<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dear Parents, Pentingnya Keterbukaan Keuangan ke Anak</title><description>Menanamkan peran dan fungsi uang dalam kehidupan kepada anak merupakan hal penting.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/622/2325846/dear-parents-pentingnya-keterbukaan-keuangan-ke-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/622/2325846/dear-parents-pentingnya-keterbukaan-keuangan-ke-anak"/><item><title>Dear Parents, Pentingnya Keterbukaan Keuangan ke Anak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/622/2325846/dear-parents-pentingnya-keterbukaan-keuangan-ke-anak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/12/622/2325846/dear-parents-pentingnya-keterbukaan-keuangan-ke-anak</guid><pubDate>Sabtu 12 Desember 2020 22:10 WIB</pubDate><dc:creator>Alya Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/11/622/2325846/dear-parents-pentingnya-keterbukaan-keuangan-ke-anak-aWm2g4IQMd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/11/622/2325846/dear-parents-pentingnya-keterbukaan-keuangan-ke-anak-aWm2g4IQMd.jpg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menanamkan peran dan fungsi uang dalam kehidupan kepada anak merupakan hal penting. Pasalnya, keluarga merupakan sebuah organisasi kecil, yang memerlukan strategi khusus dalam pengelolaan keuangannya.
Tanamkan setiap tujuan pengeluaran keuangan adalah untuk semua anggota keluarga, tidak hanya orang tua, melainkan anak juga. Seperti dilansir dari Real Simple, Sabtu (12/12/2020), pentingnya mentransparansikan masalah keuangan kepada anak.
Baca Juga: 5 Hal Penting soal Keuangan yang Wajib Dibicarakan ke Pasangan Sebelum Menikah
Ketika anak beranjak remaja, katakan secara terus terang berapa penghasilan setiap bulannya. Untuk apa saja penghasilan tersebut dipakai.
Jabarkan biaya-biaya yang harus dibayar, seperti biaya pendidikan dan lainnya. Sehingga anak mengetahui dan mulai belajar mengelola uang jajan dan kebutuhannya.
Jelaskan juga kepadanya bahwa selama anak masih sekolah, semua keuangan utama menjadi tanggung jawab orang tua. Tugas mereka hanya perlu belajar dengan baik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Katakan juga bahwa tidak semua orang tua memiliki penghasilan yang sama. Kebutuhan pun akan disesuaikan dengan pemasukan. Sedari dini ajarkan anak untuk menabung dan menyisihkan uang.
Jika sedang mengalami krisis keuangan, ajak anak duduk bersama dan jelaskan masalah yang terjadi. Katakan dengan bahasa yang mampu mereka pahami. Berikan kesempatan mereka untuk memberikan tanggapannya.Namun, berhati-hatilah agar tidak terlalu emosional ketika  membicarakan problem keuangan dengan anak. Jangan jadikan dan anggap  mereka sebagai satu-satunya beban keuangan.
Jadi, meskipun sedang mengalami masalah finansial, kontrol kemarahan dan kesedihan. Jangan sampai meluapkannya di depan anak.</description><content:encoded>JAKARTA - Menanamkan peran dan fungsi uang dalam kehidupan kepada anak merupakan hal penting. Pasalnya, keluarga merupakan sebuah organisasi kecil, yang memerlukan strategi khusus dalam pengelolaan keuangannya.
Tanamkan setiap tujuan pengeluaran keuangan adalah untuk semua anggota keluarga, tidak hanya orang tua, melainkan anak juga. Seperti dilansir dari Real Simple, Sabtu (12/12/2020), pentingnya mentransparansikan masalah keuangan kepada anak.
Baca Juga: 5 Hal Penting soal Keuangan yang Wajib Dibicarakan ke Pasangan Sebelum Menikah
Ketika anak beranjak remaja, katakan secara terus terang berapa penghasilan setiap bulannya. Untuk apa saja penghasilan tersebut dipakai.
Jabarkan biaya-biaya yang harus dibayar, seperti biaya pendidikan dan lainnya. Sehingga anak mengetahui dan mulai belajar mengelola uang jajan dan kebutuhannya.
Jelaskan juga kepadanya bahwa selama anak masih sekolah, semua keuangan utama menjadi tanggung jawab orang tua. Tugas mereka hanya perlu belajar dengan baik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Katakan juga bahwa tidak semua orang tua memiliki penghasilan yang sama. Kebutuhan pun akan disesuaikan dengan pemasukan. Sedari dini ajarkan anak untuk menabung dan menyisihkan uang.
Jika sedang mengalami krisis keuangan, ajak anak duduk bersama dan jelaskan masalah yang terjadi. Katakan dengan bahasa yang mampu mereka pahami. Berikan kesempatan mereka untuk memberikan tanggapannya.Namun, berhati-hatilah agar tidak terlalu emosional ketika  membicarakan problem keuangan dengan anak. Jangan jadikan dan anggap  mereka sebagai satu-satunya beban keuangan.
Jadi, meskipun sedang mengalami masalah finansial, kontrol kemarahan dan kesedihan. Jangan sampai meluapkannya di depan anak.</content:encoded></item></channel></rss>
