakat Berbondong-bondong 'Timbun' Duit di Bank, Ini Buktinya

Menurut dia, banyak orang-orang yang sukses bermain saham di pasar modal, mereka adalah sosok yang rajin membaca. Dengan begitu, mereka akan cermat dalam memilih setiap saham yang akan dibelinya.

&quot;Jadi kalau mau beli saham, mesti paham. Jangan sampai konsumen yang tidak paham, karena situasi pandemi mereka butuh uang butuh likuiditas sahamnya di-redeem, kok harganya jatuh. Kalau tidak paham malah bisa turunkan kepercayaan,&quot; ujarnya.

Dia menjelaskan, pada pasar modal pun terdapat sistem pendanaan. Salah satu contohnya seperti fasilitas urun dana atau crowdfunding, yang bisa jadi opsi bagi pelaku usaha kecil dan menengah mendapatkan modal.

&quot;Dari sisi funding kita sudah dorong dulu, bahkan di level provinsi kita sudah sosialisasikan obligasi daerah. Tapi untuk investasi ini, harus hati-hati, harus paham dulu. Bahkan saya sarankan kalau untuk investasi yang di pasar modal entah saham, reksadana, atau dia beli produk pasar modal yang lain, ini harus hati-hati karena memang harus paham dulu supaya nanti konsumen tidak merasa dirugikan tidak dijelaskan dan sebagainya,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
