<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ekonomi Indonesia 2021 Bisa Tumbuh 3% hingga 5%, tapi Ada Syaratnya   </title><description>Ekonomi Indonesia akan tumbuh positif di kisaran 3%-5% di 2021.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2328222/ekonomi-indonesia-2021-bisa-tumbuh-3-hingga-5-tapi-ada-syaratnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2328222/ekonomi-indonesia-2021-bisa-tumbuh-3-hingga-5-tapi-ada-syaratnya"/><item><title> Ekonomi Indonesia 2021 Bisa Tumbuh 3% hingga 5%, tapi Ada Syaratnya   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2328222/ekonomi-indonesia-2021-bisa-tumbuh-3-hingga-5-tapi-ada-syaratnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2328222/ekonomi-indonesia-2021-bisa-tumbuh-3-hingga-5-tapi-ada-syaratnya</guid><pubDate>Selasa 15 Desember 2020 18:12 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/15/320/2328222/ekonomi-indonesia-2021-bisa-tumbuh-3-hingga-5-tapi-ada-syaratnya-h2NFHFu6wf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/15/320/2328222/ekonomi-indonesia-2021-bisa-tumbuh-3-hingga-5-tapi-ada-syaratnya-h2NFHFu6wf.jpeg</image><title>Ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh positif di kisaran 3%-5% di 2021.

Menurut Ketua Umum Apindo, Hariyadi B Sukamdani realisasi terhadap perkiraan itu akan sangat bergantung pada kecepatan upaya Pemerintah menuntaskan pandemi agar berakhir di Semester I 2021.

Kemudian, lanjut dia, lebarnya rentang proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2021 itu dilandasi oleh kompleksitas berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya.

&quot;Jadi kami (Apindo) akan terus mencermati perkembangan penanganan pandemi Covuf-19. Dan kontribusinya terhadap realisasi percepatan pemulihan ekonomi di tahun 2021,&quot; ujar dia dalam telekonferensi, Selasa (15/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani hingga Bos BI Gotong Royong Bangun Pasar Keuangan&amp;nbsp;
Dia menuturkan, proyeksi maupun realisasi terhadap keadaan ekonomi nasional pada 2021 akan sangat bergantung pada mekanisme pengadaan dan efektivitas vaksin Covid-19 yang distribusinya diperkirakan mulai pada akhir 2020 atau awal 2021 dan akan semakin diintensifkan hingga kuartal II 2021.

&quot;Sementara untuk tahun 2020, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2020 secara keseluruhan akan berada di kisaran minus 1,45% hingga minus 2,80%,&quot; ungkap dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia juga menambahkan pandemi Covid-19,, menyebabkan proyeksi pertumbuhan 2020 berubah total, di mana realisasi pertumbuhan kuartal I sebesar 2,97%, kuartal II minus 5,32%, dan kuartal III minus 3,49%, demikian juga pertumbuhan kuartal IV 2020 diperkirakan masih juga minus.

&quot;Maka itu untuk mendukung bangkitnya sektor-sektor ekonomi produktif, Hariyadi mengatakan, Apindo mendorong pemerintah untuk mempercepat realisasi pencairan anggaran stimulus yang belum terealisasikan di 2020 dan meneruskan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tahun 2021,&quot; jelas dia.

Kemudian, lanjut dia faktor akhir tahun serta tekanan untuk merealisasikan APBN diharapkan dapat mempercepat eksekusi dan implementasi stimulus yang telah ditetapkan kepada masyarakat.

&quot;Dan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan agar ekonomi dapat segera bergerak lebih cepat di 2021,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh positif di kisaran 3%-5% di 2021.

Menurut Ketua Umum Apindo, Hariyadi B Sukamdani realisasi terhadap perkiraan itu akan sangat bergantung pada kecepatan upaya Pemerintah menuntaskan pandemi agar berakhir di Semester I 2021.

Kemudian, lanjut dia, lebarnya rentang proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2021 itu dilandasi oleh kompleksitas berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya.

&quot;Jadi kami (Apindo) akan terus mencermati perkembangan penanganan pandemi Covuf-19. Dan kontribusinya terhadap realisasi percepatan pemulihan ekonomi di tahun 2021,&quot; ujar dia dalam telekonferensi, Selasa (15/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani hingga Bos BI Gotong Royong Bangun Pasar Keuangan&amp;nbsp;
Dia menuturkan, proyeksi maupun realisasi terhadap keadaan ekonomi nasional pada 2021 akan sangat bergantung pada mekanisme pengadaan dan efektivitas vaksin Covid-19 yang distribusinya diperkirakan mulai pada akhir 2020 atau awal 2021 dan akan semakin diintensifkan hingga kuartal II 2021.

&quot;Sementara untuk tahun 2020, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2020 secara keseluruhan akan berada di kisaran minus 1,45% hingga minus 2,80%,&quot; ungkap dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia juga menambahkan pandemi Covid-19,, menyebabkan proyeksi pertumbuhan 2020 berubah total, di mana realisasi pertumbuhan kuartal I sebesar 2,97%, kuartal II minus 5,32%, dan kuartal III minus 3,49%, demikian juga pertumbuhan kuartal IV 2020 diperkirakan masih juga minus.

&quot;Maka itu untuk mendukung bangkitnya sektor-sektor ekonomi produktif, Hariyadi mengatakan, Apindo mendorong pemerintah untuk mempercepat realisasi pencairan anggaran stimulus yang belum terealisasikan di 2020 dan meneruskan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tahun 2021,&quot; jelas dia.

Kemudian, lanjut dia faktor akhir tahun serta tekanan untuk merealisasikan APBN diharapkan dapat mempercepat eksekusi dan implementasi stimulus yang telah ditetapkan kepada masyarakat.

&quot;Dan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan agar ekonomi dapat segera bergerak lebih cepat di 2021,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
