<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berencana Pensiun? Jangan Lupa Siapkan Rencana Keuangan</title><description>Menghabiskan masa pensiun dengan sejahtera merupakan impian semua orang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/14/622/2327410/berencana-pensiun-jangan-lupa-siapkan-rencana-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/14/622/2327410/berencana-pensiun-jangan-lupa-siapkan-rencana-keuangan"/><item><title>Berencana Pensiun? Jangan Lupa Siapkan Rencana Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/14/622/2327410/berencana-pensiun-jangan-lupa-siapkan-rencana-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/14/622/2327410/berencana-pensiun-jangan-lupa-siapkan-rencana-keuangan</guid><pubDate>Senin 14 Desember 2020 20:17 WIB</pubDate><dc:creator>Dian Ayu Anggraini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/14/622/2327410/berencana-pensiun-jangan-lupa-siapkan-rencana-keuangan-VK9NVe8p2J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/14/622/2327410/berencana-pensiun-jangan-lupa-siapkan-rencana-keuangan-VK9NVe8p2J.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menghabiskan masa pensiun dengan sejahtera merupakan impian semua orang. Pensiun dari pekerjaan adalah salah satu keputusan karier terpenting yang harus dipertimbangkan dengan matang.
Pensiun tidak selalu menjadi akhir dari kehidupan kerja. Ini bisa menjadi transisi perubahan karir dari pekerjaan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun menjadi karir pensiun yang baru.
Dilansir dari The Balance Careers Jakarta, Senin (14/12/20), berikut ini cara pensiun dari pekerjaan, dengan informasi tentang opsi pensiun, menambah penghasilan, atau memulai karier kedua.
Baca Juga: PNS Korupsi Bansos, Bye-Bye Hak Pensiun
 
Kapan Kebanyakan Orang Pensiun?
Bagi pekerja yang memperoleh tunjangan jaminan sosial, usia pensiun kisaran 66 &amp;ndash; 67 tahun. Namun, banyak juga yang terus bekerja melebihi waktu mereka memenuhi syarat untuk jaminan sosial.
Sebuah studi dari Employee Benefit Research Institute menemukan bahwa rata-rata usia pekerja yang diharapkan untuk pensiun adalah 65 tahun, tetapi usia pensiun yang dilaporkan oleh sebagian besar pensiunan adalah 62 tahun.
Kapan Harus Pensiun?
Memilih untuk pensiun adalah keputusan pribadi. Sebaiknya pertimbangkan untuk mendapatkan nasihat profesional sehingga mengetahui bagaimana situasi keuangan yang dapat berubah setelah pensiun.
&amp;ldquo;Yang paling penting saat memutuskan kapan akan pensiun adalah memastikan bahwa harapan Anda selaras dengan aset Anda. Penting untuk memiliki pandangan yang realistis untuk masa pensiun Anda, dan untuk pasangan, agar tujuan pensiun Anda selaras,&amp;rdquo; kata Sue Ann Donovan, penasihat kekayaan di Holistic Wealth Advisors yang berbasis di New York dalam wawancara telepon dengan The Balance.
Baca Juga: Cara Pintar Pensiun bagi Milenial agar Sejahtera
 
Transisi Menuju Pensiun
Salah satu cara untuk memastikan kelancaran transisi adalah dengan mempertimbangkan berbagai opsi untuk pensiun. Atasan di perusahaan mungkin terus membujuk untuk tetap bergabung selama mungkin, atau meminta membantu proyek khusus. Anda mungkin lebih nyaman dengan keberangkatan yang lebih lama, atau Anda mungkin hanya ingin pindah secepat mungkin.
Sebelum menyerahkan surat pensiun, tanyakan kepada perusahaan tentang pilihan apa yang tersedia jika tetap melanjutkan pekerjaan di tempat tersebut. Terdapat berbagai jenis pensiun, antara lain pensiun dini, pensiun bertahap, atau mengubah bekerja penuh waktu menjadi paruh waktu.
Dapatkan Informasi yang Dibutuhkan untuk Membuat Keputusan
 
Semakin banyak data yang dimiliki, maka semakin siap untuk membuat keputusan tentang kapan waktunya pensiun. Jika tidak berencana untuk bekerja di masa pensiun, maka lakukan evaluasi keuangan dengan cermat untuk memastikan stabilitas selama pasca-karier. Jika ingin terus bekerja, pikirkan beberapa pilihan yang mungkin cocok untuk fase karir selanjutnya.
 
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQxOTcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bagaimana Memberi Tahu Atasan?
Apabila sudah bekerja untuk perusahaan dalam jangka panjang,  sebaiknya diskusikan opsi pensiun dengan manajer dan departemen SDM.  Beberapa perusahaan besar menyediakan bantuan perencanaan pensiun.  Melakukan percakapan dengan departemen SDM dapat membantu merencanakan  transisi menuju pensiun yang mulus
 
Pikirkan Penghasilan Pensiun
Saat mempertimbangkan untuk pensiun, mulailah memikirkan apakah perlu  menambah penghasilan pensiun. Konsultan, pekerjaan freelance, pekerjaan  jangka pendek, dan pekerjaan kontrak dapat menjadi pilihan untuk  dipertimbangkan.
 
Memulai Karir Kedua
Tidak ada kata terlambat untuk memulai ulang. Pensiun dari karier  pertama tidak berarti pensiun dari pekerjaan. Banyak orang berhasil  memulai karir kedua di usia yang lebih tua.
Leo Goodwin mendirikan GEICO ketika dia berusia 50 tahun, Kolonel  Sanders berusia 62 tahun ketika dia mewaralabakan Kentucky Fried Chicken  pertamanya, dan Carol Gardner memulai Zelda Wisdom ketika dia berusia  52 tahun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menghabiskan masa pensiun dengan sejahtera merupakan impian semua orang. Pensiun dari pekerjaan adalah salah satu keputusan karier terpenting yang harus dipertimbangkan dengan matang.
Pensiun tidak selalu menjadi akhir dari kehidupan kerja. Ini bisa menjadi transisi perubahan karir dari pekerjaan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun menjadi karir pensiun yang baru.
Dilansir dari The Balance Careers Jakarta, Senin (14/12/20), berikut ini cara pensiun dari pekerjaan, dengan informasi tentang opsi pensiun, menambah penghasilan, atau memulai karier kedua.
Baca Juga: PNS Korupsi Bansos, Bye-Bye Hak Pensiun
 
Kapan Kebanyakan Orang Pensiun?
Bagi pekerja yang memperoleh tunjangan jaminan sosial, usia pensiun kisaran 66 &amp;ndash; 67 tahun. Namun, banyak juga yang terus bekerja melebihi waktu mereka memenuhi syarat untuk jaminan sosial.
Sebuah studi dari Employee Benefit Research Institute menemukan bahwa rata-rata usia pekerja yang diharapkan untuk pensiun adalah 65 tahun, tetapi usia pensiun yang dilaporkan oleh sebagian besar pensiunan adalah 62 tahun.
Kapan Harus Pensiun?
Memilih untuk pensiun adalah keputusan pribadi. Sebaiknya pertimbangkan untuk mendapatkan nasihat profesional sehingga mengetahui bagaimana situasi keuangan yang dapat berubah setelah pensiun.
&amp;ldquo;Yang paling penting saat memutuskan kapan akan pensiun adalah memastikan bahwa harapan Anda selaras dengan aset Anda. Penting untuk memiliki pandangan yang realistis untuk masa pensiun Anda, dan untuk pasangan, agar tujuan pensiun Anda selaras,&amp;rdquo; kata Sue Ann Donovan, penasihat kekayaan di Holistic Wealth Advisors yang berbasis di New York dalam wawancara telepon dengan The Balance.
Baca Juga: Cara Pintar Pensiun bagi Milenial agar Sejahtera
 
Transisi Menuju Pensiun
Salah satu cara untuk memastikan kelancaran transisi adalah dengan mempertimbangkan berbagai opsi untuk pensiun. Atasan di perusahaan mungkin terus membujuk untuk tetap bergabung selama mungkin, atau meminta membantu proyek khusus. Anda mungkin lebih nyaman dengan keberangkatan yang lebih lama, atau Anda mungkin hanya ingin pindah secepat mungkin.
Sebelum menyerahkan surat pensiun, tanyakan kepada perusahaan tentang pilihan apa yang tersedia jika tetap melanjutkan pekerjaan di tempat tersebut. Terdapat berbagai jenis pensiun, antara lain pensiun dini, pensiun bertahap, atau mengubah bekerja penuh waktu menjadi paruh waktu.
Dapatkan Informasi yang Dibutuhkan untuk Membuat Keputusan
 
Semakin banyak data yang dimiliki, maka semakin siap untuk membuat keputusan tentang kapan waktunya pensiun. Jika tidak berencana untuk bekerja di masa pensiun, maka lakukan evaluasi keuangan dengan cermat untuk memastikan stabilitas selama pasca-karier. Jika ingin terus bekerja, pikirkan beberapa pilihan yang mungkin cocok untuk fase karir selanjutnya.
 
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQxOTcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bagaimana Memberi Tahu Atasan?
Apabila sudah bekerja untuk perusahaan dalam jangka panjang,  sebaiknya diskusikan opsi pensiun dengan manajer dan departemen SDM.  Beberapa perusahaan besar menyediakan bantuan perencanaan pensiun.  Melakukan percakapan dengan departemen SDM dapat membantu merencanakan  transisi menuju pensiun yang mulus
 
Pikirkan Penghasilan Pensiun
Saat mempertimbangkan untuk pensiun, mulailah memikirkan apakah perlu  menambah penghasilan pensiun. Konsultan, pekerjaan freelance, pekerjaan  jangka pendek, dan pekerjaan kontrak dapat menjadi pilihan untuk  dipertimbangkan.
 
Memulai Karir Kedua
Tidak ada kata terlambat untuk memulai ulang. Pensiun dari karier  pertama tidak berarti pensiun dari pekerjaan. Banyak orang berhasil  memulai karir kedua di usia yang lebih tua.
Leo Goodwin mendirikan GEICO ketika dia berusia 50 tahun, Kolonel  Sanders berusia 62 tahun ketika dia mewaralabakan Kentucky Fried Chicken  pertamanya, dan Carol Gardner memulai Zelda Wisdom ketika dia berusia  52 tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
