<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SOCI Dapat Pinjaman USD180 Juta dari Bank Mandiri hingga BCA</title><description>PT Soechi Lines Tbk (SOCI) mendapatkan pinjaman sindikasi berjangka senilai USD180 juta</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/278/2323910/soci-dapat-pinjaman-usd180-juta-dari-bank-mandiri-hingga-bca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/278/2323910/soci-dapat-pinjaman-usd180-juta-dari-bank-mandiri-hingga-bca"/><item><title>SOCI Dapat Pinjaman USD180 Juta dari Bank Mandiri hingga BCA</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/278/2323910/soci-dapat-pinjaman-usd180-juta-dari-bank-mandiri-hingga-bca</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/278/2323910/soci-dapat-pinjaman-usd180-juta-dari-bank-mandiri-hingga-bca</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2020 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/08/278/2323910/soci-dapat-pinjaman-usd180-juta-dari-bank-mandiri-hingga-bca-tx2OEcJSp4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SOCI Dapat Pinjaman USD180 Juta. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/08/278/2323910/soci-dapat-pinjaman-usd180-juta-dari-bank-mandiri-hingga-bca-tx2OEcJSp4.jpg</image><title>SOCI Dapat Pinjaman USD180 Juta. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Soechi Lines Tbk (SOCI) mendapatkan pinjaman sindikasi berjangka senilai USD180 juta. Adapun yang bertindak sebagai pemberi pinjaman awal joint mandated lead arranger and bookrunner, agen, dan agen penampungan adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Central Asia Tbk.
Pihak peminjam atau debitur dan para penjamin terdiri dari PT Soechi Lines Tbk. bersama anak-anak usaha yaitu PT Multi Ocean Shipyard, PT Sukses Osean Khatulistiwa Line, PT Inti Energi Line, dan PT Armada Bumi Pratiwi Lines. Selanjutnya PT Putra Utama Line, PT Armada Maritime Offshore, PT Selaras Pratama Utama, PT Sukses Maritime Line, dan PT Lintas Samudera Maritim.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tumpahan Minyak di Laut Parepare, Dampak Kapal Bocor Milik Soechi Lines
Mengutip dari keterbukaan informasi, Selasa (8/12/2020), emiten pelayaran tersebut akan menggunakan pinjaman sindikasi tersebut untuk beberapa hal. Pertama adalah untuk membayar kembali secara penuh utang sindikasi berdasarkan USD180 juta Senior Secured Facilities Agreement pada 16 Agustus 2016.
Baca Juga:&amp;nbsp;BEI Tunggu Penjelasan Soechi Lines soal Kecelakaan Kerja
Adapun utang sindikasi tersebut ditandatangani antara perseroan dengan Standard Chartered Bank, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan Standard Chartered Bank (Hong Kong) Limited.
Selanjutnya, emiten berkode SOCI itu akan menggunakan dana segar pinjaman tersebut  untuk membeli kembali (buyback) sebanyak-banyaknya pokok obligasi global yang diterbitkan entitas anak yaitu Soechi Capital Pte. Lte. senilai USD140 juta. Namun itu pun jika disetujui oleh para pemegang obligasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wNy82Ny8xMjU2OTAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat tersebut akan jatuh tempo pada 2023. Utang tersebut memiliki bunga tetap 8,375% per tahun.
Terakhir, SOCI juga akan menggunakan pinjaman baru ini untuk membiayai reimbursement consent fee kepada para pemegang obligasi global terkait buyback obligasi dengan batas maksimal penarikan untuk keperluan ini sebesar USD1 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Soechi Lines Tbk (SOCI) mendapatkan pinjaman sindikasi berjangka senilai USD180 juta. Adapun yang bertindak sebagai pemberi pinjaman awal joint mandated lead arranger and bookrunner, agen, dan agen penampungan adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Central Asia Tbk.
Pihak peminjam atau debitur dan para penjamin terdiri dari PT Soechi Lines Tbk. bersama anak-anak usaha yaitu PT Multi Ocean Shipyard, PT Sukses Osean Khatulistiwa Line, PT Inti Energi Line, dan PT Armada Bumi Pratiwi Lines. Selanjutnya PT Putra Utama Line, PT Armada Maritime Offshore, PT Selaras Pratama Utama, PT Sukses Maritime Line, dan PT Lintas Samudera Maritim.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tumpahan Minyak di Laut Parepare, Dampak Kapal Bocor Milik Soechi Lines
Mengutip dari keterbukaan informasi, Selasa (8/12/2020), emiten pelayaran tersebut akan menggunakan pinjaman sindikasi tersebut untuk beberapa hal. Pertama adalah untuk membayar kembali secara penuh utang sindikasi berdasarkan USD180 juta Senior Secured Facilities Agreement pada 16 Agustus 2016.
Baca Juga:&amp;nbsp;BEI Tunggu Penjelasan Soechi Lines soal Kecelakaan Kerja
Adapun utang sindikasi tersebut ditandatangani antara perseroan dengan Standard Chartered Bank, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan Standard Chartered Bank (Hong Kong) Limited.
Selanjutnya, emiten berkode SOCI itu akan menggunakan dana segar pinjaman tersebut  untuk membeli kembali (buyback) sebanyak-banyaknya pokok obligasi global yang diterbitkan entitas anak yaitu Soechi Capital Pte. Lte. senilai USD140 juta. Namun itu pun jika disetujui oleh para pemegang obligasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wNy82Ny8xMjU2OTAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat tersebut akan jatuh tempo pada 2023. Utang tersebut memiliki bunga tetap 8,375% per tahun.
Terakhir, SOCI juga akan menggunakan pinjaman baru ini untuk membiayai reimbursement consent fee kepada para pemegang obligasi global terkait buyback obligasi dengan batas maksimal penarikan untuk keperluan ini sebesar USD1 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
