<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dolar Lesu saat Pasar Berangan-angan soal Stimulus AS</title><description>Dolar Amerika melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (7/12/2020) waktu setempat.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323530/dolar-lesu-saat-pasar-berangan-angan-soal-stimulus-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323530/dolar-lesu-saat-pasar-berangan-angan-soal-stimulus-as"/><item><title>Dolar Lesu saat Pasar Berangan-angan soal Stimulus AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323530/dolar-lesu-saat-pasar-berangan-angan-soal-stimulus-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323530/dolar-lesu-saat-pasar-berangan-angan-soal-stimulus-as</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2020 07:45 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/08/320/2323530/dolar-lesu-saat-pasar-berangan-angan-soal-stimulus-as-FKO5C8k3u8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/08/320/2323530/dolar-lesu-saat-pasar-berangan-angan-soal-stimulus-as-FKO5C8k3u8.jpg</image><title>Dolar (Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Dolar Amerika melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (7/12/2020) waktu setempat. Dalam perdagangan yang berombak, saat investor mempertimbangkan lonjakan kasus virus corona dan menjelang kemungkinan kesepakatan stimulus baru AS dan vaksin untuk melawan pandemi.

Sementara itu, sterling merosot setelah Inggris dan Uni Eropa mengatakan pada Senin (7/12/2020) kondisi-kondisi untuk kesepakatan perdagangan Brexit &quot;tidak ada&quot;.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dolar AS Naik Tipis saat Pembicaraan Brexit Terhenti
Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pada Senin (7/12/2020) mengatakan pembicaraan tentang putaran lain pendanaan stimulus untuk menangani pandemi virus corona yang mematikan bergerak ke arah yang benar, dan pemerintahan Presiden Donald Trump dan Kongres semakin mendekati kesepakatan.

Amerika Serikat telah mengalami peningkatan jumlah kasus COVID-19, dengan jumlah kematian sekitar 283.000.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kian Lemah Tak Berdaya, Kejayaan Dolar AS Berakhir 
Negosiasi tentang kesepakatan bantuan mengumpulkan momentum di Kongres AS pada Jumat (4/12/2020), ketika sekelompok anggota parlemen bipartisan bekerja untuk menyelesaikan rencana stimulus 908 miliar dolar AS.

&quot;Pasar mengharapkan kesepakatan stimulus pada akhirnya tiba bersama dengan vaksin dan itu dipandang menempatkan pemulihan AS pada jalur yang lebih cepat dan lebih berkelanjutan,&quot; kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington. &amp;ldquo;Itu negatif untuk dolar.&amp;rdquo;

Selain itu, Federal Reserve diperkirakan akan melakukan lebih banyak penyesuaian pada pelonggaran kuantitatif akhir bulan ini.&amp;ldquo;Pertanyaan bagi sebagian besar adalah apakah ini baru permulaan dari  penurunan dolar AS dan apakah temanya memiliki kekuatan lebih,&amp;rdquo; kata  Mark McCormick, kepala strategi valas global di TD Securities di  Toronto.

&quot;Dolar AS kemungkinan akan meluncur sepanjang tahun 2021. Siklus  dolar AS cenderung bertahan rata-rata selama enam tahun, dan yang ini  baru saja dimulai,&quot; tambahnya.

Dolar turun 0,2 persen terhadap mata uang Jepang menjadi 104,01 yen,  merosot juga terhadap franc Swiss menjadi 0,8904 franc, juga melemah 0,2  persen.

Greenback juga jatuh terhadap mata uang komoditas seperti dolar Australia dan Selandia Baru serta krona Norwegia.

Indeks yang melacak dolar terhadap sekeranjang mata uang utama  lainnya, sedikit berubah pada 90,843, tidak jauh dari 90,471, terlemah  sejak April 2018.

Pound Inggris keluar dari posisi terendah curam dan turun 0,4 persen  pada 1,3379 dolar, jatuh 0,4 juga terhadap euro, yang terakhir  diperdagangkan naik pada 90,52 pence.

Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen dan Perdana Menteri Inggris  Boris Johnson mengatakan dalam pernyataan bersama pada Senin bahwa  menyegel kesepakatan perdagangan baru tidak mungkin sekarang &quot;karena  perbedaan yang tersisa pada masalah-masalah kritis.&quot;

Tetapi Johnson akan pergi ke Brussel dalam beberapa hari mendatang  dalam upaya menjembatani perbedaan signifikan dalam pembicaraan Brexit  mengenai bidang permainan yang setara, tata kelola, dan perikanan.

&amp;ldquo;Pasar masih bertaruh bahwa pada akhirnya, akan ada kesepakatan Brexit,&amp;rdquo; kata Manimbo dari Western Union.</description><content:encoded>NEW YORK - Dolar Amerika melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (7/12/2020) waktu setempat. Dalam perdagangan yang berombak, saat investor mempertimbangkan lonjakan kasus virus corona dan menjelang kemungkinan kesepakatan stimulus baru AS dan vaksin untuk melawan pandemi.

Sementara itu, sterling merosot setelah Inggris dan Uni Eropa mengatakan pada Senin (7/12/2020) kondisi-kondisi untuk kesepakatan perdagangan Brexit &quot;tidak ada&quot;.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dolar AS Naik Tipis saat Pembicaraan Brexit Terhenti
Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pada Senin (7/12/2020) mengatakan pembicaraan tentang putaran lain pendanaan stimulus untuk menangani pandemi virus corona yang mematikan bergerak ke arah yang benar, dan pemerintahan Presiden Donald Trump dan Kongres semakin mendekati kesepakatan.

Amerika Serikat telah mengalami peningkatan jumlah kasus COVID-19, dengan jumlah kematian sekitar 283.000.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kian Lemah Tak Berdaya, Kejayaan Dolar AS Berakhir 
Negosiasi tentang kesepakatan bantuan mengumpulkan momentum di Kongres AS pada Jumat (4/12/2020), ketika sekelompok anggota parlemen bipartisan bekerja untuk menyelesaikan rencana stimulus 908 miliar dolar AS.

&quot;Pasar mengharapkan kesepakatan stimulus pada akhirnya tiba bersama dengan vaksin dan itu dipandang menempatkan pemulihan AS pada jalur yang lebih cepat dan lebih berkelanjutan,&quot; kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington. &amp;ldquo;Itu negatif untuk dolar.&amp;rdquo;

Selain itu, Federal Reserve diperkirakan akan melakukan lebih banyak penyesuaian pada pelonggaran kuantitatif akhir bulan ini.&amp;ldquo;Pertanyaan bagi sebagian besar adalah apakah ini baru permulaan dari  penurunan dolar AS dan apakah temanya memiliki kekuatan lebih,&amp;rdquo; kata  Mark McCormick, kepala strategi valas global di TD Securities di  Toronto.

&quot;Dolar AS kemungkinan akan meluncur sepanjang tahun 2021. Siklus  dolar AS cenderung bertahan rata-rata selama enam tahun, dan yang ini  baru saja dimulai,&quot; tambahnya.

Dolar turun 0,2 persen terhadap mata uang Jepang menjadi 104,01 yen,  merosot juga terhadap franc Swiss menjadi 0,8904 franc, juga melemah 0,2  persen.

Greenback juga jatuh terhadap mata uang komoditas seperti dolar Australia dan Selandia Baru serta krona Norwegia.

Indeks yang melacak dolar terhadap sekeranjang mata uang utama  lainnya, sedikit berubah pada 90,843, tidak jauh dari 90,471, terlemah  sejak April 2018.

Pound Inggris keluar dari posisi terendah curam dan turun 0,4 persen  pada 1,3379 dolar, jatuh 0,4 juga terhadap euro, yang terakhir  diperdagangkan naik pada 90,52 pence.

Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen dan Perdana Menteri Inggris  Boris Johnson mengatakan dalam pernyataan bersama pada Senin bahwa  menyegel kesepakatan perdagangan baru tidak mungkin sekarang &quot;karena  perbedaan yang tersisa pada masalah-masalah kritis.&quot;

Tetapi Johnson akan pergi ke Brussel dalam beberapa hari mendatang  dalam upaya menjembatani perbedaan signifikan dalam pembicaraan Brexit  mengenai bidang permainan yang setara, tata kelola, dan perikanan.

&amp;ldquo;Pasar masih bertaruh bahwa pada akhirnya, akan ada kesepakatan Brexit,&amp;rdquo; kata Manimbo dari Western Union.</content:encoded></item></channel></rss>
