<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Tapera, Pengusaha Properti Yakin Bisa Bangkit Pasca-Corona</title><description>Pengusaha properti optimistis bisnis di sektor ini bisa bangkit lagi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/11/470/2325803/ada-tapera-pengusaha-properti-yakin-bisa-bangkit-pasca-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/11/470/2325803/ada-tapera-pengusaha-properti-yakin-bisa-bangkit-pasca-corona"/><item><title>Ada Tapera, Pengusaha Properti Yakin Bisa Bangkit Pasca-Corona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/11/470/2325803/ada-tapera-pengusaha-properti-yakin-bisa-bangkit-pasca-corona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/11/470/2325803/ada-tapera-pengusaha-properti-yakin-bisa-bangkit-pasca-corona</guid><pubDate>Jum'at 11 Desember 2020 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/11/470/2325803/ada-tapera-pengusaha-properti-yakin-bisa-bangkit-pasca-corona-TMv2UwLwzE.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/11/470/2325803/ada-tapera-pengusaha-properti-yakin-bisa-bangkit-pasca-corona-TMv2UwLwzE.jpeg</image><title>Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha properti optimistis bisnis di sektor ini bisa bangkit lagi. Mengingat selama pandemi, pelemahan ekonomi memaksa calon pembeli menunda rencana mereka untuk membeli rumah. Untuk itu, pemerintah membuat beberapa alternatif kebijakan untuk sektor properti.
Direktur Utama PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) Indriati mengatakan, kebijakan pemerintah untuk sektor properti membuat perusahaan optimis sektor ini akan bangkit. Pemerintah telah menyiapkan skema subsidi dan intervensi yang lebih tepat.
Baca juga: Ada Bank Tanah, Biaya Bangun Rumah di Perkotaan Bisa Lebih Murah
Selain itu, pembangunan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dilakukan secara padat karya dan bahan bangunan menggunakan industri dalam negeri.
&quot;Sektor properti itu punya demand yang tidak pernah habis sampai sejauh ini. Kemudian kebijakan pemerintah untuk sektor properti ini sangat menguatkan kita utamanya dalam hal KPR bersubsidi. Belum lagi Tapera yang diluncurkan di tahun 2021,&quot; ujarnya pada Market Review IDX Channel, Jumat (11/12/2020).
&amp;nbsp;Baca juga: Sofyan Djalil Ungkap Penyebab Harga Properti di Tempat Wisata Mahal
Dia melanjutkan, industri properti juga memberikan multiplier effect untuk 140 industri lainnya seperti material bahan bangunan, genteng, semen, paku, besi, kayu, dan lainnya yang mendukung pertumbuhan sektor ini.
&quot;Itu yang membuat kami di perusahaan tertantang untuk terus konsekuen dalam sektor properti ini,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wNC82Ny8xMjU1NTcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Indriati menuturkan, perusahaan lebih berfokus pada segmen KPR  bersubsidi di mana targetnya kepada masyarakat berpenghasilan rendah.  Kendati demikian, pandemi Covid-19 ini membuat perbankan lebih ketat  dalam menyeleksi pembelian rumah.
&quot;Kendalanya dari kebijakan perbankan yang lebih melakukan sedikit  semacam pengetatan untuk pembelian KPR terhadap konsumen, karena adanya  restrukturisasi akibat adanya pandemi ini. Tapi secara demand tetap  menarik,&quot; ungkapnya.
Adapun perusahaan properti rumah bersubsidi ini lebih berfokus ke  daerah Jawa Barat mengingat secara nasional permintaannya yang paling  tinggi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha properti optimistis bisnis di sektor ini bisa bangkit lagi. Mengingat selama pandemi, pelemahan ekonomi memaksa calon pembeli menunda rencana mereka untuk membeli rumah. Untuk itu, pemerintah membuat beberapa alternatif kebijakan untuk sektor properti.
Direktur Utama PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) Indriati mengatakan, kebijakan pemerintah untuk sektor properti membuat perusahaan optimis sektor ini akan bangkit. Pemerintah telah menyiapkan skema subsidi dan intervensi yang lebih tepat.
Baca juga: Ada Bank Tanah, Biaya Bangun Rumah di Perkotaan Bisa Lebih Murah
Selain itu, pembangunan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dilakukan secara padat karya dan bahan bangunan menggunakan industri dalam negeri.
&quot;Sektor properti itu punya demand yang tidak pernah habis sampai sejauh ini. Kemudian kebijakan pemerintah untuk sektor properti ini sangat menguatkan kita utamanya dalam hal KPR bersubsidi. Belum lagi Tapera yang diluncurkan di tahun 2021,&quot; ujarnya pada Market Review IDX Channel, Jumat (11/12/2020).
&amp;nbsp;Baca juga: Sofyan Djalil Ungkap Penyebab Harga Properti di Tempat Wisata Mahal
Dia melanjutkan, industri properti juga memberikan multiplier effect untuk 140 industri lainnya seperti material bahan bangunan, genteng, semen, paku, besi, kayu, dan lainnya yang mendukung pertumbuhan sektor ini.
&quot;Itu yang membuat kami di perusahaan tertantang untuk terus konsekuen dalam sektor properti ini,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wNC82Ny8xMjU1NTcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Indriati menuturkan, perusahaan lebih berfokus pada segmen KPR  bersubsidi di mana targetnya kepada masyarakat berpenghasilan rendah.  Kendati demikian, pandemi Covid-19 ini membuat perbankan lebih ketat  dalam menyeleksi pembelian rumah.
&quot;Kendalanya dari kebijakan perbankan yang lebih melakukan sedikit  semacam pengetatan untuk pembelian KPR terhadap konsumen, karena adanya  restrukturisasi akibat adanya pandemi ini. Tapi secara demand tetap  menarik,&quot; ungkapnya.
Adapun perusahaan properti rumah bersubsidi ini lebih berfokus ke  daerah Jawa Barat mengingat secara nasional permintaannya yang paling  tinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
