<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ekonomi RI 2020 Diprediksi Minus 2,4%, Sri Mulyani: Ini Tugas Berat</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 diperkirakan masih minus.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323787/ekonomi-ri-2020-diprediksi-minus-2-4-sri-mulyani-ini-tugas-berat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323787/ekonomi-ri-2020-diprediksi-minus-2-4-sri-mulyani-ini-tugas-berat"/><item><title> Ekonomi RI 2020 Diprediksi Minus 2,4%, Sri Mulyani: Ini Tugas Berat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323787/ekonomi-ri-2020-diprediksi-minus-2-4-sri-mulyani-ini-tugas-berat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/08/320/2323787/ekonomi-ri-2020-diprediksi-minus-2-4-sri-mulyani-ini-tugas-berat</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2020 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/08/320/2323787/ekonomi-ri-2020-diprediksi-minus-2-4-sri-mulyani-ini-tugas-berat-hWoZPiAuv5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/08/320/2323787/ekonomi-ri-2020-diprediksi-minus-2-4-sri-mulyani-ini-tugas-berat-hWoZPiAuv5.jpg</image><title>Sri Mulyani (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 diperkirakan masih minus. Pada tahun ini, ekonomi Indonesia diprediksi minus 2,4%.

Angka itu lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang diprediksi ekonomi Indonesia tahun ini minus 1,1% sampai 0,2%.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku kesulitan membuat ekonomi Indonesia tumbuh positif. Hal itu dikarenakan adanya lonjakan kasus Covid yang terjadi sejak November-Desember.

&quot;Untuk proyeksi perekonomian 2020 -2,4%. Ini adalah tugas yang berat bagi kami semua untuk melakukan pemulihan di triwulan ke IV-2020 terutama karena kita melihat peningkatan penularan Covid-19 di awal Desember,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (8/12/2020).
Baca Juga: Soal Resesi, Luhut: RI Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara Juga Terdampak Covid-19

Pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tidak bisa hanya ditopang oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga pemerintah tengah berupaya untuk mendorong sektor keuangan dan korporasi untuk kembali bergerak dan mulai pulih.

&quot;Pemerintah akan menghitung risiko antara kebutuhan memulihkan ekonomi dan kemungkinan terjadinya kejahatan atau moral hazard,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kendati demikian, Sri Mulyani optimistis pada 2021 ekonomi tumbuh sekitar 5,3%. Namun dia menyebut hal itu tergantung pada vaksin untuk mengendalikan Covid-19.

&quot;Untuk 2021 pemerintah lebih optimis. Tapi tetap berhati-hati karena tentunya perekonomian diharapkan tumbuh sekitar 5%, tapi ini tergantung dari covid, vaksin dan kemampuan kita untuk terus memperkuat pemulihan perekonomian,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 diperkirakan masih minus. Pada tahun ini, ekonomi Indonesia diprediksi minus 2,4%.

Angka itu lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang diprediksi ekonomi Indonesia tahun ini minus 1,1% sampai 0,2%.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku kesulitan membuat ekonomi Indonesia tumbuh positif. Hal itu dikarenakan adanya lonjakan kasus Covid yang terjadi sejak November-Desember.

&quot;Untuk proyeksi perekonomian 2020 -2,4%. Ini adalah tugas yang berat bagi kami semua untuk melakukan pemulihan di triwulan ke IV-2020 terutama karena kita melihat peningkatan penularan Covid-19 di awal Desember,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (8/12/2020).
Baca Juga: Soal Resesi, Luhut: RI Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara Juga Terdampak Covid-19

Pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tidak bisa hanya ditopang oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga pemerintah tengah berupaya untuk mendorong sektor keuangan dan korporasi untuk kembali bergerak dan mulai pulih.

&quot;Pemerintah akan menghitung risiko antara kebutuhan memulihkan ekonomi dan kemungkinan terjadinya kejahatan atau moral hazard,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kendati demikian, Sri Mulyani optimistis pada 2021 ekonomi tumbuh sekitar 5,3%. Namun dia menyebut hal itu tergantung pada vaksin untuk mengendalikan Covid-19.

&quot;Untuk 2021 pemerintah lebih optimis. Tapi tetap berhati-hati karena tentunya perekonomian diharapkan tumbuh sekitar 5%, tapi ini tergantung dari covid, vaksin dan kemampuan kita untuk terus memperkuat pemulihan perekonomian,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
