<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1,2 Juta Vaksin Covid-19 China Tiba, Investasi Langsung Sembuh?</title><description>Pengentasan virus corona (Covid-19) di Indonesia mulai memasuki babak baru.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/320/2322887/1-2-juta-vaksin-covid-19-china-tiba-investasi-langsung-sembuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/320/2322887/1-2-juta-vaksin-covid-19-china-tiba-investasi-langsung-sembuh"/><item><title>1,2 Juta Vaksin Covid-19 China Tiba, Investasi Langsung Sembuh?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/320/2322887/1-2-juta-vaksin-covid-19-china-tiba-investasi-langsung-sembuh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/320/2322887/1-2-juta-vaksin-covid-19-china-tiba-investasi-langsung-sembuh</guid><pubDate>Senin 07 Desember 2020 08:26 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/07/320/2322887/1-2-juta-vaksin-covid-19-china-tiba-investasi-langsung-sembuh-QHvXjIOrF3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/07/320/2322887/1-2-juta-vaksin-covid-19-china-tiba-investasi-langsung-sembuh-QHvXjIOrF3.jpg</image><title>Investasi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pengentasan virus corona (Covid-19) di Indonesia mulai memasuki babak baru. Sebanyak 1,2 juta vaksin Sinovac Ltd asal China sudah diterima pemerintah pada Minggu 6 Desember 2020 malam.

Lalu, apakah datangnya vaksin itu ke Indonesia lantas memperbiki iklim investasi di Tanah Air?
 
&amp;nbsp;Baca juga: Legalkan 6 Vaksin Covid-19, Erick Thohir Ditunjuk Jadi Pelaksana Vaksinasi Mandiri
Direktur Riset CORE Piter Abdullah menilai iklim investasi langsung nampaknya masih belum akan berubah dalam waktu yang relatif singkat. Sebab, kini kasus baru Covid-19 di Tanah Air masih terus menunjukkan adanya tren peningkatan dan belum menurun.

&quot;Kalau investasi langsung belum akan berubah dengan cepat. Investasi langsung Akan bangkit ketika pandeminya mereda. Saat ini kasus covid justru terus meningkat,&quot; ujarnya kepada Okezone, Senin (7/12/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Apa Itu BPOM? Simak Tugas Instansi yang Berhubungan Vaksin Covid-19
Dia menyebut kabar datangnya vaksin Covid-19 buatan China tersebut hanya akan membawa sentimen positif terhadap perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Namun, pemerintah tak boleh jumawa karena tetap harus fokus untuk menurunkan angka kasus baru virus corona.

&quot;Vaksin bisa menjadi sentimen positif untuk investasi portfolio di pasar keuangan khususnya pasar saham. Tapi harus Juga dipertimbangkan,&quot; katanya.Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pemerintah  telah menerima 1,2 juta dosis vaksin virus corona (Covid-19). Vaksin  itu, kata Jokowi, buatan Sinovac. Vaksin tersebut telah tiba di  Indonesia pada malam hari ini.

&quot;Saya ingin menyampaikan satu kabar baik, satu kabar baik, bahwa hari  ini pemerintah sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19,&quot; kata  Jokowi melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, kemarin.

Jokowi membeberkan bahwa vaksin buatan Sinovac tersebut telah  dilakukan uji klinis sejak Agustus 2020. Salah satu yang melakukan uji  klinis terhadap vaksin tersebut yakni Bio Farma, di Bandung, Jawa Barat.

&quot;Vaksin ini buatan Sinovac yang kita uji secara klinis di Bandung sejak Agustus 2020, yang lalu,&quot; ucap Jokowi.

&quot;Kita juga masih mengupayakan 1,8 juta dosisi vaksin yang akan tiba di awal Januari 2021,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengentasan virus corona (Covid-19) di Indonesia mulai memasuki babak baru. Sebanyak 1,2 juta vaksin Sinovac Ltd asal China sudah diterima pemerintah pada Minggu 6 Desember 2020 malam.

Lalu, apakah datangnya vaksin itu ke Indonesia lantas memperbiki iklim investasi di Tanah Air?
 
&amp;nbsp;Baca juga: Legalkan 6 Vaksin Covid-19, Erick Thohir Ditunjuk Jadi Pelaksana Vaksinasi Mandiri
Direktur Riset CORE Piter Abdullah menilai iklim investasi langsung nampaknya masih belum akan berubah dalam waktu yang relatif singkat. Sebab, kini kasus baru Covid-19 di Tanah Air masih terus menunjukkan adanya tren peningkatan dan belum menurun.

&quot;Kalau investasi langsung belum akan berubah dengan cepat. Investasi langsung Akan bangkit ketika pandeminya mereda. Saat ini kasus covid justru terus meningkat,&quot; ujarnya kepada Okezone, Senin (7/12/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Apa Itu BPOM? Simak Tugas Instansi yang Berhubungan Vaksin Covid-19
Dia menyebut kabar datangnya vaksin Covid-19 buatan China tersebut hanya akan membawa sentimen positif terhadap perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Namun, pemerintah tak boleh jumawa karena tetap harus fokus untuk menurunkan angka kasus baru virus corona.

&quot;Vaksin bisa menjadi sentimen positif untuk investasi portfolio di pasar keuangan khususnya pasar saham. Tapi harus Juga dipertimbangkan,&quot; katanya.Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pemerintah  telah menerima 1,2 juta dosis vaksin virus corona (Covid-19). Vaksin  itu, kata Jokowi, buatan Sinovac. Vaksin tersebut telah tiba di  Indonesia pada malam hari ini.

&quot;Saya ingin menyampaikan satu kabar baik, satu kabar baik, bahwa hari  ini pemerintah sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19,&quot; kata  Jokowi melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, kemarin.

Jokowi membeberkan bahwa vaksin buatan Sinovac tersebut telah  dilakukan uji klinis sejak Agustus 2020. Salah satu yang melakukan uji  klinis terhadap vaksin tersebut yakni Bio Farma, di Bandung, Jawa Barat.

&quot;Vaksin ini buatan Sinovac yang kita uji secara klinis di Bandung sejak Agustus 2020, yang lalu,&quot; ucap Jokowi.

&quot;Kita juga masih mengupayakan 1,8 juta dosisi vaksin yang akan tiba di awal Januari 2021,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
