<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Vaksinasi Covid-19 Tak Semuanya Pakai Uang Negara   </title><description>Program vaksinasi Covid-19 tidak seluruhnya akan didanai dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/320/2323231/vaksinasi-covid-19-tak-semuanya-pakai-uang-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/320/2323231/vaksinasi-covid-19-tak-semuanya-pakai-uang-negara"/><item><title> Vaksinasi Covid-19 Tak Semuanya Pakai Uang Negara   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/320/2323231/vaksinasi-covid-19-tak-semuanya-pakai-uang-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/07/320/2323231/vaksinasi-covid-19-tak-semuanya-pakai-uang-negara</guid><pubDate>Senin 07 Desember 2020 16:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/07/320/2323231/vaksinasi-covid-19-tak-semuanya-pakai-uang-negara-OSB1FhdFdP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Covid-19 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/07/320/2323231/vaksinasi-covid-19-tak-semuanya-pakai-uang-negara-OSB1FhdFdP.jpg</image><title>Covid-19 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Program vaksinasi Covid-19 tidak seluruhnya akan didanai dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya ada juga program vaksinasi Covid-19 mandiri atau berbayar.

&quot;Sebagian didanai oleh APBN, dan sebagian dilakukan mandiri,&quot; ujar Menteri Keuangaan (Menkeu) Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (7/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sinovac Disuntik Rp7,26 Triliun Buat Produksi Vaksin Covid-19&amp;nbsp;
Sri Mulyani menjelaskan, program vaksinasi akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, maupun swasta.


&quot;Program ini baru akan dimulai 2021, dan diprediksi bisa sampai 2022,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wNy8xLzEyNTY0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Selain pengadaan vaksin, tahun depan pemerintah juga mengalokasikan anggaran antisipasi vaksinasi Rp3,7 triliun, sarana prasarana, laboratorium, litbang, dan PCR di Kemenkes Rp1,2 triliun dan BPOM Rp100 miliar.

&quot;Total keseluruhan anggarannya mencapai Rp60,5 triliun,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Program vaksinasi Covid-19 tidak seluruhnya akan didanai dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya ada juga program vaksinasi Covid-19 mandiri atau berbayar.

&quot;Sebagian didanai oleh APBN, dan sebagian dilakukan mandiri,&quot; ujar Menteri Keuangaan (Menkeu) Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (7/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sinovac Disuntik Rp7,26 Triliun Buat Produksi Vaksin Covid-19&amp;nbsp;
Sri Mulyani menjelaskan, program vaksinasi akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, maupun swasta.


&quot;Program ini baru akan dimulai 2021, dan diprediksi bisa sampai 2022,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wNy8xLzEyNTY0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Selain pengadaan vaksin, tahun depan pemerintah juga mengalokasikan anggaran antisipasi vaksinasi Rp3,7 triliun, sarana prasarana, laboratorium, litbang, dan PCR di Kemenkes Rp1,2 triliun dan BPOM Rp100 miliar.

&quot;Total keseluruhan anggarannya mencapai Rp60,5 triliun,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
