<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir: Jangan Terjebak Isu Vaksin Asal China atau Amerika</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan vaksin yang akan masuk Indonesia sudah melalui proses uji klinis dengan baik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/320/2326364/erick-thohir-jangan-terjebak-isu-vaksin-asal-china-atau-amerika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/320/2326364/erick-thohir-jangan-terjebak-isu-vaksin-asal-china-atau-amerika"/><item><title>Erick Thohir: Jangan Terjebak Isu Vaksin Asal China atau Amerika</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/320/2326364/erick-thohir-jangan-terjebak-isu-vaksin-asal-china-atau-amerika</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/320/2326364/erick-thohir-jangan-terjebak-isu-vaksin-asal-china-atau-amerika</guid><pubDate>Sabtu 12 Desember 2020 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/12/320/2326364/erick-thohir-jangan-terjebak-isu-vaksin-asal-china-atau-amerika-BZPlzD35mJ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/12/320/2326364/erick-thohir-jangan-terjebak-isu-vaksin-asal-china-atau-amerika-BZPlzD35mJ.jpeg</image><title>Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan vaksin yang akan masuk Indonesia sudah melalui proses uji klinis dengan baik. Dia meminta, masyarakat tidak terpengaruh dari negara mana vaksin berasal.
&quot;Jadi jangan terjebak nih. Bahwa ini vaksin China, ini vaksin Amerika Serikat. Semua vaksin yang masuk data WHO pasti sudah ada uji klinis dengan baik. jadi jangan terjebak dalam arti apa-apa,&quot; kata Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi  dalam seminar itu, Sabtu (12/12/2020).
Baca Juga: 6 Fakta Vaksin Sinovac Tiba di Tanah Air, Presiden Siap Disuntik Duluan
 
Dia menjelaskan, berdasarkan Perpres 99 Tahun 2020, domain tertinggi vaksinasi ada di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dalam hal ini, kemenkes sudah memutuskan jenis - jenis vaksin yang bisa diandalkan yaitu ada Fitzer, Moderna, sinovac, astrazeneca dan tentu juga Merah Putih.
&quot;Sesuai dengan keputusan pak Menteri Kesehatan kita memakai vaksin dari Amerika, China, Arab, dan sebagainya,&quot; terangnya.
Baca Juga: 1,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Ditargetkan bagi Tenaga Kesehatan
 
Selain itu, dia menegaskan bahwa 1,2 juta unit vaksin Covid-19 dari Sinovac China sudah melibatkan BPOM dan MUI. Vaksin Sinovac sendiri sudah uji klinis tahap  III di Bandung.
&quot;Tinggal untuk disuntikkan, namun  perlu penggunaan izin darurat atau emergency use authority di mana salah satunya melihat hasil uji klinis yang ada di Brazil dan negara-negara lain yang berhasil, ditambah hasil uji klinis III di Bandung,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wOC82Ny8xMjU3MzYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menambahkan, untuk tahap awal,  vaksinasi akan dilakukan pada   tenaga kesehatan, personel TNI-Polri, dan pegawai pemerintahan. Namun,  Ia menekankan, vaksinasi ini tidak ada pemaksaan.
&quot;Kembali program vaksinasi ini tidak ada paksaan, tetapi pemerintah  menargetkan 67 persen rakyat Indonesia tervaksinasi, karena harus  menjadi herd immunity dan saling menjaga,&quot; tandasnya.
Meski begitu,  Erick meminta agar pengadaan jenis vaksin Covid-19  haruslah dibarengi dengan keyakinan agar dapat menekan angka penularan  dan jumlah kematian. Apalagi dengan adanya vaksin, diharapkan dapat  membuat ekonomi nasional bergairah pada 2021.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan vaksin yang akan masuk Indonesia sudah melalui proses uji klinis dengan baik. Dia meminta, masyarakat tidak terpengaruh dari negara mana vaksin berasal.
&quot;Jadi jangan terjebak nih. Bahwa ini vaksin China, ini vaksin Amerika Serikat. Semua vaksin yang masuk data WHO pasti sudah ada uji klinis dengan baik. jadi jangan terjebak dalam arti apa-apa,&quot; kata Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi  dalam seminar itu, Sabtu (12/12/2020).
Baca Juga: 6 Fakta Vaksin Sinovac Tiba di Tanah Air, Presiden Siap Disuntik Duluan
 
Dia menjelaskan, berdasarkan Perpres 99 Tahun 2020, domain tertinggi vaksinasi ada di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dalam hal ini, kemenkes sudah memutuskan jenis - jenis vaksin yang bisa diandalkan yaitu ada Fitzer, Moderna, sinovac, astrazeneca dan tentu juga Merah Putih.
&quot;Sesuai dengan keputusan pak Menteri Kesehatan kita memakai vaksin dari Amerika, China, Arab, dan sebagainya,&quot; terangnya.
Baca Juga: 1,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Ditargetkan bagi Tenaga Kesehatan
 
Selain itu, dia menegaskan bahwa 1,2 juta unit vaksin Covid-19 dari Sinovac China sudah melibatkan BPOM dan MUI. Vaksin Sinovac sendiri sudah uji klinis tahap  III di Bandung.
&quot;Tinggal untuk disuntikkan, namun  perlu penggunaan izin darurat atau emergency use authority di mana salah satunya melihat hasil uji klinis yang ada di Brazil dan negara-negara lain yang berhasil, ditambah hasil uji klinis III di Bandung,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wOC82Ny8xMjU3MzYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menambahkan, untuk tahap awal,  vaksinasi akan dilakukan pada   tenaga kesehatan, personel TNI-Polri, dan pegawai pemerintahan. Namun,  Ia menekankan, vaksinasi ini tidak ada pemaksaan.
&quot;Kembali program vaksinasi ini tidak ada paksaan, tetapi pemerintah  menargetkan 67 persen rakyat Indonesia tervaksinasi, karena harus  menjadi herd immunity dan saling menjaga,&quot; tandasnya.
Meski begitu,  Erick meminta agar pengadaan jenis vaksin Covid-19  haruslah dibarengi dengan keyakinan agar dapat menekan angka penularan  dan jumlah kematian. Apalagi dengan adanya vaksin, diharapkan dapat  membuat ekonomi nasional bergairah pada 2021.</content:encoded></item></channel></rss>
