<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Dagang Surplus, BI: Ekonomi Makin Positif</title><description>Neraca perdagangan Indonesia November 2020 tercatat surplus USD2,61 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2328294/neraca-dagang-surplus-bi-ekonomi-makin-positif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2328294/neraca-dagang-surplus-bi-ekonomi-makin-positif"/><item><title>Neraca Dagang Surplus, BI: Ekonomi Makin Positif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2328294/neraca-dagang-surplus-bi-ekonomi-makin-positif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2328294/neraca-dagang-surplus-bi-ekonomi-makin-positif</guid><pubDate>Selasa 15 Desember 2020 20:42 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/15/320/2328294/neraca-dagang-surplus-bi-ekonomi-makin-positif-ePh0YK8DHZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/15/320/2328294/neraca-dagang-surplus-bi-ekonomi-makin-positif-ePh0YK8DHZ.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia November 2020 tercatat surplus USD2,61 miliar. Bank Indonesia (BI) menilai hal ini sangat berkontribusi positif untk ekonomi Indonesia.
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.
Baca Juga: Impor Naik Imbas Harbolnas 12.12, Waspadai Neraca Dagang Akhir Tahun
 
&quot;Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan,&quot; kata Erwin di Jakarta, Selasa (15/12/2020).
Kata dia dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama tujuh bulan terakhir sejak Mei 2020.
Baca Juga: Neraca Dagang RI 7 Kali Surplus, Apa Dampaknya?
 
&quot;Neraca perdagangan Indonesia pada Januari-November 2020 secara keseluruhan mencatat surplus USD19,66 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami defisit USD3,51 miliar,&quot; katanya.
Surplus neraca perdagangan November 2020 dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas dan penurunan defisit neraca perdagangan migas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNi82Ny8xMjQ2MzAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Neraca perdagangan nonmigas November 2020 mencatat surplus USD2,94  miliar , melanjutkan kinerja positif pada bulan sebelumnya yang  mengalami surplus sebesar USD4,04 miliar.
&quot;Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan ekspor nonmigas,  terutama pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar  mineral, serta besi dan baja,&quot; katanya.
Sementara itu, impor nonmigas baik kelompok konsumsi, bahan baku,  maupun barang modal mengalami peningkatan, sejalan dengan aktivitas  ekonomi yang berangsur membaik. Adapun, defisit neraca perdagangan migas  menurun dari USD465,4 juta dolar pada Oktober 2020 menjadi sebesar  USD322,9 juta, dipengaruhi oleh peningkatan ekspor migas yang lebih  tinggi dibandingkan dengan peningkatan impor migas.</description><content:encoded>JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia November 2020 tercatat surplus USD2,61 miliar. Bank Indonesia (BI) menilai hal ini sangat berkontribusi positif untk ekonomi Indonesia.
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.
Baca Juga: Impor Naik Imbas Harbolnas 12.12, Waspadai Neraca Dagang Akhir Tahun
 
&quot;Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan,&quot; kata Erwin di Jakarta, Selasa (15/12/2020).
Kata dia dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama tujuh bulan terakhir sejak Mei 2020.
Baca Juga: Neraca Dagang RI 7 Kali Surplus, Apa Dampaknya?
 
&quot;Neraca perdagangan Indonesia pada Januari-November 2020 secara keseluruhan mencatat surplus USD19,66 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami defisit USD3,51 miliar,&quot; katanya.
Surplus neraca perdagangan November 2020 dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas dan penurunan defisit neraca perdagangan migas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNi82Ny8xMjQ2MzAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Neraca perdagangan nonmigas November 2020 mencatat surplus USD2,94  miliar , melanjutkan kinerja positif pada bulan sebelumnya yang  mengalami surplus sebesar USD4,04 miliar.
&quot;Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan ekspor nonmigas,  terutama pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar  mineral, serta besi dan baja,&quot; katanya.
Sementara itu, impor nonmigas baik kelompok konsumsi, bahan baku,  maupun barang modal mengalami peningkatan, sejalan dengan aktivitas  ekonomi yang berangsur membaik. Adapun, defisit neraca perdagangan migas  menurun dari USD465,4 juta dolar pada Oktober 2020 menjadi sebesar  USD322,9 juta, dipengaruhi oleh peningkatan ekspor migas yang lebih  tinggi dibandingkan dengan peningkatan impor migas.</content:encoded></item></channel></rss>
