<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JP Morgan: Kapitalisasi Gojek dan Tokopedia Bakal 10 Besar Jika Listing</title><description>JP Morgan memproyeksikan Indonesia akan mengalami booming  ekonomi digital dan korporasi berbasis teknologi masa depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/09/278/2324782/jp-morgan-kapitalisasi-gojek-dan-tokopedia-bakal-10-besar-jika-listing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/09/278/2324782/jp-morgan-kapitalisasi-gojek-dan-tokopedia-bakal-10-besar-jika-listing"/><item><title>JP Morgan: Kapitalisasi Gojek dan Tokopedia Bakal 10 Besar Jika Listing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/09/278/2324782/jp-morgan-kapitalisasi-gojek-dan-tokopedia-bakal-10-besar-jika-listing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/09/278/2324782/jp-morgan-kapitalisasi-gojek-dan-tokopedia-bakal-10-besar-jika-listing</guid><pubDate>Rabu 09 Desember 2020 20:10 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/09/278/2324782/jp-morgan-kapitalisasi-gojek-dan-tokopedia-bakal-10-besar-jika-listing-h1nN1ngAnB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/09/278/2324782/jp-morgan-kapitalisasi-gojek-dan-tokopedia-bakal-10-besar-jika-listing-h1nN1ngAnB.jpg</image><title>saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - JP Morgan memproyeksikan Indonesia akan mengalami booming  ekonomi digital dan korporasi berbasis teknologi masa depan. Apalagi,  Indonesia merupakan rumah dari 5 unicorn, seperti Gojek hingga  Tokopedia.

Dalam riset JP Morgan, Jakarta, Rabu (9/12/2020), diproyeksikan pasar  bursa Indonesia akan terus tumbuh positif didorong oleh kegiatan  ekonomi yang mulai pulih Kembali, dengan dukungan stimulus pemerintah  dan implementasi Undang-Undang Cipta Kerja.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Transaksi Go-Jek 2016-2019 Melesat 1.100%
Riset tersebut mengatakan, ekonomi internet Indonesia saat ini  mempunyai kapasitas USD50 miliar. Angka ini setara dengan 5% dari PDB  dan lebih dari 10% kapitalisasi pasar saham.

Apalagi memiliki salah satu pertumbuhan tercepat di dunia. Saat ini,  Indonesia merupakan rumah dari 5 unicorn (Gojek, Tokopedia, Bukalapak,  Traveloka, OVO) yang diyakini akan menjadi katalisator investasi sebagai  the new economy.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Alasan Kenapa Startup Bisa IPO di Tahun Depan
&quot;Kami percaya bahwa IPO teknologi di bursa lokal (BEI) akan menjadi  katalisator jangka menengah utama bagi pasar Indonesia untuk berkembang  dari pasar sentris ekonomi lama saat ini ke pasar yang lebih seimbang  dengan eksposur ekonomi baru,&quot; kutip riset tersebut.

JP Morgan melihat 4 perusahaan teknologi swasta Indonesia teratas.  Berdasarkan penilaiannya, jika Gojek USD10 miliar dan Tokopedia USD7,5  miliar melakukan listing di bursa, maka akan meningkatkan kapitalisasi  pasar saham.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yMC82Ny8xMjQ4NTEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Berdasarkan penggalangan dana terbaru mereka, mereka akan menempati  peringkat 10 besar saham terbesar di Bursa Efek Indonesia,&quot; ujarnya.

JP Morgan mengatakan, jika banyak perusahaan teknologi melakukan IPO,  maka akan ada ekosistem win-win secara keseluruhan. Bahkan,  meningkatnya peserta tersebut, akan memperbesar kapitalisasi pasar.

Ada juga, berpeluang peningkatan visibilitas dan mekanisme keluar  bagi investor swasta. Serta, meningkatkan misi sosial di balik  investasi, yaitu inklusi keuangan, pendidikan, perawatan kesehatan

&quot;Ada juga meningkatan akses institusi dan investor ritel ke  perusahaan teknologi berkualitas, dan meningkatkan FDI dan mendorong  pertumbuhan ekonomi,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - JP Morgan memproyeksikan Indonesia akan mengalami booming  ekonomi digital dan korporasi berbasis teknologi masa depan. Apalagi,  Indonesia merupakan rumah dari 5 unicorn, seperti Gojek hingga  Tokopedia.

Dalam riset JP Morgan, Jakarta, Rabu (9/12/2020), diproyeksikan pasar  bursa Indonesia akan terus tumbuh positif didorong oleh kegiatan  ekonomi yang mulai pulih Kembali, dengan dukungan stimulus pemerintah  dan implementasi Undang-Undang Cipta Kerja.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Transaksi Go-Jek 2016-2019 Melesat 1.100%
Riset tersebut mengatakan, ekonomi internet Indonesia saat ini  mempunyai kapasitas USD50 miliar. Angka ini setara dengan 5% dari PDB  dan lebih dari 10% kapitalisasi pasar saham.

Apalagi memiliki salah satu pertumbuhan tercepat di dunia. Saat ini,  Indonesia merupakan rumah dari 5 unicorn (Gojek, Tokopedia, Bukalapak,  Traveloka, OVO) yang diyakini akan menjadi katalisator investasi sebagai  the new economy.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Alasan Kenapa Startup Bisa IPO di Tahun Depan
&quot;Kami percaya bahwa IPO teknologi di bursa lokal (BEI) akan menjadi  katalisator jangka menengah utama bagi pasar Indonesia untuk berkembang  dari pasar sentris ekonomi lama saat ini ke pasar yang lebih seimbang  dengan eksposur ekonomi baru,&quot; kutip riset tersebut.

JP Morgan melihat 4 perusahaan teknologi swasta Indonesia teratas.  Berdasarkan penilaiannya, jika Gojek USD10 miliar dan Tokopedia USD7,5  miliar melakukan listing di bursa, maka akan meningkatkan kapitalisasi  pasar saham.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yMC82Ny8xMjQ4NTEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Berdasarkan penggalangan dana terbaru mereka, mereka akan menempati  peringkat 10 besar saham terbesar di Bursa Efek Indonesia,&quot; ujarnya.

JP Morgan mengatakan, jika banyak perusahaan teknologi melakukan IPO,  maka akan ada ekosistem win-win secara keseluruhan. Bahkan,  meningkatnya peserta tersebut, akan memperbesar kapitalisasi pasar.

Ada juga, berpeluang peningkatan visibilitas dan mekanisme keluar  bagi investor swasta. Serta, meningkatkan misi sosial di balik  investasi, yaitu inklusi keuangan, pendidikan, perawatan kesehatan

&quot;Ada juga meningkatan akses institusi dan investor ritel ke  perusahaan teknologi berkualitas, dan meningkatkan FDI dan mendorong  pertumbuhan ekonomi,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
