<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Lagi Bergantung Migas, Bagaimana Nasib Perusahaan Energi?</title><description>Perusahaan minyak asal Amerika Serikat yakni Exxon Mobil memperkirakan  industri energi masih akan tetap berkembang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323779/tak-lagi-bergantung-migas-bagaimana-nasib-perusahaan-energi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323779/tak-lagi-bergantung-migas-bagaimana-nasib-perusahaan-energi"/><item><title>Tak Lagi Bergantung Migas, Bagaimana Nasib Perusahaan Energi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323779/tak-lagi-bergantung-migas-bagaimana-nasib-perusahaan-energi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323779/tak-lagi-bergantung-migas-bagaimana-nasib-perusahaan-energi</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2020 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/08/320/2323779/tak-lagi-bergantung-migas-bagaimana-nasib-perusahaan-energi-GlhDIYlwOJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/08/320/2323779/tak-lagi-bergantung-migas-bagaimana-nasib-perusahaan-energi-GlhDIYlwOJ.jpg</image><title>Harga Minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan minyak asal Amerika Serikat yakni Exxon Mobil memperkirakan industri energi masih akan tetap berkembang di beberapa tahun ke depan. Meskipun perkembangannya tidak akan semasif pada masa kejayaannya.
Vice President Pertamina Energi Institute, Hery Haerudin mengatakan, beberapa perusahaan energi seperti Exxon masih optimis dengan industri energi. Optimisme tersebut karena belum ada penurunan pada industri migas.
Baca Juga: Simak 5 Perubahan Sektor Energi di Dunia Efek Covid-19
 
&amp;ldquo;Jika kita perhatikan perusahaan Amerika Serikat dalam hal ini Exxon Mobil memiliki pandangan Industri energi akan tetap berkembang tetapi tidak masif. Dan belum ada penurunan signifikan terhadap industri migas,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Pertamina Energy Webinar Energizing the Energy Transition, Selasa (8/12/2020).
Sementara itu, berbeda dengan Exxon, perusahaan energi dari eropa justru berpendapat energi terbarukan akan masif dalam beberapa waktu ke depan. Sehingga, ke depannya masyarakat tidak lagi bergantung pada industri minyak.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNC82Ny8xMjQxMTAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Bagaimana perusahaan energi menghadapi tren global tersebut. Perusahaan energi eropa tetap berpendapat bahwa energi baru terbarukan akan masif sehingga tidak bergantung selamanya kepada industri minyak dan migas,&amp;rdquo; jelasnya.Meskipun berbeda pendapat, namun baik Exxon maunpun  perusahaan energi asal eropa menyepakati satu hal. Adalah jika  pemanfaatan batu bara akan berkurang di waktu mendatang.
&amp;ldquo;Pandangan yang dari semua perusahaan energi dunia ini. Kita lihat pemanfaatan batu bara akan semakin berkurang,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan minyak asal Amerika Serikat yakni Exxon Mobil memperkirakan industri energi masih akan tetap berkembang di beberapa tahun ke depan. Meskipun perkembangannya tidak akan semasif pada masa kejayaannya.
Vice President Pertamina Energi Institute, Hery Haerudin mengatakan, beberapa perusahaan energi seperti Exxon masih optimis dengan industri energi. Optimisme tersebut karena belum ada penurunan pada industri migas.
Baca Juga: Simak 5 Perubahan Sektor Energi di Dunia Efek Covid-19
 
&amp;ldquo;Jika kita perhatikan perusahaan Amerika Serikat dalam hal ini Exxon Mobil memiliki pandangan Industri energi akan tetap berkembang tetapi tidak masif. Dan belum ada penurunan signifikan terhadap industri migas,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Pertamina Energy Webinar Energizing the Energy Transition, Selasa (8/12/2020).
Sementara itu, berbeda dengan Exxon, perusahaan energi dari eropa justru berpendapat energi terbarukan akan masif dalam beberapa waktu ke depan. Sehingga, ke depannya masyarakat tidak lagi bergantung pada industri minyak.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNC82Ny8xMjQxMTAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Bagaimana perusahaan energi menghadapi tren global tersebut. Perusahaan energi eropa tetap berpendapat bahwa energi baru terbarukan akan masif sehingga tidak bergantung selamanya kepada industri minyak dan migas,&amp;rdquo; jelasnya.Meskipun berbeda pendapat, namun baik Exxon maunpun  perusahaan energi asal eropa menyepakati satu hal. Adalah jika  pemanfaatan batu bara akan berkurang di waktu mendatang.
&amp;ldquo;Pandangan yang dari semua perusahaan energi dunia ini. Kita lihat pemanfaatan batu bara akan semakin berkurang,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
