<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Produktivitas Peternak Rendah Jadi Alasan Impor Masih Tinggi</title><description>Permasalah pada sektor peternakan masih belum selesai</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/11/320/2325830/produktivitas-peternak-rendah-jadi-alasan-impor-masih-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/11/320/2325830/produktivitas-peternak-rendah-jadi-alasan-impor-masih-tinggi"/><item><title>Produktivitas Peternak Rendah Jadi Alasan Impor Masih Tinggi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/11/320/2325830/produktivitas-peternak-rendah-jadi-alasan-impor-masih-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/11/320/2325830/produktivitas-peternak-rendah-jadi-alasan-impor-masih-tinggi</guid><pubDate>Jum'at 11 Desember 2020 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/11/320/2325830/produktivitas-peternak-rendah-jadi-alasan-impor-masih-tinggi-vf28dN3zm4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masalah Peternakan Indonesia. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/11/320/2325830/produktivitas-peternak-rendah-jadi-alasan-impor-masih-tinggi-vf28dN3zm4.jpg</image><title>Masalah Peternakan Indonesia. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Permasalah pada sektor peternakan masih belum selesai. Sebab dari hulu maupun hilir, masih ada beberapa permasalahan.
CEO Ternaknesia Dalu Nuzlul Kirom mengatakan, memang masih sangat banyak baik itu di hulu maupun hilir. Misalnya saja dari perilaku peternak yang saat ini rata-tata berusia lanjut.
Baca Juga: Asuransi Terbukti Meningkatkan Populasi Ternak Sapi
Bagaimana tidak, berdasarkan data yang ia miliki, rata-rata usia peternak di dalam negeri dari 40-60 tahun. Hal ini menjadi salah satu yang membuat produktivitas dari para peternak di Indonesia sangat rendah.
&amp;ldquo;Permasalahan peternak dari aspek dari pelaku peternaknya yang rata-rata usia tua 40-60 tahun sehingga produktivitasnya rendah,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Market Review di IDX Channel, Jumat (11/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Terungkap Fakta, Segini Jumlah Hewan Ternak di Tengah Corona
Menurut Dalu, jika produktivitas peternak rendah maka akan menyebabkan produksi turun. Hal ini lah yang membuat pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan impor.
&amp;ldquo;Kalau produktivitasnya rendah menyebabkan pemerintah acap kali menberikan kebijakan impor dalam rangka memenuhi demand yang ada di Indonesia,&amp;rdquo; jelasnya.Karena barang impor yang masuk akhirnya dampaknya kepada peternak. Karena harga barang dari para peternak tidak akan mampu bersaing dengan barang-barang impor yang relatif lebih murah.
&amp;ldquo;Akhirnya harga peternak lokal itu tidak bersaing dengan di luar. Akhirnya membuat peternak lokal tidak sejahtera,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Permasalah pada sektor peternakan masih belum selesai. Sebab dari hulu maupun hilir, masih ada beberapa permasalahan.
CEO Ternaknesia Dalu Nuzlul Kirom mengatakan, memang masih sangat banyak baik itu di hulu maupun hilir. Misalnya saja dari perilaku peternak yang saat ini rata-tata berusia lanjut.
Baca Juga: Asuransi Terbukti Meningkatkan Populasi Ternak Sapi
Bagaimana tidak, berdasarkan data yang ia miliki, rata-rata usia peternak di dalam negeri dari 40-60 tahun. Hal ini menjadi salah satu yang membuat produktivitas dari para peternak di Indonesia sangat rendah.
&amp;ldquo;Permasalahan peternak dari aspek dari pelaku peternaknya yang rata-rata usia tua 40-60 tahun sehingga produktivitasnya rendah,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Market Review di IDX Channel, Jumat (11/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Terungkap Fakta, Segini Jumlah Hewan Ternak di Tengah Corona
Menurut Dalu, jika produktivitas peternak rendah maka akan menyebabkan produksi turun. Hal ini lah yang membuat pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan impor.
&amp;ldquo;Kalau produktivitasnya rendah menyebabkan pemerintah acap kali menberikan kebijakan impor dalam rangka memenuhi demand yang ada di Indonesia,&amp;rdquo; jelasnya.Karena barang impor yang masuk akhirnya dampaknya kepada peternak. Karena harga barang dari para peternak tidak akan mampu bersaing dengan barang-barang impor yang relatif lebih murah.
&amp;ldquo;Akhirnya harga peternak lokal itu tidak bersaing dengan di luar. Akhirnya membuat peternak lokal tidak sejahtera,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
