<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Hal yang Harus Diperhatikan saat Bangun Bisnis Bareng Pasangan</title><description>Membangun bisnis bersama pasangan tengah menjadi tren. Namun, merintis usaha bersama pasangan tentu bukanlah hal yang mudah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/455/2328113/5-hal-yang-harus-diperhatikan-saat-bangun-bisnis-bareng-pasangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/455/2328113/5-hal-yang-harus-diperhatikan-saat-bangun-bisnis-bareng-pasangan"/><item><title>5 Hal yang Harus Diperhatikan saat Bangun Bisnis Bareng Pasangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/455/2328113/5-hal-yang-harus-diperhatikan-saat-bangun-bisnis-bareng-pasangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/455/2328113/5-hal-yang-harus-diperhatikan-saat-bangun-bisnis-bareng-pasangan</guid><pubDate>Selasa 15 Desember 2020 22:07 WIB</pubDate><dc:creator>Dian Ayu Anggraini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/15/455/2328113/5-hal-yang-harus-diperhatikan-saat-bangun-bisnis-bareng-pasangan-tdeyQ6ThDN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Memulai Bisnis (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/15/455/2328113/5-hal-yang-harus-diperhatikan-saat-bangun-bisnis-bareng-pasangan-tdeyQ6ThDN.jpg</image><title>Tips Memulai Bisnis (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Membangun bisnis bersama pasangan tengah menjadi tren. Namun, merintis usaha bersama pasangan tentu bukanlah hal yang mudah. Ada banyak rintangan yang harus dihadapi agar menjaga bisnis tetap berjalan lancar.
CEO &amp;amp; Principal Consultant Zap Finance Prita Hapsari Gozhie menganalisa sepasang kekasih dalam drama korea Start-Up yang menjalankan bisnis bersama-sama. Karakter Nam Do San dan Seo Dal Mi menarik perhatiannya, sebab mereka dapat bekerja bersama sekaligus menjalin hubungan.
&amp;ldquo;Untukku, 1 hal menarik dari 2 sejoli ini malahan perjalanan mereka bekerja bareng pasangan,&amp;rdquo; tulis @pritaghozie dikutip dari akun Instagramnya, Selasa (15/12/2020).
Baca Juga: Persiapan Menjalankan Bisnis Cuci Sepatu, Cek 5 Hal Penting Ini
Berdasarkan studi Insiture for the Study of Labor di Denmark (2001&amp;amp;2010), bekerja dan membangun bisnis besama pasangan ternyata memiliki manfaat. Mulai dari peningkatan penghasilan keluarga yang signifikan, menurunkan income inequality di keluarga, dan pastinya semakin banyak waktu bersama pasangan.
Prita menuliskan, bekerja bersama pasangan artinya harus mampu memisahkan urusan personal dan profesionalme. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan membangun usaha bersama pasangan.
Baca Juga: Mau Sukses Bisnis Cupang, Simak Strateginya
1.      Pembagian Tugas
Dalam bisnis, pasangan sebaiknya melakukan pembagian tugas. Tak harus pasangan pria yang menjadi leader. Pembagian ini harus berdasarkan kemampuan dan kapasitas masing-masing.
2.      Penentuan Waktu Bekerja
Tantangan berbisnis dengan pasangan adalah sering membicarakan urusan pekerjaan bahkan saat berada di rumah. Coba tentukan waktu-waktu untuk bekerja atau membahas bisnis. Hindari membahas pekerjaan di waktu santai dengan keluarga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMy80LzEyNDUwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3.      Pembagian Imbalan yang Jelas
Jika hubungan pasangan terlibat urusan manajemen, maka ada dua  imbalan, yaitu sistem gaji bulanan dan bagi hasil dari keuntungan  bisnis. Namun, jika hanya salah satu yang aktif, maka pasangan yang  terlibat operasional mendapat gaji bulanan dan pasangan yang menjadi  pemodal atau mentor mendapatkan bagi hasil.
4.      Pemisahan Aset Suami dan Istri
Ketika bisnis mulai berkembang, sebaiknya mempertimbangkan untuk  melakukan pemisahan harta. Tujuannya agar keuangan tetap terjaga dalam  hal terjadi kebangkrutan usaha.
5.      Hindari Tebang Pilih
Saat bekerja bersama pasangan, hal yang paling tidak enak adalah  membawa urusan pribadi ke pekerjaan. Maka dari itu hindari memberi  afeksi kepada pasangan saat jam kerja, membawa emosi rumah tangga dalam  pengambilan keputusan, dan memberikan promosi berdasarkan hubungan  keluarga bukan berdasarkan skill.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Membangun bisnis bersama pasangan tengah menjadi tren. Namun, merintis usaha bersama pasangan tentu bukanlah hal yang mudah. Ada banyak rintangan yang harus dihadapi agar menjaga bisnis tetap berjalan lancar.
CEO &amp;amp; Principal Consultant Zap Finance Prita Hapsari Gozhie menganalisa sepasang kekasih dalam drama korea Start-Up yang menjalankan bisnis bersama-sama. Karakter Nam Do San dan Seo Dal Mi menarik perhatiannya, sebab mereka dapat bekerja bersama sekaligus menjalin hubungan.
&amp;ldquo;Untukku, 1 hal menarik dari 2 sejoli ini malahan perjalanan mereka bekerja bareng pasangan,&amp;rdquo; tulis @pritaghozie dikutip dari akun Instagramnya, Selasa (15/12/2020).
Baca Juga: Persiapan Menjalankan Bisnis Cuci Sepatu, Cek 5 Hal Penting Ini
Berdasarkan studi Insiture for the Study of Labor di Denmark (2001&amp;amp;2010), bekerja dan membangun bisnis besama pasangan ternyata memiliki manfaat. Mulai dari peningkatan penghasilan keluarga yang signifikan, menurunkan income inequality di keluarga, dan pastinya semakin banyak waktu bersama pasangan.
Prita menuliskan, bekerja bersama pasangan artinya harus mampu memisahkan urusan personal dan profesionalme. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan membangun usaha bersama pasangan.
Baca Juga: Mau Sukses Bisnis Cupang, Simak Strateginya
1.      Pembagian Tugas
Dalam bisnis, pasangan sebaiknya melakukan pembagian tugas. Tak harus pasangan pria yang menjadi leader. Pembagian ini harus berdasarkan kemampuan dan kapasitas masing-masing.
2.      Penentuan Waktu Bekerja
Tantangan berbisnis dengan pasangan adalah sering membicarakan urusan pekerjaan bahkan saat berada di rumah. Coba tentukan waktu-waktu untuk bekerja atau membahas bisnis. Hindari membahas pekerjaan di waktu santai dengan keluarga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMy80LzEyNDUwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3.      Pembagian Imbalan yang Jelas
Jika hubungan pasangan terlibat urusan manajemen, maka ada dua  imbalan, yaitu sistem gaji bulanan dan bagi hasil dari keuntungan  bisnis. Namun, jika hanya salah satu yang aktif, maka pasangan yang  terlibat operasional mendapat gaji bulanan dan pasangan yang menjadi  pemodal atau mentor mendapatkan bagi hasil.
4.      Pemisahan Aset Suami dan Istri
Ketika bisnis mulai berkembang, sebaiknya mempertimbangkan untuk  melakukan pemisahan harta. Tujuannya agar keuangan tetap terjaga dalam  hal terjadi kebangkrutan usaha.
5.      Hindari Tebang Pilih
Saat bekerja bersama pasangan, hal yang paling tidak enak adalah  membawa urusan pribadi ke pekerjaan. Maka dari itu hindari memberi  afeksi kepada pasangan saat jam kerja, membawa emosi rumah tangga dalam  pengambilan keputusan, dan memberikan promosi berdasarkan hubungan  keluarga bukan berdasarkan skill.</content:encoded></item></channel></rss>
