<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Tak Berani Beri Kredit, Sri Mulyani: Ekonomi Akan Pingsan</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta dua sektor harus dibuat siuman dan segera pulih.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323728/bank-tak-berani-beri-kredit-sri-mulyani-ekonomi-akan-pingsan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323728/bank-tak-berani-beri-kredit-sri-mulyani-ekonomi-akan-pingsan"/><item><title>Bank Tak Berani Beri Kredit, Sri Mulyani: Ekonomi Akan Pingsan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323728/bank-tak-berani-beri-kredit-sri-mulyani-ekonomi-akan-pingsan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323728/bank-tak-berani-beri-kredit-sri-mulyani-ekonomi-akan-pingsan</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2020 12:18 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/08/320/2323728/bank-tak-berani-beri-kredit-sri-mulyani-ekonomi-akan-pingsan-sWcemHf2HH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram @SMIndrawati)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/08/320/2323728/bank-tak-berani-beri-kredit-sri-mulyani-ekonomi-akan-pingsan-sWcemHf2HH.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram @SMIndrawati)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta dua sektor harus dibuat siuman dan segera pulih. Adapun 2 sektor tersebut adalah keuangan dan korporasi.

Artinya, sektor keuangan seperti perbankan harus mulai meyalurkan kredit dan korporasi harus berani mengambil kredit. Agar ekonomi Indonesia tidak pingsan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Era Bunga Rendah, Orang Menabung di Bank Mulai Turun
&quot;Kalau yang satu tidak berani mengambil kredit atau yang satu tidak berani memberi kredit, maka ekonomi akan pingsan.&quot; Kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (8/10/2020).

Sri Mulyani mengatakan Covid-19 memberikan tekanan luar biasa kepada sektor keuangan, termasuk perbankan. Pasalnya, di masa pagebluk ini, risiko kredit tampak melonjak tinggi. Akibatnya pertumbuhan kredit pun menurun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Masyarakat Makin Banyak Simpan Duit di Bank BUKU IV
&quot;Saat ini pertumbuhan kredit hampir di level nol persen atau bahkan negatif. Pertumbuhan kredit yang sangat lemah tidak mungkin meningkatkan ekonomi kita,&quot; tutur dia.

Karena itu, pemerintah bersama dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan juga mencoba memformulasikan strategi untuk mendorong sektor keuangan dan korporasi untuk siuman dan pulih.Beberapa kebijakan yang telah diambil adalah relaksasi bagi pelaku  usaha mikro dan kecil untuk penundaan pembayaran pokok kredit selama 6-9  bulan. Selain itu, ada pula subsidi bunga untuk para pengusaha kecil.  Sehingga, mereka tidak mengalami tekanan dari pembayaran kredt.

Pemerintah juga memberikan jaminan pinjaman modal kerja agar sektor jasa keuangan berani memberi pinjaman untuk pengusaha.

&quot;Karena kalau terjadi NPL (kredit macet), tidak terkena CKPNnya  karena dijamin pemerintah. Perusahaan juga jadi berani meminjam. karena  kalau terjadi default juga dijamin pemerintah,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta dua sektor harus dibuat siuman dan segera pulih. Adapun 2 sektor tersebut adalah keuangan dan korporasi.

Artinya, sektor keuangan seperti perbankan harus mulai meyalurkan kredit dan korporasi harus berani mengambil kredit. Agar ekonomi Indonesia tidak pingsan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Era Bunga Rendah, Orang Menabung di Bank Mulai Turun
&quot;Kalau yang satu tidak berani mengambil kredit atau yang satu tidak berani memberi kredit, maka ekonomi akan pingsan.&quot; Kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (8/10/2020).

Sri Mulyani mengatakan Covid-19 memberikan tekanan luar biasa kepada sektor keuangan, termasuk perbankan. Pasalnya, di masa pagebluk ini, risiko kredit tampak melonjak tinggi. Akibatnya pertumbuhan kredit pun menurun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Masyarakat Makin Banyak Simpan Duit di Bank BUKU IV
&quot;Saat ini pertumbuhan kredit hampir di level nol persen atau bahkan negatif. Pertumbuhan kredit yang sangat lemah tidak mungkin meningkatkan ekonomi kita,&quot; tutur dia.

Karena itu, pemerintah bersama dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan juga mencoba memformulasikan strategi untuk mendorong sektor keuangan dan korporasi untuk siuman dan pulih.Beberapa kebijakan yang telah diambil adalah relaksasi bagi pelaku  usaha mikro dan kecil untuk penundaan pembayaran pokok kredit selama 6-9  bulan. Selain itu, ada pula subsidi bunga untuk para pengusaha kecil.  Sehingga, mereka tidak mengalami tekanan dari pembayaran kredt.

Pemerintah juga memberikan jaminan pinjaman modal kerja agar sektor jasa keuangan berani memberi pinjaman untuk pengusaha.

&quot;Karena kalau terjadi NPL (kredit macet), tidak terkena CKPNnya  karena dijamin pemerintah. Perusahaan juga jadi berani meminjam. karena  kalau terjadi default juga dijamin pemerintah,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
