<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Naik Imbas Harbolnas 12.12, Waspadai Neraca Dagang Akhir Tahun</title><description>Ekonom Indef Bhima Yudistira mewaspadai impor bakal mempengaruhi neraca dagang Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2327935/impor-naik-imbas-harbolnas-12-12-waspadai-neraca-dagang-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2327935/impor-naik-imbas-harbolnas-12-12-waspadai-neraca-dagang-akhir-tahun"/><item><title>Impor Naik Imbas Harbolnas 12.12, Waspadai Neraca Dagang Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2327935/impor-naik-imbas-harbolnas-12-12-waspadai-neraca-dagang-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2327935/impor-naik-imbas-harbolnas-12-12-waspadai-neraca-dagang-akhir-tahun</guid><pubDate>Selasa 15 Desember 2020 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/15/320/2327935/impor-naik-imbas-harbolnas-12-12-waspadai-neraca-dagang-akhir-tahun-tK6Sa3IAEv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belanja Online (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/15/320/2327935/impor-naik-imbas-harbolnas-12-12-waspadai-neraca-dagang-akhir-tahun-tK6Sa3IAEv.jpg</image><title>Belanja Online (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ekonom Indef Bhima Yudistira mewaspadai impor bakal mempengaruhi neraca dagang Indonesia. Terutama pada akhir tahun.
Lantaran, jelang diskon besar-besaran di ecommerce, barang impor ikut menanjak. Ini akibatnya ke surplus perdagangan tapi tidak semua berkualitas alias tidak banyak membantu penguatan kurs rupiah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Neraca Dagang RI 7 Kali Surplus, Apa Dampaknya?
&quot;Ke depan tren impor barang konsumsi bisa naik tinggi jika pengawasan di ecommerce lemah terhadap porsi barang impor,&quot; kata Bhima saat dihubungi MNC Portal, Jakarta, Selasa (15/12/2020).
Kata dia, surplus neraca dagang cenderung menurun dibanding bulan sebelumnya karena terjadi kenaikan ekspor yang disumbang oleh penjualan migas. Harga minyak mentah memang cenderung menguat sepanjang bulan november lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Neraca Perdagangan RI Surplus USD2,62 Miliar, 7 Kali Berturut-turut!
&quot;Itu yang membuat kinerja ekspor migas naik 27,4% dibanding bulan sebelumnya. Sementara ekspor non migas juga positif karena adanya pemulihan permintaan di negara utama seperti China naik 16%, Jepang 11,6%, dan India 10%. Sementara ekspor ke AS masih terkontraksi sebesar -1,88%,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8xMi8yMi8xMDY0NzcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lalu, dari kinerja impor tumbuh cukup tinggi yakni 17,4% dibanding  oktober. Kondisi ini yang menyebabkan surplus perdagangan menurun.  Adanya kenaikan impor barang modal sebesar 31,5% mengindikasikan  proyek-proyek yang dikerjakan BUMN bidang konstruksi kembali digenjot.  Salah satunya untuk pembelian mesin-mesin.
&quot;Sementara impor bahan baku naik 13% bukti industri manufaktur  kembali bergairah. Tapi perlu dicermati adanya kenaikan impor barang  konsumsi sebesar 25,5% berkorelasi dengan persiapan pedagang menyambut  Harbolnas,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonom Indef Bhima Yudistira mewaspadai impor bakal mempengaruhi neraca dagang Indonesia. Terutama pada akhir tahun.
Lantaran, jelang diskon besar-besaran di ecommerce, barang impor ikut menanjak. Ini akibatnya ke surplus perdagangan tapi tidak semua berkualitas alias tidak banyak membantu penguatan kurs rupiah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Neraca Dagang RI 7 Kali Surplus, Apa Dampaknya?
&quot;Ke depan tren impor barang konsumsi bisa naik tinggi jika pengawasan di ecommerce lemah terhadap porsi barang impor,&quot; kata Bhima saat dihubungi MNC Portal, Jakarta, Selasa (15/12/2020).
Kata dia, surplus neraca dagang cenderung menurun dibanding bulan sebelumnya karena terjadi kenaikan ekspor yang disumbang oleh penjualan migas. Harga minyak mentah memang cenderung menguat sepanjang bulan november lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Neraca Perdagangan RI Surplus USD2,62 Miliar, 7 Kali Berturut-turut!
&quot;Itu yang membuat kinerja ekspor migas naik 27,4% dibanding bulan sebelumnya. Sementara ekspor non migas juga positif karena adanya pemulihan permintaan di negara utama seperti China naik 16%, Jepang 11,6%, dan India 10%. Sementara ekspor ke AS masih terkontraksi sebesar -1,88%,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8xMi8yMi8xMDY0NzcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lalu, dari kinerja impor tumbuh cukup tinggi yakni 17,4% dibanding  oktober. Kondisi ini yang menyebabkan surplus perdagangan menurun.  Adanya kenaikan impor barang modal sebesar 31,5% mengindikasikan  proyek-proyek yang dikerjakan BUMN bidang konstruksi kembali digenjot.  Salah satunya untuk pembelian mesin-mesin.
&quot;Sementara impor bahan baku naik 13% bukti industri manufaktur  kembali bergairah. Tapi perlu dicermati adanya kenaikan impor barang  konsumsi sebesar 25,5% berkorelasi dengan persiapan pedagang menyambut  Harbolnas,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
