<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga Terima 11 Perwakilan Penerima Kartu Prakerja dari Seluruh Indonesia</title><description>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima 11  perwakilan penerima Kartu Prakerja dari seluruh Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2328296/menko-airlangga-terima-11-perwakilan-penerima-kartu-prakerja-dari-seluruh-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2328296/menko-airlangga-terima-11-perwakilan-penerima-kartu-prakerja-dari-seluruh-indonesia"/><item><title>Menko Airlangga Terima 11 Perwakilan Penerima Kartu Prakerja dari Seluruh Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2328296/menko-airlangga-terima-11-perwakilan-penerima-kartu-prakerja-dari-seluruh-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/320/2328296/menko-airlangga-terima-11-perwakilan-penerima-kartu-prakerja-dari-seluruh-indonesia</guid><pubDate>Selasa 15 Desember 2020 20:47 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/15/320/2328296/menko-airlangga-terima-11-perwakilan-penerima-kartu-prakerja-dari-seluruh-indonesia-CV4SSC2MNF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/15/320/2328296/menko-airlangga-terima-11-perwakilan-penerima-kartu-prakerja-dari-seluruh-indonesia-CV4SSC2MNF.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima 11 perwakilan penerima Kartu Prakerja dari seluruh Indonesia. Perwakilan tersebut datang ke kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Selasa (15/12/2020).
Sebelas orang ini merupakan representasi dari 5,6 juta penerima Kartu Prakerja di 514 kabupaten dan kota dari 34 provinsi se-Indonesia. Mereka terjaring dalam sebelas gelombang pendaftaran dari April hingga November 2020 yang diikuti oleh 43 juta orang.
&amp;ldquo;Saya senang dan bangga mendengar kisah para penerima Kartu Prakerja yang datang dari Aceh hingga Jayapura, dari Nunukan hingga Rote ini. Kisah-kisah mereka ini menjadi bukti keberhasilan tujuan program Kartu Prakerja dalam hal skilling, upskilling, dan reskilling,&amp;rdquo; ujar Airlangga Hartarto.
Baca Juga: 8 Fakta Program Kartu Prakerja, Ternyata Ada Joki
 
Menko Perekonomian berharap, cerita sukses para penerima Kartu Prakerja ini dapat menginspirasi anak-anak muda lain untuk tetap semangat berkarya di tengah pandemi Covid-19.
Sebagaimana diketahui, Program Kartu Prakerja awalnya dirancang untuk fokus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Namun, dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19, dilakukan refocusing Program Kartu Prakerja menjadi program semi bantuan sosial.
Tak lupa, Menko Perekonomian menyampaikan apresiasi kepada Tim Pelaksana dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja.
Baca Juga: Status 310.000 Penerima Kartu Prakerja Dicabut, Apa Alasannya? 
Menurutnya, hal ini merupakan capaian besar dalam suatu pelaksanaan program Pemerintah, mengingat program ini baru berusia kurang dari 1 tahun.
&amp;ldquo;Capaian program Kartu Prakerja di Tahun 2020 harus terus dilanjutkan di tahun 2021. Kualitas pelaksanaan program dan pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. Tentunya dengan tetap memperhatikan pemenuhan tata kelola program yang lebih baik,&amp;rdquo; pesan Airlangga.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menegaskan bahwa pelaksanaan program Kartu Prakerja tepat sasaran.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNy8wNC8xLzEyMDExOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Survei Angkatan Kerja Nasional BPS pada Agustus 2020 menemukan bahwa  sebanyak 88,9 persen penerima Kartu Prakerja merasa bahwa program ini  meningkatkan keterampilan kerja mereka,&amp;rdquo; ungkap Denny.
Sementara Survei Evaluasi yang dilakukan Manajeman Pelaksana Program  Kartu Prakerja, dengan responden lebih dari 4 juta menemukan bahwa 62%  penerima Kartu Prakerja belum pernah menerima pelatihan atau kursus  dalam bentuk apapun.
Selain dana pelatihan sebesar Rp1 juta per orang, insentif senilai  masing-masing Rp600 ribu yang diberikan empat kali dalam empat bulan  juga dianggap sangat membantu kondisi penerima Kartu Prakerja dalam  situasi ekonomi seperti ini.
&amp;ldquo;Sebanyak 95 persen penerima Kartu Prakerja menggunakan dana insentif  untuk pembelian bahan pangan, 75 persen untuk kebutuhan listrik dan  air, serta 71 persen untuk tambahan modal usaha. Ini fakta yang sangat  menggembirakan,&amp;rdquo; tegas Denni.
Sebelas perwakilan penerima Kartu Prakerja yang datang ke Jakarta  yakni Putri Puspita Lokanazea (Aceh), Ubaidillah (Banten), Eka Prayoga  (Jawa Tengah), Feisal Pratama Mandala (Jawa Barat), Raden Fauziyah  Maharani (DKI Jakarta), I Putu Agus Sanjaya Diputra (Bali), Stevenly Rio  Loginsi (Sulawesi Utara), Edy Sukardi (Kalimantan Utara), Putri Dewi  (Maluku Utara), Marni Yusinta Modok (Nusa Tenggara Timur), dan Verly  Naomi Pelmelai (Papua).
Bersama mereka juga hadir Power Star, duo rapper dari NTT, Ambrosius  Putranto Mau dan Emanuel Agung Bangsa yang menggubah lagu tema &amp;lsquo;Kartu  Prakerja&amp;rsquo;.
Salah seorang penerima Kartu Prakerja, Stevenly Rio Loginsi pun  berbagi pengalaman. Awalnya, Ia bekerja sebagai petugas keamanan di  sebuah perusahaan swasta di Manado, Sulawesi Utara. Badai pandemi  menerpa tempatnya bekerja sehingga perusahaan itu harus ditutup. Rio pun  kehilangan pekerjaan. &amp;ldquo;Saya hidup dari pesangon yang diberikan. Tapi  kian hari kian bulan, uang makin menipis untuk mencukupi kebutuhan  isteri dan dua anak saya,&amp;rdquo; kenangnya.
Sebuah malam memberinya jawaban, saat Rio mendapat informasi di media   sosial mengenai pembukaan Gelombang Ketiga Kartu Prakerja. Ia lolos   menjadi penerima Kartu Prakerja pada Mei 2020 dan mengikuti pelatihan   bagaimana memasang iklan di Facebook dan Instagram melalui Sekolahmu.
Tak lama, Rio mendengar informasi ada sebuah  perusahaan seluler   mencari tenaga kerja. Pada saat wawancara, Rio menyertakan sertifikat   pelatihan yang diikutinya dari Program Prakerja. Ia pun diterima dengan   posisi sebagai desainer untuk membuat aneka promosi perusahan. &amp;ldquo;Saldo   pelatihan sebesar Rp1 juta saya manfaatkan benar, termasuk kemudian   mengambil pelatihan photoshop yang sangat berguna bagi pekerjaan saya,&amp;rdquo;   urainya.
Karirnya terus berkembang. Kantor barunya memberi promosi menjadi   supervisor, membawahi beberapa staf lainnya. &amp;ldquo;Saya terus mengasah   keterampilan diri dengan memanfaatkan dana pelatihan yang ada. Saya   pilih pelatihan &amp;lsquo;Panen Orderan Melalui Internet&amp;rsquo; untuk mengoptimalkan   pemasaran produk dari perusahaan. Cukup duduk di kantor, pembeli datang.   Itulah gunanya pelatihan ini,&amp;rdquo; jelasnya.
Selain bertemu Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Cipta Kerja,   para alumni Kartu Prakerja juga dijadwalkan beraudiensi dengan Kepala   Staf Kepresidenan Moeldoko yang juga menjabat Wakil Ketua Komite Cipta   Kerja, serta berkunjung ke mitra pembayaran maupun platform digital  yang  bekerja sama menyukseskan perjalanan tahun pertama program ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima 11 perwakilan penerima Kartu Prakerja dari seluruh Indonesia. Perwakilan tersebut datang ke kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Selasa (15/12/2020).
Sebelas orang ini merupakan representasi dari 5,6 juta penerima Kartu Prakerja di 514 kabupaten dan kota dari 34 provinsi se-Indonesia. Mereka terjaring dalam sebelas gelombang pendaftaran dari April hingga November 2020 yang diikuti oleh 43 juta orang.
&amp;ldquo;Saya senang dan bangga mendengar kisah para penerima Kartu Prakerja yang datang dari Aceh hingga Jayapura, dari Nunukan hingga Rote ini. Kisah-kisah mereka ini menjadi bukti keberhasilan tujuan program Kartu Prakerja dalam hal skilling, upskilling, dan reskilling,&amp;rdquo; ujar Airlangga Hartarto.
Baca Juga: 8 Fakta Program Kartu Prakerja, Ternyata Ada Joki
 
Menko Perekonomian berharap, cerita sukses para penerima Kartu Prakerja ini dapat menginspirasi anak-anak muda lain untuk tetap semangat berkarya di tengah pandemi Covid-19.
Sebagaimana diketahui, Program Kartu Prakerja awalnya dirancang untuk fokus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Namun, dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19, dilakukan refocusing Program Kartu Prakerja menjadi program semi bantuan sosial.
Tak lupa, Menko Perekonomian menyampaikan apresiasi kepada Tim Pelaksana dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja.
Baca Juga: Status 310.000 Penerima Kartu Prakerja Dicabut, Apa Alasannya? 
Menurutnya, hal ini merupakan capaian besar dalam suatu pelaksanaan program Pemerintah, mengingat program ini baru berusia kurang dari 1 tahun.
&amp;ldquo;Capaian program Kartu Prakerja di Tahun 2020 harus terus dilanjutkan di tahun 2021. Kualitas pelaksanaan program dan pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. Tentunya dengan tetap memperhatikan pemenuhan tata kelola program yang lebih baik,&amp;rdquo; pesan Airlangga.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menegaskan bahwa pelaksanaan program Kartu Prakerja tepat sasaran.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNy8wNC8xLzEyMDExOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Survei Angkatan Kerja Nasional BPS pada Agustus 2020 menemukan bahwa  sebanyak 88,9 persen penerima Kartu Prakerja merasa bahwa program ini  meningkatkan keterampilan kerja mereka,&amp;rdquo; ungkap Denny.
Sementara Survei Evaluasi yang dilakukan Manajeman Pelaksana Program  Kartu Prakerja, dengan responden lebih dari 4 juta menemukan bahwa 62%  penerima Kartu Prakerja belum pernah menerima pelatihan atau kursus  dalam bentuk apapun.
Selain dana pelatihan sebesar Rp1 juta per orang, insentif senilai  masing-masing Rp600 ribu yang diberikan empat kali dalam empat bulan  juga dianggap sangat membantu kondisi penerima Kartu Prakerja dalam  situasi ekonomi seperti ini.
&amp;ldquo;Sebanyak 95 persen penerima Kartu Prakerja menggunakan dana insentif  untuk pembelian bahan pangan, 75 persen untuk kebutuhan listrik dan  air, serta 71 persen untuk tambahan modal usaha. Ini fakta yang sangat  menggembirakan,&amp;rdquo; tegas Denni.
Sebelas perwakilan penerima Kartu Prakerja yang datang ke Jakarta  yakni Putri Puspita Lokanazea (Aceh), Ubaidillah (Banten), Eka Prayoga  (Jawa Tengah), Feisal Pratama Mandala (Jawa Barat), Raden Fauziyah  Maharani (DKI Jakarta), I Putu Agus Sanjaya Diputra (Bali), Stevenly Rio  Loginsi (Sulawesi Utara), Edy Sukardi (Kalimantan Utara), Putri Dewi  (Maluku Utara), Marni Yusinta Modok (Nusa Tenggara Timur), dan Verly  Naomi Pelmelai (Papua).
Bersama mereka juga hadir Power Star, duo rapper dari NTT, Ambrosius  Putranto Mau dan Emanuel Agung Bangsa yang menggubah lagu tema &amp;lsquo;Kartu  Prakerja&amp;rsquo;.
Salah seorang penerima Kartu Prakerja, Stevenly Rio Loginsi pun  berbagi pengalaman. Awalnya, Ia bekerja sebagai petugas keamanan di  sebuah perusahaan swasta di Manado, Sulawesi Utara. Badai pandemi  menerpa tempatnya bekerja sehingga perusahaan itu harus ditutup. Rio pun  kehilangan pekerjaan. &amp;ldquo;Saya hidup dari pesangon yang diberikan. Tapi  kian hari kian bulan, uang makin menipis untuk mencukupi kebutuhan  isteri dan dua anak saya,&amp;rdquo; kenangnya.
Sebuah malam memberinya jawaban, saat Rio mendapat informasi di media   sosial mengenai pembukaan Gelombang Ketiga Kartu Prakerja. Ia lolos   menjadi penerima Kartu Prakerja pada Mei 2020 dan mengikuti pelatihan   bagaimana memasang iklan di Facebook dan Instagram melalui Sekolahmu.
Tak lama, Rio mendengar informasi ada sebuah  perusahaan seluler   mencari tenaga kerja. Pada saat wawancara, Rio menyertakan sertifikat   pelatihan yang diikutinya dari Program Prakerja. Ia pun diterima dengan   posisi sebagai desainer untuk membuat aneka promosi perusahan. &amp;ldquo;Saldo   pelatihan sebesar Rp1 juta saya manfaatkan benar, termasuk kemudian   mengambil pelatihan photoshop yang sangat berguna bagi pekerjaan saya,&amp;rdquo;   urainya.
Karirnya terus berkembang. Kantor barunya memberi promosi menjadi   supervisor, membawahi beberapa staf lainnya. &amp;ldquo;Saya terus mengasah   keterampilan diri dengan memanfaatkan dana pelatihan yang ada. Saya   pilih pelatihan &amp;lsquo;Panen Orderan Melalui Internet&amp;rsquo; untuk mengoptimalkan   pemasaran produk dari perusahaan. Cukup duduk di kantor, pembeli datang.   Itulah gunanya pelatihan ini,&amp;rdquo; jelasnya.
Selain bertemu Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Cipta Kerja,   para alumni Kartu Prakerja juga dijadwalkan beraudiensi dengan Kepala   Staf Kepresidenan Moeldoko yang juga menjabat Wakil Ketua Komite Cipta   Kerja, serta berkunjung ke mitra pembayaran maupun platform digital  yang  bekerja sama menyukseskan perjalanan tahun pertama program ini.</content:encoded></item></channel></rss>
