<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Melesat 2,20% dalam Sepekan</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan pada periode perdagangan sepekan ini menunjukkan kinerja positif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/278/2326254/ihsg-melesat-2-20-dalam-sepekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/278/2326254/ihsg-melesat-2-20-dalam-sepekan"/><item><title>IHSG Melesat 2,20% dalam Sepekan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/278/2326254/ihsg-melesat-2-20-dalam-sepekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/278/2326254/ihsg-melesat-2-20-dalam-sepekan</guid><pubDate>Sabtu 12 Desember 2020 08:58 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/12/278/2326254/ihsg-melesat-2-20-dalam-sepekan-ABwKEZSwCG.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/12/278/2326254/ihsg-melesat-2-20-dalam-sepekan-ABwKEZSwCG.jpeg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja positif dalam sepekan. Bahkan dalam sepekan perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di masa pandemi Covid-19 yaitu di level 6.000.
&quot;IHSG turut mengalami peningkatan 2,20% dan berada pada level 5.938,32 dari posisi 5.810,48 pada penutupan pekan sebelumnya,&quot; ujar Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Yulianto Aji Sadono dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/12/2020).
Baca Juga: Peringatan! IHSG Bergerak Sempit pada Desember 2020
 
Yulianto menambahkan, pasar modal Indonesia selama periode 7-11 Desember 2020 mencatatkan pergerakan data perdagangan yang didominasi oleh tren peningkatan dan ditutup positif pada akhir pekan ini.
Peningkatan tertinggi pada pekan ini terjadi pada rata-rata frekuensi harian yang mengalami peningkatan sebesar 12,46% menjadi 1.431,411 kali transaksi dibandingkan pada pekan sebelumnya yang berjumlah 1.272,820 kali transaksi.
Baca Juga: IHSG Bisa Menguat karena Saham BRIS Dilirik Investor
Sementara itu, investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,307 triliun, sedangkan sepanjang tahun 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp46,195 triliun.
Pada pekan ini terdapat sebanyak tiga pencatatan Obligasi di BEI. Pada Senin (7/12/2020) terdapat dua pencatatan obligasi, yang pertama adalah Obligasi Berkelanjutan IV Mandala Multifinance Tahap II  Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Mandala Multifinance Tbk dengan nilai nominal sebesar Rp315 miliar. PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idA (Single A) untuk Obligasi ini. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.


Kemudian yang kedua datang dari PT Permodalan Nasional Madani  (Persero) yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap IV Tahun  2020 (Obligasi III Tahap IV), dengan nilai nominal sebesar Rp1,73  triliun. PEFINDO memberikan peringkat idA+ (Single A plus) untuk  Obligasi ini. PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi  ini.
Selanjutnya, pada Kamis (10/12/2020) Obligasi Berkelanjutan I Barito  Pacific Tahap III Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Barito Pacific Tbk  resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp386.52 miliar.  PEFINDO kembali memberikan peringkat idA (Single A) untuk Obligasi ini  dan yang bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank  Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Dengan kedua pencatatan tersebut pada pekan ini, maka total emisi  Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 469 Emisi dengan nilai  nominal outstanding sebesar Rp426,87 triliun dan USD47,5 juta,  diterbitkan oleh 127 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI  berjumlah 133 seri dengan nilai nominal Rp3.755,59 triliun dan 400 juta  dolar AS. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp7,17  triliun.
&quot;Total emisi Obligasi dan Sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun  2020 adalah 98 Emisi dari 58 Emiten senilai Rp77,69 triliun,&quot; ucap  Yulianto.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja positif dalam sepekan. Bahkan dalam sepekan perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di masa pandemi Covid-19 yaitu di level 6.000.
&quot;IHSG turut mengalami peningkatan 2,20% dan berada pada level 5.938,32 dari posisi 5.810,48 pada penutupan pekan sebelumnya,&quot; ujar Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Yulianto Aji Sadono dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/12/2020).
Baca Juga: Peringatan! IHSG Bergerak Sempit pada Desember 2020
 
Yulianto menambahkan, pasar modal Indonesia selama periode 7-11 Desember 2020 mencatatkan pergerakan data perdagangan yang didominasi oleh tren peningkatan dan ditutup positif pada akhir pekan ini.
Peningkatan tertinggi pada pekan ini terjadi pada rata-rata frekuensi harian yang mengalami peningkatan sebesar 12,46% menjadi 1.431,411 kali transaksi dibandingkan pada pekan sebelumnya yang berjumlah 1.272,820 kali transaksi.
Baca Juga: IHSG Bisa Menguat karena Saham BRIS Dilirik Investor
Sementara itu, investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,307 triliun, sedangkan sepanjang tahun 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp46,195 triliun.
Pada pekan ini terdapat sebanyak tiga pencatatan Obligasi di BEI. Pada Senin (7/12/2020) terdapat dua pencatatan obligasi, yang pertama adalah Obligasi Berkelanjutan IV Mandala Multifinance Tahap II  Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Mandala Multifinance Tbk dengan nilai nominal sebesar Rp315 miliar. PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idA (Single A) untuk Obligasi ini. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.


Kemudian yang kedua datang dari PT Permodalan Nasional Madani  (Persero) yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap IV Tahun  2020 (Obligasi III Tahap IV), dengan nilai nominal sebesar Rp1,73  triliun. PEFINDO memberikan peringkat idA+ (Single A plus) untuk  Obligasi ini. PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi  ini.
Selanjutnya, pada Kamis (10/12/2020) Obligasi Berkelanjutan I Barito  Pacific Tahap III Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Barito Pacific Tbk  resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp386.52 miliar.  PEFINDO kembali memberikan peringkat idA (Single A) untuk Obligasi ini  dan yang bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank  Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Dengan kedua pencatatan tersebut pada pekan ini, maka total emisi  Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 469 Emisi dengan nilai  nominal outstanding sebesar Rp426,87 triliun dan USD47,5 juta,  diterbitkan oleh 127 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI  berjumlah 133 seri dengan nilai nominal Rp3.755,59 triliun dan 400 juta  dolar AS. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp7,17  triliun.
&quot;Total emisi Obligasi dan Sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun  2020 adalah 98 Emisi dari 58 Emiten senilai Rp77,69 triliun,&quot; ucap  Yulianto.</content:encoded></item></channel></rss>
