<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disuntik Vaksin Covid-19, Dirut Pede Kinerja Bio Farma Kembali Sehat</title><description>PT Bio Farma tetap optimistis dengan industri farmasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/09/320/2324656/disuntik-vaksin-covid-19-dirut-pede-kinerja-bio-farma-kembali-sehat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/09/320/2324656/disuntik-vaksin-covid-19-dirut-pede-kinerja-bio-farma-kembali-sehat"/><item><title>Disuntik Vaksin Covid-19, Dirut Pede Kinerja Bio Farma Kembali Sehat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/09/320/2324656/disuntik-vaksin-covid-19-dirut-pede-kinerja-bio-farma-kembali-sehat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/09/320/2324656/disuntik-vaksin-covid-19-dirut-pede-kinerja-bio-farma-kembali-sehat</guid><pubDate>Rabu 09 Desember 2020 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Hafid Fuad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/09/320/2324656/disuntik-vaksin-covid-19-dirut-pede-kinerja-bio-farma-kembali-sehat-G3lbJdppOq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/09/320/2324656/disuntik-vaksin-covid-19-dirut-pede-kinerja-bio-farma-kembali-sehat-G3lbJdppOq.jpg</image><title>Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bio Farma tetap optimistis dengan industri farmasi. Meski saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi selama pandemi Covid-19 bergulir.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, dalam kondisi sekarang suplai terbatas dan permintaan naik sehingga harga pun naik. Meskipun penjualan perseroan tinggi tapi kinerja margin tertekan karena biaya juga naik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sediakan Vaksin, Sri Mulyani Bakal Kucurkan Rp2 Triliun ke Bio Farma
&quot;Jelas kalau revenue dan sales pasti tumbuh namun margin tetap rendah. Tapi sebagai BUMN farmasi kami coba berkontribusi dan nanti di 2021 harapannya ekonomi kembali normal dan performa kami kembali naik,&quot; ujar Honesti dalam konferensi pers MarkPlus Conference 2021hari ini di Jakarta.

Menurutnya yang harus dipahami bahwa industri farmasi di Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku. Bahkan 90% bahan bakunya dipenuhi dari luar negeri.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Resmi, Bio Farma Jadi Produsen Vaksin Covid-19
&quot;Ekonomi secara global turun di semester dua dan ini berdampak pada kinerja kami tidak setinggi semester pertama 2020,&quot; ujarnya.Lebih lanjut dirinya optimistis dengan perekonomian nasional di 2021  setelah munculnya vaksin sebagai game changer. Menurutnya dengan adanya  vaksinasi akan memicu herd immunity masyarakat sehingga menjadi insentif  bagi pergerakan ekonomi masyarakat.

&quot;Vaksinasi untuk 70% masyarakat butuh dua tahun karena tantangannya  Indonesia negara kepulauan. Investor sudah melihat vaksin sebagai game  changer dan tugas kami memastikan suplai vaksin tersedia,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bio Farma tetap optimistis dengan industri farmasi. Meski saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi selama pandemi Covid-19 bergulir.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, dalam kondisi sekarang suplai terbatas dan permintaan naik sehingga harga pun naik. Meskipun penjualan perseroan tinggi tapi kinerja margin tertekan karena biaya juga naik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sediakan Vaksin, Sri Mulyani Bakal Kucurkan Rp2 Triliun ke Bio Farma
&quot;Jelas kalau revenue dan sales pasti tumbuh namun margin tetap rendah. Tapi sebagai BUMN farmasi kami coba berkontribusi dan nanti di 2021 harapannya ekonomi kembali normal dan performa kami kembali naik,&quot; ujar Honesti dalam konferensi pers MarkPlus Conference 2021hari ini di Jakarta.

Menurutnya yang harus dipahami bahwa industri farmasi di Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku. Bahkan 90% bahan bakunya dipenuhi dari luar negeri.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Resmi, Bio Farma Jadi Produsen Vaksin Covid-19
&quot;Ekonomi secara global turun di semester dua dan ini berdampak pada kinerja kami tidak setinggi semester pertama 2020,&quot; ujarnya.Lebih lanjut dirinya optimistis dengan perekonomian nasional di 2021  setelah munculnya vaksin sebagai game changer. Menurutnya dengan adanya  vaksinasi akan memicu herd immunity masyarakat sehingga menjadi insentif  bagi pergerakan ekonomi masyarakat.

&quot;Vaksinasi untuk 70% masyarakat butuh dua tahun karena tantangannya  Indonesia negara kepulauan. Investor sudah melihat vaksin sebagai game  changer dan tugas kami memastikan suplai vaksin tersedia,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
