<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta Vaksin Sinovac Tiba di Tanah Air, Presiden Siap Disuntik Duluan</title><description>Vaksin Covid-19 Sinovac asal China telah sampai di Indonesia. Vaksin tersebut tiba pada 6 Desember 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/320/2326264/6-fakta-vaksin-sinovac-tiba-di-tanah-air-presiden-siap-disuntik-duluan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/320/2326264/6-fakta-vaksin-sinovac-tiba-di-tanah-air-presiden-siap-disuntik-duluan"/><item><title>6 Fakta Vaksin Sinovac Tiba di Tanah Air, Presiden Siap Disuntik Duluan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/320/2326264/6-fakta-vaksin-sinovac-tiba-di-tanah-air-presiden-siap-disuntik-duluan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/320/2326264/6-fakta-vaksin-sinovac-tiba-di-tanah-air-presiden-siap-disuntik-duluan</guid><pubDate>Sabtu 12 Desember 2020 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Reza Andrafirdaus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/12/320/2326264/6-fakta-vaksin-sinovac-tiba-di-tanah-air-presiden-siap-disuntik-duluan-tNvwdGHQzK.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/12/320/2326264/6-fakta-vaksin-sinovac-tiba-di-tanah-air-presiden-siap-disuntik-duluan-tNvwdGHQzK.jpeg</image><title>Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Vaksin Covid-19 Sinovac asal China telah sampai di Indonesia. Vaksin tersebut tiba pada 6 Desember 2020 setelah menempuh rute penerbangan Beijing-Jakarta.
Terdapat sekitar 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk program vaksinasi nasional. Tersedianya vaksin tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya, siapakah yang akan disuntik terlebih dahulu.
Ada sejumlah fakta menarik tentang tibanya 1,2 juta dosis vaksin ke Tanah Air dan siapakah yang akan disuntik terlebih dahulu. Berikut Okezone telah merangkumnya pada Sabtu (12/12/2020).
Baca Juga: 1,2 Juta Vaksin Sinovac Bikin Perekonomian RI Tumbuh Positif
 
1.      Pemerintah Diminta Memperbanyak Vaksin Gratis
Anggota Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini meminta pemerintah mengubah skema pemberian vaksin Covid-19 untuk masyarakat. Ia meminta agar jumlah penerima vaksin program yang dibiayai pemerintah diperbanyak lagi.
Rencananya jumlah penerima vaksin program yang dibiayai pemerintah sebesar 30% dan 70% bersifat mandiri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wOC82Ny8xMjU3MzYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pemerintah seharusnya justru mengutamakan kepentingan rakyat dengan memperbanyak vaksin gratis untuk rakyat terutama bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Pemerintah tidak boleh berbisnis dengan rakyat dengan memperbesar jumlah vaksin mandiri,&amp;rdquo; ujar Yahya melalui keterangan tertulisnya kepada MNC Media.
2.      Vaksin akan Disediakan Jika Lolos Uji Klinis
Program pengadaan vaksin dilakukan pemerintah sebagai wujud penanggulangan pandemi Covid-19. Vaksin SInovac akan melalui uji klinis terlebih dahulu supaya aman ketika diberikan kepada masyarakat.
Baca Juga: Deteksi Covid-19, Menristek: GeNose Akuratnya Cukup Baik
 
&amp;ldquo;Pemerintah Indonesia menjadikan vaksinasi sebagai bagian dari strategi penanggulangan pandemi Covid-19. Pemerintah hanya akan menyediakan vaksin yang terbukti aman dan lolos uji klinis sesuai rekomendasi,&amp;rdquo; ungkap Menkes Terawan.
3. Presiden Jokowi Siap Disuntik Duluan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa dirinya siap disuntik terlebih dahulu jika diminta oleh tim penanganan Covid-19.
&quot;Kalau ada yang bertanya Presiden nanti di depan atau dibelakang? Kalau oleh tim diminta saya yang paling depan ya saya siap,&quot; kata Jokowi saat meninjau simulasi vaksinasi di Puskesmas Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020).4.      Tenaga Kesehatan Diprioritaskan
 
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, sesuai  rekomendasi ITAGI dan SAGE apabila ketersediaan vaksin terbatas di tahap  awal maka target sasaran adalah kelompok berisiko. Dalam hal ini tenaga  kesehatan beserta tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan  kesehatan.
&quot;Untuk itu, tahap pertama vaksinasi dilakukan terhadap tenaga  kesehatan di Jawa dan Bali. Tahap selanjutnya untuk tenaga kesehatan di  luar Jawa dan Bali,&quot; kata Menkes Terawan dalam keterangan resminya.
5.      TNI dan Polri juga Didahulukan
Aparat Kepolisian dan Tentara Republik Indonesia (TNI) pun termasuk  yang akan mendapatkan injeksi vaksin covid-19 terlebih dahulu. Hal ini  disampaikan oleh Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi  Nasional (KPCPEN) sekaligus Menteri Perekonomian Republik Indonesia,  Airlangga Hartarto di Jakarta.
Menurut Airlangga, prioritas ini sesuai dengan instruksi dari  Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sekaligus mengikuti standar  World Health Organization (WHO).
6.      Pedagang Pasar Ikut Disuntik
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menko  PMK Muhadjir Effendy menyebut pedagang pasar masuk dalam prioritas  penerima vaksin Covid-19. Prioritas ini dikelompokkan dari orang yang  paling rentan terpapar Covid-19.
&quot;Kelompok berisiko tinggi, yaitu kelompok pekerja, termasuk pedagang  pasar, pelayan toko, pramuniaga, dan mereka yang bekerja di  sektor-sektor perusahaan industri,&quot; kata Muhadjir dalam konferensi pers  resminya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Vaksin Covid-19 Sinovac asal China telah sampai di Indonesia. Vaksin tersebut tiba pada 6 Desember 2020 setelah menempuh rute penerbangan Beijing-Jakarta.
Terdapat sekitar 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk program vaksinasi nasional. Tersedianya vaksin tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya, siapakah yang akan disuntik terlebih dahulu.
Ada sejumlah fakta menarik tentang tibanya 1,2 juta dosis vaksin ke Tanah Air dan siapakah yang akan disuntik terlebih dahulu. Berikut Okezone telah merangkumnya pada Sabtu (12/12/2020).
Baca Juga: 1,2 Juta Vaksin Sinovac Bikin Perekonomian RI Tumbuh Positif
 
1.      Pemerintah Diminta Memperbanyak Vaksin Gratis
Anggota Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini meminta pemerintah mengubah skema pemberian vaksin Covid-19 untuk masyarakat. Ia meminta agar jumlah penerima vaksin program yang dibiayai pemerintah diperbanyak lagi.
Rencananya jumlah penerima vaksin program yang dibiayai pemerintah sebesar 30% dan 70% bersifat mandiri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wOC82Ny8xMjU3MzYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pemerintah seharusnya justru mengutamakan kepentingan rakyat dengan memperbanyak vaksin gratis untuk rakyat terutama bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Pemerintah tidak boleh berbisnis dengan rakyat dengan memperbesar jumlah vaksin mandiri,&amp;rdquo; ujar Yahya melalui keterangan tertulisnya kepada MNC Media.
2.      Vaksin akan Disediakan Jika Lolos Uji Klinis
Program pengadaan vaksin dilakukan pemerintah sebagai wujud penanggulangan pandemi Covid-19. Vaksin SInovac akan melalui uji klinis terlebih dahulu supaya aman ketika diberikan kepada masyarakat.
Baca Juga: Deteksi Covid-19, Menristek: GeNose Akuratnya Cukup Baik
 
&amp;ldquo;Pemerintah Indonesia menjadikan vaksinasi sebagai bagian dari strategi penanggulangan pandemi Covid-19. Pemerintah hanya akan menyediakan vaksin yang terbukti aman dan lolos uji klinis sesuai rekomendasi,&amp;rdquo; ungkap Menkes Terawan.
3. Presiden Jokowi Siap Disuntik Duluan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa dirinya siap disuntik terlebih dahulu jika diminta oleh tim penanganan Covid-19.
&quot;Kalau ada yang bertanya Presiden nanti di depan atau dibelakang? Kalau oleh tim diminta saya yang paling depan ya saya siap,&quot; kata Jokowi saat meninjau simulasi vaksinasi di Puskesmas Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020).4.      Tenaga Kesehatan Diprioritaskan
 
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, sesuai  rekomendasi ITAGI dan SAGE apabila ketersediaan vaksin terbatas di tahap  awal maka target sasaran adalah kelompok berisiko. Dalam hal ini tenaga  kesehatan beserta tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan  kesehatan.
&quot;Untuk itu, tahap pertama vaksinasi dilakukan terhadap tenaga  kesehatan di Jawa dan Bali. Tahap selanjutnya untuk tenaga kesehatan di  luar Jawa dan Bali,&quot; kata Menkes Terawan dalam keterangan resminya.
5.      TNI dan Polri juga Didahulukan
Aparat Kepolisian dan Tentara Republik Indonesia (TNI) pun termasuk  yang akan mendapatkan injeksi vaksin covid-19 terlebih dahulu. Hal ini  disampaikan oleh Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi  Nasional (KPCPEN) sekaligus Menteri Perekonomian Republik Indonesia,  Airlangga Hartarto di Jakarta.
Menurut Airlangga, prioritas ini sesuai dengan instruksi dari  Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sekaligus mengikuti standar  World Health Organization (WHO).
6.      Pedagang Pasar Ikut Disuntik
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menko  PMK Muhadjir Effendy menyebut pedagang pasar masuk dalam prioritas  penerima vaksin Covid-19. Prioritas ini dikelompokkan dari orang yang  paling rentan terpapar Covid-19.
&quot;Kelompok berisiko tinggi, yaitu kelompok pekerja, termasuk pedagang  pasar, pelayan toko, pramuniaga, dan mereka yang bekerja di  sektor-sektor perusahaan industri,&quot; kata Muhadjir dalam konferensi pers  resminya.
</content:encoded></item></channel></rss>
