<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Cara Mengatur Keuangan Tanpa Membuat Anggaran</title><description>Kebanyakan orang membuat anggaran untuk mengontrol pengeluaran guna menjaga kondisi finansial yang stabil.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/10/622/2325231/4-cara-mengatur-keuangan-tanpa-membuat-anggaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/10/622/2325231/4-cara-mengatur-keuangan-tanpa-membuat-anggaran"/><item><title>4 Cara Mengatur Keuangan Tanpa Membuat Anggaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/10/622/2325231/4-cara-mengatur-keuangan-tanpa-membuat-anggaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/10/622/2325231/4-cara-mengatur-keuangan-tanpa-membuat-anggaran</guid><pubDate>Kamis 10 Desember 2020 15:11 WIB</pubDate><dc:creator>Dian Ayu Anggraini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/10/622/2325231/4-cara-mengatur-keuangan-tanpa-membuat-anggaran-e1tmdPlPoC.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/10/622/2325231/4-cara-mengatur-keuangan-tanpa-membuat-anggaran-e1tmdPlPoC.jpeg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kebanyakan orang membuat anggaran untuk mengontrol pengeluaran guna menjaga kondisi finansial yang stabil. Namun, ternyata menyeimbangkan keuangan tak harus selalu dilakukan dengan membuat anggaran.
Hampir setiap ahli akan memberi tahu cara untuk memantau pengeluaran dengan cermat menggunakan anggaran (spreadsheet Excel dan lainnya) adalah cara paling pasti untuk tetap berada di jalur finansial yang baik. Tetapi, tak semua orang memiliki kapasitas untuk melakukan itu.
Dilansir dari Real Simple Jakarta, Kamis (10/12/20), beberapa cara alternatif yang sama efektifnya ini dapat dilakukan untuk menjaga keuangan tetap stabil tanpa menggunakan anggaran.
Baca juga: Merasa Boros? Begini 4 Cara Ubah Kebiasaan Belanja Berlebihan
1. Sembunyikan Uang
Akan menjadi Lebih sulit untuk membelanjakan sesuatu yang tidak mudah diakses. Jadi, coba sisihkan sebagian dari gaji untuk dimasukkan ke dalam tabungan alih-alih disimpan di dompet.
Meg Favreau, editor senior situs web keuangan WiseBread.com. menyarankan untuk meminta perusahaan menahan uang dari setiap gaji untuk akun pensiun. Jika menggunakan setoran langsung, dapat meminta agar sebagian gaji disalurkan ke rekening koran dan rekening tabungan yang berfungsi ganda sebagai dana darurat.
Baca juga: Menabung Sejak Dini, 70% Pelajar Ditargetkan Punya Rekening Bank
2. Tentukan Pilihan: Kertas atau Plastik?
Brian J. O&amp;rsquo;Connor, penulis The USD1,000 Challenge mengatakan, sebagian orang mungkin akan menjalani gaya hidup dengan uang tunai untuk meminimalkan risiko pengeluaran berlebihan. Namun di dunia nyata, hal itu hampir mustahil. Uang tunai tidak dapat digunakan untuk berbelanja online. Namun, yang terbaik adalah memilih satu metode pembayaran dan menaatinya secara konsisten.
Untuk penggunaan uang tunai, coba masukkan ke dalam satu amplop dan gunakan untuk semua pengeluaran penting seperti makanan atau pakaian. Kartu kredit memang terkenal menyebabkan pemborosan, tetapi juga memungkinkan untuk melihat transaksi apa saja yang dilakukan sehingga pengeluaran dapat terkontrol.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Hitung Penyesalan Atas Uang yang Dikeluarkan
Pernah mendengar &quot;latte effect&quot;? Ini adalah fenomena di mana  seseorang membuang-buang uang untuk hal tak penting dan hampir tidak  menyadari biaya kumulatif sampai mereka menjumlahkan semuanya. Ini  sering disebut sebagai pengeluaran yang dapat dikurangi dengan  penganggaran. Tetapi ada cara lain untuk menghilangkan pengeluaran yang  tidak masuk akal.
&amp;ldquo;Lihat laporan mutasi kartu kredit dan bank Anda beberapa kali dalam  setahun. Untuk setiap pembelian, tanyakan pada diri Anda, 'Apakah saya  menyesal telah membeli itu?&amp;rdquo;, kata Gregory Karp, penulis The 1-2-3 Money  Plan.
Tuliskan pembelian apa pun yang menimbulkan penyesalan, lalu simpan  daftar komputer atau ponsel. Menyadari di mana menghabiskan terlalu  banyak uang seharusnya dapat mencegah melakukan kesalahan yang sama  lagi.
4. Jaga Rekening Tabungan Ekstra untuk Tujuan Jangka Panjang
Alih-alih hanya menyimpan uang di rekening tabungan yang tidak  dirancang, Brad Klontz, Psy.D., seorang psikolog keuangan di Kauai,  Hawaii, dan rekan penulis Mind Over Money, menyarankan agar membuat  rekening baru dengan nama yang secara khusus merujuk pada tujuan.
&quot;Misalnya, perjalanan Tom dan Samantha ke Yunani,&amp;rdquo; kata Klontz.
Menurut Klontz, menyimpan uang adalah konsep abstrak, tetapi melakukan latihan ini dapat menyentuh bagian emosional otak.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kebanyakan orang membuat anggaran untuk mengontrol pengeluaran guna menjaga kondisi finansial yang stabil. Namun, ternyata menyeimbangkan keuangan tak harus selalu dilakukan dengan membuat anggaran.
Hampir setiap ahli akan memberi tahu cara untuk memantau pengeluaran dengan cermat menggunakan anggaran (spreadsheet Excel dan lainnya) adalah cara paling pasti untuk tetap berada di jalur finansial yang baik. Tetapi, tak semua orang memiliki kapasitas untuk melakukan itu.
Dilansir dari Real Simple Jakarta, Kamis (10/12/20), beberapa cara alternatif yang sama efektifnya ini dapat dilakukan untuk menjaga keuangan tetap stabil tanpa menggunakan anggaran.
Baca juga: Merasa Boros? Begini 4 Cara Ubah Kebiasaan Belanja Berlebihan
1. Sembunyikan Uang
Akan menjadi Lebih sulit untuk membelanjakan sesuatu yang tidak mudah diakses. Jadi, coba sisihkan sebagian dari gaji untuk dimasukkan ke dalam tabungan alih-alih disimpan di dompet.
Meg Favreau, editor senior situs web keuangan WiseBread.com. menyarankan untuk meminta perusahaan menahan uang dari setiap gaji untuk akun pensiun. Jika menggunakan setoran langsung, dapat meminta agar sebagian gaji disalurkan ke rekening koran dan rekening tabungan yang berfungsi ganda sebagai dana darurat.
Baca juga: Menabung Sejak Dini, 70% Pelajar Ditargetkan Punya Rekening Bank
2. Tentukan Pilihan: Kertas atau Plastik?
Brian J. O&amp;rsquo;Connor, penulis The USD1,000 Challenge mengatakan, sebagian orang mungkin akan menjalani gaya hidup dengan uang tunai untuk meminimalkan risiko pengeluaran berlebihan. Namun di dunia nyata, hal itu hampir mustahil. Uang tunai tidak dapat digunakan untuk berbelanja online. Namun, yang terbaik adalah memilih satu metode pembayaran dan menaatinya secara konsisten.
Untuk penggunaan uang tunai, coba masukkan ke dalam satu amplop dan gunakan untuk semua pengeluaran penting seperti makanan atau pakaian. Kartu kredit memang terkenal menyebabkan pemborosan, tetapi juga memungkinkan untuk melihat transaksi apa saja yang dilakukan sehingga pengeluaran dapat terkontrol.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Hitung Penyesalan Atas Uang yang Dikeluarkan
Pernah mendengar &quot;latte effect&quot;? Ini adalah fenomena di mana  seseorang membuang-buang uang untuk hal tak penting dan hampir tidak  menyadari biaya kumulatif sampai mereka menjumlahkan semuanya. Ini  sering disebut sebagai pengeluaran yang dapat dikurangi dengan  penganggaran. Tetapi ada cara lain untuk menghilangkan pengeluaran yang  tidak masuk akal.
&amp;ldquo;Lihat laporan mutasi kartu kredit dan bank Anda beberapa kali dalam  setahun. Untuk setiap pembelian, tanyakan pada diri Anda, 'Apakah saya  menyesal telah membeli itu?&amp;rdquo;, kata Gregory Karp, penulis The 1-2-3 Money  Plan.
Tuliskan pembelian apa pun yang menimbulkan penyesalan, lalu simpan  daftar komputer atau ponsel. Menyadari di mana menghabiskan terlalu  banyak uang seharusnya dapat mencegah melakukan kesalahan yang sama  lagi.
4. Jaga Rekening Tabungan Ekstra untuk Tujuan Jangka Panjang
Alih-alih hanya menyimpan uang di rekening tabungan yang tidak  dirancang, Brad Klontz, Psy.D., seorang psikolog keuangan di Kauai,  Hawaii, dan rekan penulis Mind Over Money, menyarankan agar membuat  rekening baru dengan nama yang secara khusus merujuk pada tujuan.
&quot;Misalnya, perjalanan Tom dan Samantha ke Yunani,&amp;rdquo; kata Klontz.
Menurut Klontz, menyimpan uang adalah konsep abstrak, tetapi melakukan latihan ini dapat menyentuh bagian emosional otak.</content:encoded></item></channel></rss>
