<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut Minta Kebijakan Kerja dari Rumah Ditingkatkan Jadi 75%   </title><description>Luhut B Pandjaitan meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengetatkan kebijakan bekerja dari rumah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2327828/menko-luhut-minta-kebijakan-kerja-dari-rumah-ditingkatkan-jadi-75</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2327828/menko-luhut-minta-kebijakan-kerja-dari-rumah-ditingkatkan-jadi-75"/><item><title>Menko Luhut Minta Kebijakan Kerja dari Rumah Ditingkatkan Jadi 75%   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2327828/menko-luhut-minta-kebijakan-kerja-dari-rumah-ditingkatkan-jadi-75</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2327828/menko-luhut-minta-kebijakan-kerja-dari-rumah-ditingkatkan-jadi-75</guid><pubDate>Selasa 15 Desember 2020 10:04 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/15/320/2327828/menko-luhut-minta-kebijakan-kerja-dari-rumah-ditingkatkan-jadi-75-k5NcYNWKDf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut Minta WFH Ditingkatkan Jadi 75%. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/15/320/2327828/menko-luhut-minta-kebijakan-kerja-dari-rumah-ditingkatkan-jadi-75-k5NcYNWKDf.jpg</image><title>Menko Luhut Minta WFH Ditingkatkan Jadi 75%. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menko Marves Luhut B Pandjaitan meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengetatkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home) hingga 75%. Hal tersebut karena terjadinya peningkatan jumlah angka positif dan angka kematian.
&amp;ldquo;Saya juga minta Pak Gubernur untuk meneruskan kebijakan membatasi jam operasional hingga pukul 19.00 dan membatasi jumlah orang berkumpul di tempat makan, mall, dan tempat hiburan,&amp;rdquo; pintanya, dalam keterangan tertulis, Selasa (15/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Semua Negara Bersiap Hadapi Keadaan Terburuk, Sri Mulyani: Kita Jangan Injak Rem Lagi
Agar kebijakan tersebut tidak membebani penyewa tempat usaha di mall, Menko Luhut yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, meminta  pemilik pusat perbelanjaan melalui Gubernur DKI Jakarta agar memberikan keringanan rental dan service charge kepada para tenant (penyewa).
&amp;ldquo;Skema keringanan penyewaan dan service charge (biaya layanan) agar disetujui bersama antar pusat perbelanjaan dan tenant. Contoh di antaranya prorate, bagi hasil, atau skema lainnya,&amp;rdquo; ujar Menko Luhut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi RI Langsung Bangkit ketika Disuntik Vaksin Covid-19?
Kemudian, dia juga meminta agar kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang seperti hajatan maupun acara keagamaan dibatasi atau dilarang. Menko Luhut pun mengusulkan agar kegiatan dapat dilakukan secara daring.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xMy8xLzEyNTk0MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tidak hanya itu, Menko Luhut juga memerintahkan kepada TNI/Polri untuk memperkuat operasi perubahan perilaku.
&amp;ldquo;Ini akan didahului dengan apel akbar TNI/POLRI yang dipimpin oleh Presiden sebagai bentuk penguatan komitmen,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Marves Luhut B Pandjaitan meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengetatkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home) hingga 75%. Hal tersebut karena terjadinya peningkatan jumlah angka positif dan angka kematian.
&amp;ldquo;Saya juga minta Pak Gubernur untuk meneruskan kebijakan membatasi jam operasional hingga pukul 19.00 dan membatasi jumlah orang berkumpul di tempat makan, mall, dan tempat hiburan,&amp;rdquo; pintanya, dalam keterangan tertulis, Selasa (15/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Semua Negara Bersiap Hadapi Keadaan Terburuk, Sri Mulyani: Kita Jangan Injak Rem Lagi
Agar kebijakan tersebut tidak membebani penyewa tempat usaha di mall, Menko Luhut yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, meminta  pemilik pusat perbelanjaan melalui Gubernur DKI Jakarta agar memberikan keringanan rental dan service charge kepada para tenant (penyewa).
&amp;ldquo;Skema keringanan penyewaan dan service charge (biaya layanan) agar disetujui bersama antar pusat perbelanjaan dan tenant. Contoh di antaranya prorate, bagi hasil, atau skema lainnya,&amp;rdquo; ujar Menko Luhut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi RI Langsung Bangkit ketika Disuntik Vaksin Covid-19?
Kemudian, dia juga meminta agar kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang seperti hajatan maupun acara keagamaan dibatasi atau dilarang. Menko Luhut pun mengusulkan agar kegiatan dapat dilakukan secara daring.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xMy8xLzEyNTk0MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tidak hanya itu, Menko Luhut juga memerintahkan kepada TNI/Polri untuk memperkuat operasi perubahan perilaku.
&amp;ldquo;Ini akan didahului dengan apel akbar TNI/POLRI yang dipimpin oleh Presiden sebagai bentuk penguatan komitmen,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
