<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelabuhan Sanur Jadi Penghubung Kawasan Segitiga Emas Bali</title><description>Pembangunan Pelabuhan Laut Sanur, Bali telah dimulai. Tujuannya untuk  menghubungkan kawasan yang dikenal dengan sebutan Segitiga Emas</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/14/320/2327569/pelabuhan-sanur-jadi-penghubung-kawasan-segitiga-emas-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/14/320/2327569/pelabuhan-sanur-jadi-penghubung-kawasan-segitiga-emas-bali"/><item><title>Pelabuhan Sanur Jadi Penghubung Kawasan Segitiga Emas Bali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/14/320/2327569/pelabuhan-sanur-jadi-penghubung-kawasan-segitiga-emas-bali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/14/320/2327569/pelabuhan-sanur-jadi-penghubung-kawasan-segitiga-emas-bali</guid><pubDate>Senin 14 Desember 2020 18:45 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/14/320/2327569/pelabuhan-sanur-jadi-penghubung-kawasan-segitiga-emas-bali-Teml59oPiL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/14/320/2327569/pelabuhan-sanur-jadi-penghubung-kawasan-segitiga-emas-bali-Teml59oPiL.jpg</image><title>Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>BALI &amp;ndash; Pembangunan Pelabuhan Laut Sanur, Bali telah dimulai. Tujuannya untuk menghubungkan kawasan yang dikenal dengan sebutan Segitiga Emas yaitu Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Ceningan.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Bali Wayan Koster melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai tanda dimulainya pembangunan.
&quot;Hari ini kita menjalankan amanah Bapak Presiden Jokowi untuk memastikan bahwa Bali adalah tujuan wisata utama. Kehadiran Pelabuhan Sanur akan menciptakan konektivitas yang baik antara wilayah di Bali (Sanur-Nusa Penida-Nusa Ceningan) yang bisa menjadi tambahan tujuan wisata, sehingga para turis bisa berlibur lebih lama di Bali,&amp;rdquo; kata Menhub Budi di Jakarta, Senin (14/12/2020).
Baca Juga: PTB Jadi Operator Pelabuhan Dukung Pemindahan Ibu Kota
 
Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Sanur dilakukan dalam periode Tahun Anggaran 2020 &amp;ndash; 2022 yang bersumber dari APBN dengan pagu anggaran sebesar Rp. 398 Milyar.
&quot;Pelabuhan ini hampir Rp 400 milyar, sedangkan yang di Nusa Penida dan Nusa Ceningan keduanya hampir Rp 200 milyar. Ini Jumlah yang tidak sedikit. Untuk itu Presiden sudah mewanti-wanti supaya pembangunan yang dilakukan harus bisa menghasilkan outcome yang bermanfaat dan berguna bagi masyarakat. Sanur-Nusa Penida dan Nusa Ceningan harus terhubung dengan baik,&amp;rdquo; ujar Menhub.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xMy8xLzEyNTkyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain membangun infrastruktur Pelabuhan Sanur, ke depannya Menhub ingin ada upaya peningkatan sarana kapal penyeberangan dengan penerapan skema buy the service. Melalui skema ini, nantinya para operator kapal penyeberangan yang ada sekarang bisa mendapatkan subsidi sehingga dapat lebih meningkatkan kualitas kapal penyeberangannya.
&quot;Saya yakin kita juga bisa lengkapi dengan buy the service jadi kita mensubsidi masyarakat yang ada di sini untuk mengadakan kapal-kapal yang berkeselamatan, kapal yang pantas untuk pariwisata,&quot; ungkapnya.
Sementara itu Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pembangunan Pelabuhan Sanur dan dua pelabuhan lainnya di Nusa Penida dan Nusa Ceningan sangat penting untuk menunjang konektivitas di Bali. Ia berharap, pembangunan ini dapat memberi manfaat untuk memajukan perekonomian masyarat Bali.Pelabuhan Sanur berfungsi sebagai simpul transportasi laut untuk  penyeberangan kapal-kapal kecil ke wilayah pulau-pulau seberang seperti  Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Nusa Lembongan, serta  Pulau Gili Terawangan Lombok Nusa Tenggara Barat.
Kondisi saat ini di Sanur tidak memiliki pelabuhan sehingga para  penumpang yang akan naik dan turun di lokasi mesti turun ke air di  pinggir laut dengan kondisi basah. Dengan keberadaan fasilitas  pelabuhan, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan para  penumpang.
Pembangunan fasilitas laut meliputi Revetment (Talud), Breakwater,  Pengerukan, Dermaga Apung dan pembangunan Fasilitas Darat meliputi  Gedung Terminal, Ruang Genset, Pos Jaga, Bale Bengong, Tempat Ibadah  (Padmasana), Bengkel Pemeliharaan Fasilitas Pelabuhan (Gudang),  Fasilitas Penampungan Limbah, Ruang Terbuka Hijau, Parkir, Gapura, Jalan  Pelabuhan, Pagar Pelabuhan dan Sign Post.
Sedangkan untuk fasilitas darat akan dibangun di atas tanah seluas  7.403 meter persegi dengan dimensi sesuai Rencana Induk Pelabuhan. Untuk  ketersediaan lahan pembangunan terminal pelabuhan laut Sanur seluas  7.410 meter persegi.
Sebelumnya, telah dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking)  dua pelabuhan penyeberangan di Bali. Kedua proyek tersebut yaitu  Pelabuhan Sampalan di Pulau Nusa Penida serta Pelabuhan Bias Munjul di  Pulau Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung Provinsi Bali pada bulan  Agustus 2020. Kedua pelabuhan ini ditargetkan selesai pertengahan tahun  2021.</description><content:encoded>BALI &amp;ndash; Pembangunan Pelabuhan Laut Sanur, Bali telah dimulai. Tujuannya untuk menghubungkan kawasan yang dikenal dengan sebutan Segitiga Emas yaitu Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Ceningan.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Bali Wayan Koster melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai tanda dimulainya pembangunan.
&quot;Hari ini kita menjalankan amanah Bapak Presiden Jokowi untuk memastikan bahwa Bali adalah tujuan wisata utama. Kehadiran Pelabuhan Sanur akan menciptakan konektivitas yang baik antara wilayah di Bali (Sanur-Nusa Penida-Nusa Ceningan) yang bisa menjadi tambahan tujuan wisata, sehingga para turis bisa berlibur lebih lama di Bali,&amp;rdquo; kata Menhub Budi di Jakarta, Senin (14/12/2020).
Baca Juga: PTB Jadi Operator Pelabuhan Dukung Pemindahan Ibu Kota
 
Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Sanur dilakukan dalam periode Tahun Anggaran 2020 &amp;ndash; 2022 yang bersumber dari APBN dengan pagu anggaran sebesar Rp. 398 Milyar.
&quot;Pelabuhan ini hampir Rp 400 milyar, sedangkan yang di Nusa Penida dan Nusa Ceningan keduanya hampir Rp 200 milyar. Ini Jumlah yang tidak sedikit. Untuk itu Presiden sudah mewanti-wanti supaya pembangunan yang dilakukan harus bisa menghasilkan outcome yang bermanfaat dan berguna bagi masyarakat. Sanur-Nusa Penida dan Nusa Ceningan harus terhubung dengan baik,&amp;rdquo; ujar Menhub.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xMy8xLzEyNTkyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain membangun infrastruktur Pelabuhan Sanur, ke depannya Menhub ingin ada upaya peningkatan sarana kapal penyeberangan dengan penerapan skema buy the service. Melalui skema ini, nantinya para operator kapal penyeberangan yang ada sekarang bisa mendapatkan subsidi sehingga dapat lebih meningkatkan kualitas kapal penyeberangannya.
&quot;Saya yakin kita juga bisa lengkapi dengan buy the service jadi kita mensubsidi masyarakat yang ada di sini untuk mengadakan kapal-kapal yang berkeselamatan, kapal yang pantas untuk pariwisata,&quot; ungkapnya.
Sementara itu Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pembangunan Pelabuhan Sanur dan dua pelabuhan lainnya di Nusa Penida dan Nusa Ceningan sangat penting untuk menunjang konektivitas di Bali. Ia berharap, pembangunan ini dapat memberi manfaat untuk memajukan perekonomian masyarat Bali.Pelabuhan Sanur berfungsi sebagai simpul transportasi laut untuk  penyeberangan kapal-kapal kecil ke wilayah pulau-pulau seberang seperti  Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Nusa Lembongan, serta  Pulau Gili Terawangan Lombok Nusa Tenggara Barat.
Kondisi saat ini di Sanur tidak memiliki pelabuhan sehingga para  penumpang yang akan naik dan turun di lokasi mesti turun ke air di  pinggir laut dengan kondisi basah. Dengan keberadaan fasilitas  pelabuhan, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan para  penumpang.
Pembangunan fasilitas laut meliputi Revetment (Talud), Breakwater,  Pengerukan, Dermaga Apung dan pembangunan Fasilitas Darat meliputi  Gedung Terminal, Ruang Genset, Pos Jaga, Bale Bengong, Tempat Ibadah  (Padmasana), Bengkel Pemeliharaan Fasilitas Pelabuhan (Gudang),  Fasilitas Penampungan Limbah, Ruang Terbuka Hijau, Parkir, Gapura, Jalan  Pelabuhan, Pagar Pelabuhan dan Sign Post.
Sedangkan untuk fasilitas darat akan dibangun di atas tanah seluas  7.403 meter persegi dengan dimensi sesuai Rencana Induk Pelabuhan. Untuk  ketersediaan lahan pembangunan terminal pelabuhan laut Sanur seluas  7.410 meter persegi.
Sebelumnya, telah dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking)  dua pelabuhan penyeberangan di Bali. Kedua proyek tersebut yaitu  Pelabuhan Sampalan di Pulau Nusa Penida serta Pelabuhan Bias Munjul di  Pulau Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung Provinsi Bali pada bulan  Agustus 2020. Kedua pelabuhan ini ditargetkan selesai pertengahan tahun  2021.</content:encoded></item></channel></rss>
