<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pikir-Pikir Dulu Sebelum Pilih Kontraktor, Cek Lisensinya</title><description>Membangun rumah dengan bantuan kontraktor bisa menjadi pilihan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/10/470/2325267/pikir-pikir-dulu-sebelum-pilih-kontraktor-cek-lisensinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/10/470/2325267/pikir-pikir-dulu-sebelum-pilih-kontraktor-cek-lisensinya"/><item><title>Pikir-Pikir Dulu Sebelum Pilih Kontraktor, Cek Lisensinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/10/470/2325267/pikir-pikir-dulu-sebelum-pilih-kontraktor-cek-lisensinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/10/470/2325267/pikir-pikir-dulu-sebelum-pilih-kontraktor-cek-lisensinya</guid><pubDate>Kamis 10 Desember 2020 15:50 WIB</pubDate><dc:creator>Reza Andrafirdaus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/10/470/2325267/pikir-pikir-dulu-sebelum-pilih-kontraktor-cek-lisensinya-0kWZz3J8zY.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/10/470/2325267/pikir-pikir-dulu-sebelum-pilih-kontraktor-cek-lisensinya-0kWZz3J8zY.jpeg</image><title>Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Membangun rumah dengan bantuan kontraktor bisa menjadi pilihan. Namun ada yang harus diperhatikan sebelum memilih kontraktor renovasi.
Seorang kontraktor akan melakukan perencanaan dan membelanjakan uang yang dimiliki agar bisa merealisasikan desain interior yang diinginkan. Maka dari itu, sangat penting untuk memilih kontraktor yang dapat dipercaya dan disukai agar tidak terjadi mispersepsi saat memulai renovasi bersama-sama.
Dilansir dari House Beautiful, Jakarta, Kamis (10/12/2020), Mengajukan beberapa pertanyaan kepada kontraktor sebelum memulai renovasi perlu dilakukan. Hal tersebut bertujuan agar rasa kecewa dapat dihindari. Berikut ini telah dirangkum 7 pertanyaan yang bisa diajukan kepada kontraktor renovasi.
Baca Juga: Membangun Rumah Sehat, Tanaman dan Tanah Punya Peran Penting

1. Bisakah Memberikan Referensi?
Seorang pelanggan merupakan sumber informasi bagi kontraktor. Jangan takut untuk mengajukan pertanyaan soal referensi desain kepadanya. Tanyakan juga pada mereka mengenai &amp;ldquo;Apakah tenggat waktu dan ekspektasi dapat terpenuhi?&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;Apa pengalaman terbaik dan terburuk yang pernah dialami?&amp;rdquo;.

Christina Hoffman, Manajer Konten Houselogic.com merekomendasikan untuk memeriksa ulasan kontraktor yang akan dipilih secara online. Pastikan untuk mengetahui berbagai komentar dari orang yang pernah menggunakan jasanya tersebut.
Baca Juga: Sebelum Bangun Rumah, Pelajari Dulu soal Pondasinya
 
2. Berapakah Rincian Dananya?
Hoffman mengatakan, jangan hanya memperkirakan harga secara keseluruhan, tetapi sangat penting untuk menanyakan rincian dana yang tepat. Daftar rincian dana sangat berguna untuk mengidentifikasi area mana saja yang perlu direnovasi dan juga dapat menghemat banyak biaya.
3. Sudah Berapa Lama menjadi Seorang Kontraktor?
Melakukan peremajaan pada rumah harus dilakukan dengan cara yang berkualitas. Oleh sebab itu, reputasi dan track record seorang kontraktor juga perlu diketahui.
&amp;ldquo;Tanyakan sudah berapa lama mereka menjalani bisnis tersebut. Anda tentunya ingin memiliki sebuah tim kerja yang mapan,&amp;rdquo; rekomendasi Hoffman.4.  Apakah Memiliki Lisensi dan Terikat pada Asuransi?
Sebagian besar kontraktor perlu menempuh pendidikan tahunan untuk  mendapatkan dan mempertahankan izin serta asuransi perlindungan bagi  pekerjanya. Dengan begitu, jika seseorang terluka dalam pekerjaannya,  asuransi perusahaan menanggung tagihan medis. Jika tidak, seorang  pekerja yang terluka bisa mengejar pemilik rumah untuk membayar tagihan.  Asuransi kerja akan menjadi kewajiban bagi pemilik rumah jika  kontraktor tidak menyelesaikan pekerjaannya.
Izin diperlukan untuk sebagian besar pekerjaan renovasi profesional.  Ini memastikan inspektur bangunan telah meninjau proyek dan  menyetujuinya. Waspadalah terhadap kontraktor yang bersedia bekerja  tanpa izin.
 
5. Apakah Memiliki Jadwal Pengerjaan Renovasi?
Pertanyaan ini perlu diajukan untuk menentukan jadwal awal dan akhir  pengerjaan renovasi setelah mengetahui beberapa hal yang dibutuhkan.  Jika membutuhkan proyek yang harus diselesaikan dengan jangka waktu  tertentu, katakana pada mereka saat itu juga.
Hal tersebut patut dilakukan untuk mencegah terbengkalainya proses  renovasi karena kontraktor terus menunda-nunda waktu pengerjaan.
 
6.      Siapa yang akan Mengerjakan Proyek Renovasi?
Pemilik rumah wajib mengetahui siapa saja orang yang akan bekerja di  rumahnya untuk melakukan renovasi. Setelah mengetahuinya, pemilik rumah  akan tenang dengan para pekerja yang dapat dipercaya dengan baik.
&amp;ldquo;Kontraktor umumnya belum tentu datang ke rumah Anda setiap saat.  Tanyakan apakah dia bisa menjadi mandor pada pekerjaan tersebut,&amp;rdquo; saran  Hoffman.
 
7.      Apakah dapat Memasukkan Hal Apapun ke Dalam Kontrak?
Setiap detail perlu dimasukkan ke dalam kontrak, seperti jadwal  pengerjaan, pembayaran, bahan yang dibutuhkan serta barang penting  lainnya. Sebelum uang berpindah uang ke kontraktor, kontrak wajib  ditandatangani. Kontraktor yang profesional tidak akan menolak kontrak  yang diajukan kepadanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Membangun rumah dengan bantuan kontraktor bisa menjadi pilihan. Namun ada yang harus diperhatikan sebelum memilih kontraktor renovasi.
Seorang kontraktor akan melakukan perencanaan dan membelanjakan uang yang dimiliki agar bisa merealisasikan desain interior yang diinginkan. Maka dari itu, sangat penting untuk memilih kontraktor yang dapat dipercaya dan disukai agar tidak terjadi mispersepsi saat memulai renovasi bersama-sama.
Dilansir dari House Beautiful, Jakarta, Kamis (10/12/2020), Mengajukan beberapa pertanyaan kepada kontraktor sebelum memulai renovasi perlu dilakukan. Hal tersebut bertujuan agar rasa kecewa dapat dihindari. Berikut ini telah dirangkum 7 pertanyaan yang bisa diajukan kepada kontraktor renovasi.
Baca Juga: Membangun Rumah Sehat, Tanaman dan Tanah Punya Peran Penting

1. Bisakah Memberikan Referensi?
Seorang pelanggan merupakan sumber informasi bagi kontraktor. Jangan takut untuk mengajukan pertanyaan soal referensi desain kepadanya. Tanyakan juga pada mereka mengenai &amp;ldquo;Apakah tenggat waktu dan ekspektasi dapat terpenuhi?&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;Apa pengalaman terbaik dan terburuk yang pernah dialami?&amp;rdquo;.

Christina Hoffman, Manajer Konten Houselogic.com merekomendasikan untuk memeriksa ulasan kontraktor yang akan dipilih secara online. Pastikan untuk mengetahui berbagai komentar dari orang yang pernah menggunakan jasanya tersebut.
Baca Juga: Sebelum Bangun Rumah, Pelajari Dulu soal Pondasinya
 
2. Berapakah Rincian Dananya?
Hoffman mengatakan, jangan hanya memperkirakan harga secara keseluruhan, tetapi sangat penting untuk menanyakan rincian dana yang tepat. Daftar rincian dana sangat berguna untuk mengidentifikasi area mana saja yang perlu direnovasi dan juga dapat menghemat banyak biaya.
3. Sudah Berapa Lama menjadi Seorang Kontraktor?
Melakukan peremajaan pada rumah harus dilakukan dengan cara yang berkualitas. Oleh sebab itu, reputasi dan track record seorang kontraktor juga perlu diketahui.
&amp;ldquo;Tanyakan sudah berapa lama mereka menjalani bisnis tersebut. Anda tentunya ingin memiliki sebuah tim kerja yang mapan,&amp;rdquo; rekomendasi Hoffman.4.  Apakah Memiliki Lisensi dan Terikat pada Asuransi?
Sebagian besar kontraktor perlu menempuh pendidikan tahunan untuk  mendapatkan dan mempertahankan izin serta asuransi perlindungan bagi  pekerjanya. Dengan begitu, jika seseorang terluka dalam pekerjaannya,  asuransi perusahaan menanggung tagihan medis. Jika tidak, seorang  pekerja yang terluka bisa mengejar pemilik rumah untuk membayar tagihan.  Asuransi kerja akan menjadi kewajiban bagi pemilik rumah jika  kontraktor tidak menyelesaikan pekerjaannya.
Izin diperlukan untuk sebagian besar pekerjaan renovasi profesional.  Ini memastikan inspektur bangunan telah meninjau proyek dan  menyetujuinya. Waspadalah terhadap kontraktor yang bersedia bekerja  tanpa izin.
 
5. Apakah Memiliki Jadwal Pengerjaan Renovasi?
Pertanyaan ini perlu diajukan untuk menentukan jadwal awal dan akhir  pengerjaan renovasi setelah mengetahui beberapa hal yang dibutuhkan.  Jika membutuhkan proyek yang harus diselesaikan dengan jangka waktu  tertentu, katakana pada mereka saat itu juga.
Hal tersebut patut dilakukan untuk mencegah terbengkalainya proses  renovasi karena kontraktor terus menunda-nunda waktu pengerjaan.
 
6.      Siapa yang akan Mengerjakan Proyek Renovasi?
Pemilik rumah wajib mengetahui siapa saja orang yang akan bekerja di  rumahnya untuk melakukan renovasi. Setelah mengetahuinya, pemilik rumah  akan tenang dengan para pekerja yang dapat dipercaya dengan baik.
&amp;ldquo;Kontraktor umumnya belum tentu datang ke rumah Anda setiap saat.  Tanyakan apakah dia bisa menjadi mandor pada pekerjaan tersebut,&amp;rdquo; saran  Hoffman.
 
7.      Apakah dapat Memasukkan Hal Apapun ke Dalam Kontrak?
Setiap detail perlu dimasukkan ke dalam kontrak, seperti jadwal  pengerjaan, pembayaran, bahan yang dibutuhkan serta barang penting  lainnya. Sebelum uang berpindah uang ke kontraktor, kontrak wajib  ditandatangani. Kontraktor yang profesional tidak akan menolak kontrak  yang diajukan kepadanya.</content:encoded></item></channel></rss>
