<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Runway Bandara Soekarno-Hatta Dipoles Jelang Liburan Nataru</title><description>Runway Bandara Soekarno Hatta diperbaiki agar kemampuannya meningkat jelang liburan Natal dan Tahun Baru 2020/2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/10/320/2324989/runway-bandara-soekarno-hatta-dipoles-jelang-liburan-nataru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/10/320/2324989/runway-bandara-soekarno-hatta-dipoles-jelang-liburan-nataru"/><item><title>Runway Bandara Soekarno-Hatta Dipoles Jelang Liburan Nataru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/10/320/2324989/runway-bandara-soekarno-hatta-dipoles-jelang-liburan-nataru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/10/320/2324989/runway-bandara-soekarno-hatta-dipoles-jelang-liburan-nataru</guid><pubDate>Kamis 10 Desember 2020 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/10/320/2324989/runway-bandara-soekarno-hatta-dipoles-jelang-liburan-nataru-hvYtIBfQUW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Bandara (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/10/320/2324989/runway-bandara-soekarno-hatta-dipoles-jelang-liburan-nataru-hvYtIBfQUW.jpg</image><title>Ilustrasi Bandara (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Runway Bandara Soekarno Hatta diperbaiki agar kemampuannya meningkat jelang liburan Natal dan Tahun Baru 2020/2021 yang akan berlangsung dari 18 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021. PT Angkasa Pura II terus meningkatkan kemampuan infrastruktur sisi udara di Bandara Soekarno-Hatta.
Sekitar sepekan menjelang periode Nataru, runway utara (runway 2) telah mendapat rekomendasi nilai Pavement Classification Number (PCN) yang baru yakni 131 R/D/X/T dari Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melalui surat tertanggal 8 Desember 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Protokol Kesehatan Bandara Soetta Diakui Dunia, Erick Thohir: Harus Jadi Kebiasaan
Hal ini setelah PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan  penebalan runway (overlay) sebanyak 3 lapis dengan ketebalan total 19 cm menggunakan aspal spesifikasi khusus yakni Polimer Modified Bitumen Penetration Grade 76 (PMB PG 76) yang tuntas pada 2019 kemudian dilanjutkan dengan inspeksi dan penilaian sebelum akhirnya diterbitkan rekomendasi baru tersebut pada 2020.
Artinya, runway 2 berdimensi 3.600 x 60 meter yang memiliki lapisan lebih tebal ini dapat semakin optimal dalam menjaga kelancaran take off dan landing pesawat di periode sibuk seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jakarta Mulai PSBB, Pergerakan Penumpang Pesawat Diyakini Tidak Berkurang
Kemampuan runway 2 juga meningkat di mana sekarang dapat melayani penerbangan maksimal hingga pesawat berbadan lebar (widebody) Boeing 777 &amp;ndash; 300 Extended Range (ER) dengan kondisi penumpang penuh dan bahan bakar penuh (full load) serta dengan bobot terberat saat lepas landas (Maximum Take Off Weight/MTOW) adalah 351.535 kilogram.
President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, runway utara atau yang biasa disebut juga dengan runway 2 saat ini dipastikan lebih andal dalam melayani penerbangan khususnya di saat periode sibuk seperti Nataru.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yOC80LzEyMzgxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Selain itu, dengan rekomendasi yang dikeluarkan Kemenhub maka pesawat Boeing 777 - 300 ER dapat mengangkut penumpang dan bahan bakar penuh untuk terbang langsung ke Amsterdam atau London tanpa perlu lagi transit untuk mengisi bahan bakar.
&amp;ldquo;Selain mendukung kelancaran penerbangan saat periode Nataru, hal ini tentunya juga dapat mendukung airline flag carrier Garuda Indonesia untuk semakin kompetitif dalam melayani penerbangan jarak jauh [long haul] secara langsung semisal ke Amsterdam dan London,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/12/2020).
Adapun selain runway 2, Kemenhub juga memberikan rekomendasi yang sama untuk taxiway sisi utara sebagai jalur penghubung antara runway 2 dengan apron.Fokus persiapan jelang Nataru
Peningkatan kemampuan runway 2 ini sejalan dengan fokus PT Angkasa  Pura II untuk memastikan kesiapan dalam aspek infrastruktur dan  fasilitas [Infrastructure &amp;amp; Facility Assurance] di Bandara  Internasional Soekarno-Hatta menjelang angkutan Nataru.
&quot;Selain itu, kami juga memastikan ketersediaan dan kecukupan sumber  daya manusia (People Sufficiency) dan penerapan kepatuhan protokol  kesehatan di tengah pandemi serta pelaksanaan protokol operasional  secara ketat (Protocol/SOP  Obidience).
&quot;Kolaborasi erat dilakukan bersama stakeholder agar angkutan Nataru berjalan dengan lancar,&quot; ungkap dia.
Adapun Bandara Soekarno-Hatta merupakan bandara pertama di Indonesia  yang beroperasi dengan tiga runway sekaligus. Runway 1 dan 2 memiliki  dimensi masing-masing 3.600 x 60 meter, sementara runway 3 berdimensi  3.000 x 60 meter.
Melalui tiga runway ini kapasitas penerbangan di Bandara  Soekarno-Hatta dapat mencapai lebih dari 100 pergerakan penerbangan per  jam.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Runway Bandara Soekarno Hatta diperbaiki agar kemampuannya meningkat jelang liburan Natal dan Tahun Baru 2020/2021 yang akan berlangsung dari 18 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021. PT Angkasa Pura II terus meningkatkan kemampuan infrastruktur sisi udara di Bandara Soekarno-Hatta.
Sekitar sepekan menjelang periode Nataru, runway utara (runway 2) telah mendapat rekomendasi nilai Pavement Classification Number (PCN) yang baru yakni 131 R/D/X/T dari Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melalui surat tertanggal 8 Desember 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Protokol Kesehatan Bandara Soetta Diakui Dunia, Erick Thohir: Harus Jadi Kebiasaan
Hal ini setelah PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan  penebalan runway (overlay) sebanyak 3 lapis dengan ketebalan total 19 cm menggunakan aspal spesifikasi khusus yakni Polimer Modified Bitumen Penetration Grade 76 (PMB PG 76) yang tuntas pada 2019 kemudian dilanjutkan dengan inspeksi dan penilaian sebelum akhirnya diterbitkan rekomendasi baru tersebut pada 2020.
Artinya, runway 2 berdimensi 3.600 x 60 meter yang memiliki lapisan lebih tebal ini dapat semakin optimal dalam menjaga kelancaran take off dan landing pesawat di periode sibuk seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jakarta Mulai PSBB, Pergerakan Penumpang Pesawat Diyakini Tidak Berkurang
Kemampuan runway 2 juga meningkat di mana sekarang dapat melayani penerbangan maksimal hingga pesawat berbadan lebar (widebody) Boeing 777 &amp;ndash; 300 Extended Range (ER) dengan kondisi penumpang penuh dan bahan bakar penuh (full load) serta dengan bobot terberat saat lepas landas (Maximum Take Off Weight/MTOW) adalah 351.535 kilogram.
President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, runway utara atau yang biasa disebut juga dengan runway 2 saat ini dipastikan lebih andal dalam melayani penerbangan khususnya di saat periode sibuk seperti Nataru.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yOC80LzEyMzgxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Selain itu, dengan rekomendasi yang dikeluarkan Kemenhub maka pesawat Boeing 777 - 300 ER dapat mengangkut penumpang dan bahan bakar penuh untuk terbang langsung ke Amsterdam atau London tanpa perlu lagi transit untuk mengisi bahan bakar.
&amp;ldquo;Selain mendukung kelancaran penerbangan saat periode Nataru, hal ini tentunya juga dapat mendukung airline flag carrier Garuda Indonesia untuk semakin kompetitif dalam melayani penerbangan jarak jauh [long haul] secara langsung semisal ke Amsterdam dan London,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/12/2020).
Adapun selain runway 2, Kemenhub juga memberikan rekomendasi yang sama untuk taxiway sisi utara sebagai jalur penghubung antara runway 2 dengan apron.Fokus persiapan jelang Nataru
Peningkatan kemampuan runway 2 ini sejalan dengan fokus PT Angkasa  Pura II untuk memastikan kesiapan dalam aspek infrastruktur dan  fasilitas [Infrastructure &amp;amp; Facility Assurance] di Bandara  Internasional Soekarno-Hatta menjelang angkutan Nataru.
&quot;Selain itu, kami juga memastikan ketersediaan dan kecukupan sumber  daya manusia (People Sufficiency) dan penerapan kepatuhan protokol  kesehatan di tengah pandemi serta pelaksanaan protokol operasional  secara ketat (Protocol/SOP  Obidience).
&quot;Kolaborasi erat dilakukan bersama stakeholder agar angkutan Nataru berjalan dengan lancar,&quot; ungkap dia.
Adapun Bandara Soekarno-Hatta merupakan bandara pertama di Indonesia  yang beroperasi dengan tiga runway sekaligus. Runway 1 dan 2 memiliki  dimensi masing-masing 3.600 x 60 meter, sementara runway 3 berdimensi  3.000 x 60 meter.
Melalui tiga runway ini kapasitas penerbangan di Bandara  Soekarno-Hatta dapat mencapai lebih dari 100 pergerakan penerbangan per  jam.</content:encoded></item></channel></rss>
