<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Sukses Puspo, Pengusaha Solo Punya 297 Restoran Islam di 4 Negara</title><description>Bisnis kuliner masih menjanjikan di tengah pandemi covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/455/2328279/kisah-sukses-puspo-pengusaha-solo-punya-297-restoran-islam-di-4-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/455/2328279/kisah-sukses-puspo-pengusaha-solo-punya-297-restoran-islam-di-4-negara"/><item><title>Kisah Sukses Puspo, Pengusaha Solo Punya 297 Restoran Islam di 4 Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/455/2328279/kisah-sukses-puspo-pengusaha-solo-punya-297-restoran-islam-di-4-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/455/2328279/kisah-sukses-puspo-pengusaha-solo-punya-297-restoran-islam-di-4-negara</guid><pubDate>Selasa 15 Desember 2020 19:52 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/15/455/2328279/kisah-sukses-puspo-pengusaha-solo-punya-297-restoran-islam-di-4-negara-UGsflOccgd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/15/455/2328279/kisah-sukses-puspo-pengusaha-solo-punya-297-restoran-islam-di-4-negara-UGsflOccgd.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bisnis kuliner masih menjanjikan di tengah pandemi covid-19. Salah satu pengusaha kuliner asal Solo menceritakan kisah suksesnya merintis bisnis sektor ini sejak tahun 1990.
Pengusaha kuliner asal Solo, Puspo Wardoyo, yang mengawali bisnis pada era 1990-an kini telah memiliki 297 restoran di empat negara. Semua restoran jaringan restoran Wong Solo (Wongso) Group yang ia rintis semuanya dikelola dengan syariat Islam.
Baca Juga: Persiapan IKM Indonesia Menuju Pasar Ekspor
 
Salah satunya pada 1992, Puspo mewajibkan semua karyawan perempuan mengenakan hijab atau kerudung. Hal itu ia jalankan meski ada pandangan orang yang menilai kebijakan tersebut aneh mengingat banyaknya pembeli dari nonmuslim.
Tapi Puspo tetap berjalan karena tekadnya memang membangun bisnis kuliner yang sesuai dengan syariat Islam.
&amp;ldquo;Tahun 1992 ketika orang belum berhijab, kami sudah wajibkan berhijab bagi karyawan. Orang-orang belum berhijab, kami sudah,&amp;rdquo; ujar Puspo saat menjadi salah satu pembicara webinar Muslimpreneurship Revolusi Berwirausaha, dilansir dari Solopos, Selasa (15/12/2020).
Baca Juga: Chef Arnold Bagikan Kunci Bisnis Kuliner Tetap Lancar saat Pandemi, Apa Saja?
Selain pengusaha restoran asal Solo itu, ada pula Owner dan CEO Gaido Group Muhammad Hasan dan Atase Perdagangan KBRI di Riyad, Arab Saudi, Erwansyah, yang menjadi pembicara pada webinar itu.
Dalam kesempatan itu Puspo yang asli Solo banyak bercerita tentang perjuangan dan perjalanan bisnisnya sejak 1990-an. Ketika memulai usaha ketika itu ia sudah mengusung prinsip atau slogan Halalan Thayyiban untuk produk dan usahanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wOC80LzEyNTcxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kunci Keberhasilan
Hingga kini pun prinsip itu masih ia pegang teguh. Dengan menjalankan  prinsip tersebut usaha yang Puspo rintis hampir 30 tahun masih tetap  bertahan.
&amp;ldquo;Halal untuk diri sendiri dan baik untuk orang lain. Artinya,  sebagian besar untuk kemaslahatan. Kami keluarkan infak, sedekah, zakat,  wakaf itu 30 persen atau sepertiga. Kunci sukses Wongso Group itu  karena kami selalu bicara bagaimana bisa di jalan Allah,&amp;rdquo; katanya.
Dengan tetap memegang teguh syariat Islam, pengusaha restoran asal  Solo itu pun sudah memiliki 297 restoran di sejumlah negara, seperti  Indonesia, Singapura, Malaysia dan Arah Saudi. Restoran di Arab Saudi  terletak di Jeddah ia rintis sejak 2017 setelah melalui perjuangan  panjang.
&amp;ldquo;Di sana tidak sembarang orang bisa masuk. Saya melanglang buana di  sana cari tempat dan partner susah. Saya gagal setelah 15 tahun mencoba.  Hampir putus asa. Tapi akhirnya terealisasi tahun 2017. Alhamdulillah  ada teman atau partner orang kuat dan orang Arab asli,&amp;rdquo; urainya.
Menurut Puspo, kunci keberhasilan usahanya selama ini yaitu fokus dan  konsisten dengan yang ia jalani. Selain itu ia juga melakukan inovasi  dengan membidik pasar milenial dengan membuka restoran KQ5, Ayam Penyet  Surabaya, serta yang terbaru warung Makanku.</description><content:encoded>JAKARTA - Bisnis kuliner masih menjanjikan di tengah pandemi covid-19. Salah satu pengusaha kuliner asal Solo menceritakan kisah suksesnya merintis bisnis sektor ini sejak tahun 1990.
Pengusaha kuliner asal Solo, Puspo Wardoyo, yang mengawali bisnis pada era 1990-an kini telah memiliki 297 restoran di empat negara. Semua restoran jaringan restoran Wong Solo (Wongso) Group yang ia rintis semuanya dikelola dengan syariat Islam.
Baca Juga: Persiapan IKM Indonesia Menuju Pasar Ekspor
 
Salah satunya pada 1992, Puspo mewajibkan semua karyawan perempuan mengenakan hijab atau kerudung. Hal itu ia jalankan meski ada pandangan orang yang menilai kebijakan tersebut aneh mengingat banyaknya pembeli dari nonmuslim.
Tapi Puspo tetap berjalan karena tekadnya memang membangun bisnis kuliner yang sesuai dengan syariat Islam.
&amp;ldquo;Tahun 1992 ketika orang belum berhijab, kami sudah wajibkan berhijab bagi karyawan. Orang-orang belum berhijab, kami sudah,&amp;rdquo; ujar Puspo saat menjadi salah satu pembicara webinar Muslimpreneurship Revolusi Berwirausaha, dilansir dari Solopos, Selasa (15/12/2020).
Baca Juga: Chef Arnold Bagikan Kunci Bisnis Kuliner Tetap Lancar saat Pandemi, Apa Saja?
Selain pengusaha restoran asal Solo itu, ada pula Owner dan CEO Gaido Group Muhammad Hasan dan Atase Perdagangan KBRI di Riyad, Arab Saudi, Erwansyah, yang menjadi pembicara pada webinar itu.
Dalam kesempatan itu Puspo yang asli Solo banyak bercerita tentang perjuangan dan perjalanan bisnisnya sejak 1990-an. Ketika memulai usaha ketika itu ia sudah mengusung prinsip atau slogan Halalan Thayyiban untuk produk dan usahanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wOC80LzEyNTcxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kunci Keberhasilan
Hingga kini pun prinsip itu masih ia pegang teguh. Dengan menjalankan  prinsip tersebut usaha yang Puspo rintis hampir 30 tahun masih tetap  bertahan.
&amp;ldquo;Halal untuk diri sendiri dan baik untuk orang lain. Artinya,  sebagian besar untuk kemaslahatan. Kami keluarkan infak, sedekah, zakat,  wakaf itu 30 persen atau sepertiga. Kunci sukses Wongso Group itu  karena kami selalu bicara bagaimana bisa di jalan Allah,&amp;rdquo; katanya.
Dengan tetap memegang teguh syariat Islam, pengusaha restoran asal  Solo itu pun sudah memiliki 297 restoran di sejumlah negara, seperti  Indonesia, Singapura, Malaysia dan Arah Saudi. Restoran di Arab Saudi  terletak di Jeddah ia rintis sejak 2017 setelah melalui perjuangan  panjang.
&amp;ldquo;Di sana tidak sembarang orang bisa masuk. Saya melanglang buana di  sana cari tempat dan partner susah. Saya gagal setelah 15 tahun mencoba.  Hampir putus asa. Tapi akhirnya terealisasi tahun 2017. Alhamdulillah  ada teman atau partner orang kuat dan orang Arab asli,&amp;rdquo; urainya.
Menurut Puspo, kunci keberhasilan usahanya selama ini yaitu fokus dan  konsisten dengan yang ia jalani. Selain itu ia juga melakukan inovasi  dengan membidik pasar milenial dengan membuka restoran KQ5, Ayam Penyet  Surabaya, serta yang terbaru warung Makanku.</content:encoded></item></channel></rss>
