<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Minta Gaji Naik, Pertimbangkan 5 Hal Berikut</title><description>Mengajukan permohonan kenaikan gaji dalam dunia kerja adalah hal wajar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/622/2327980/minta-gaji-naik-pertimbangkan-5-hal-berikut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/622/2327980/minta-gaji-naik-pertimbangkan-5-hal-berikut"/><item><title>Minta Gaji Naik, Pertimbangkan 5 Hal Berikut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/622/2327980/minta-gaji-naik-pertimbangkan-5-hal-berikut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/15/622/2327980/minta-gaji-naik-pertimbangkan-5-hal-berikut</guid><pubDate>Selasa 15 Desember 2020 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Dian Ayu Anggraini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/15/622/2327980/minta-gaji-naik-pertimbangkan-5-hal-berikut-78PvKPbGdq.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gaji (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/15/622/2327980/minta-gaji-naik-pertimbangkan-5-hal-berikut-78PvKPbGdq.jpeg</image><title>Gaji (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mengajukan permohonan kenaikan gaji dalam dunia kerja adalah hal wajar. Selama disampaikan dengan baik dan ada alasan yang kuat, maka sah-sah saja untuk meminta kenaikan gaji pada atasan.
Namun, di masa krisis ekonomi seperti sekarang, di mana banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja atau mengumumkan pemotongan gaji, apakah ini waktu yang tepat bagi pekerja untuk meminta kenaikan gaji?
Dilansir dari The Balance Careers Jakarta, Selasa (15/12/20), sebelum mengajukan permohonan kenaikan gaji, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.
Baca Juga: Dear Parents, Pentingnya Keterbukaan Keuangan ke Anak
 
Bolehkah Meminta Naikkan Selama COVID-19?
Pertama, pastikan melihat kinerja secara keseluruhan hingga saat ini dan bertanya pada diri sendiri apakah pantas mendapatkan kenaikan gaji. Jika tidak yakin sudah memberikan nilai tambah bagi perusahaan, maka meminta kenaikan gaji akan terasa canggung.
Kapan Harus Meminta Kenaikan Gaji
Melakukan percakapan dengan rekan-rekan perusahaan dapat membantu memahami keadaan perusahaan secara luas. Ini dapat menjadi acuan untuk memutuskan ketepatan waktu meminta kenaikan gaji.
Dalam wawancara email dengan The Balance, Kwame Christian, pakar negosiasi dan resolusi konflik, dan pendiri / direktur American Negotiation Institute (ANI), mengatakan bahwa ada situasi tertentu di mana meminta kenaikan gaji dapat dilakukan. Pada periode pertumbuhan perusahaan, saat mendapat review kinerja yang bagus, dan ketika perusahaan dalam kondisi finansial yang baik.
Baca Juga: Gaji Naik Bikin Gaya Hidup Boros, Atasi dengan 2 Langkah Ini 
 
Kapan Seharusnya Tidak Meminta Kenaikan Gaji
Jika perusahaan tampaknya tidak berkembang, sedang tertinggal, atau kinerja keuangan sedang buruk, pertimbangkan kembali untuk meminta kenaikan gaji terlalu dini. Hindari juga meminta kenaikan gaji, pada saat perusahaan sedang melakukan pembekuan perekrutan atau pemutusan hubungan kerja.
Cara Meminta Kenaikan yang Tepat
Tidak ada cara khusus untuk meminta kenaikan gaji, ini bisa berhasil bergantung pada pendekatan yang dilakukan. Kesadaran akan apa yang terjadi di lingkungan kerja adalah kuncinya. Memanfaatkan umpan balik positif pada kinerja diri bisa menjadi sangat penting.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bagaimana Menunjukkan Nilai yang Dimiliki
Dalam wawancara email dengan The Balance, pakar karier Damian Birkel,  CEO dan pendiri organisasi nirlaba Professionals in Transition,  menyarankan membuat dokumen formal untuk mengajukan tuntutan kenaikan  gaji. Seperti, dokumen tentang kinerja, pencapaian, atau rencana yang  akan dilakukan.
Perlu digaris bawahi, meminta kenaikan gaji bisa menciptakan  perubahan untuk masa depan atau malah merusak hubungan dengan atasan.  Jika mendapat penolakan, baik karena waktu yang buruk, kesulitan  keuangan perusahaan, atau karena kinerja, sebaiknya gunakan penolakan  tersebut sebagai cara untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan  atasan dan memperbaiki kinerja.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mengajukan permohonan kenaikan gaji dalam dunia kerja adalah hal wajar. Selama disampaikan dengan baik dan ada alasan yang kuat, maka sah-sah saja untuk meminta kenaikan gaji pada atasan.
Namun, di masa krisis ekonomi seperti sekarang, di mana banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja atau mengumumkan pemotongan gaji, apakah ini waktu yang tepat bagi pekerja untuk meminta kenaikan gaji?
Dilansir dari The Balance Careers Jakarta, Selasa (15/12/20), sebelum mengajukan permohonan kenaikan gaji, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.
Baca Juga: Dear Parents, Pentingnya Keterbukaan Keuangan ke Anak
 
Bolehkah Meminta Naikkan Selama COVID-19?
Pertama, pastikan melihat kinerja secara keseluruhan hingga saat ini dan bertanya pada diri sendiri apakah pantas mendapatkan kenaikan gaji. Jika tidak yakin sudah memberikan nilai tambah bagi perusahaan, maka meminta kenaikan gaji akan terasa canggung.
Kapan Harus Meminta Kenaikan Gaji
Melakukan percakapan dengan rekan-rekan perusahaan dapat membantu memahami keadaan perusahaan secara luas. Ini dapat menjadi acuan untuk memutuskan ketepatan waktu meminta kenaikan gaji.
Dalam wawancara email dengan The Balance, Kwame Christian, pakar negosiasi dan resolusi konflik, dan pendiri / direktur American Negotiation Institute (ANI), mengatakan bahwa ada situasi tertentu di mana meminta kenaikan gaji dapat dilakukan. Pada periode pertumbuhan perusahaan, saat mendapat review kinerja yang bagus, dan ketika perusahaan dalam kondisi finansial yang baik.
Baca Juga: Gaji Naik Bikin Gaya Hidup Boros, Atasi dengan 2 Langkah Ini 
 
Kapan Seharusnya Tidak Meminta Kenaikan Gaji
Jika perusahaan tampaknya tidak berkembang, sedang tertinggal, atau kinerja keuangan sedang buruk, pertimbangkan kembali untuk meminta kenaikan gaji terlalu dini. Hindari juga meminta kenaikan gaji, pada saat perusahaan sedang melakukan pembekuan perekrutan atau pemutusan hubungan kerja.
Cara Meminta Kenaikan yang Tepat
Tidak ada cara khusus untuk meminta kenaikan gaji, ini bisa berhasil bergantung pada pendekatan yang dilakukan. Kesadaran akan apa yang terjadi di lingkungan kerja adalah kuncinya. Memanfaatkan umpan balik positif pada kinerja diri bisa menjadi sangat penting.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bagaimana Menunjukkan Nilai yang Dimiliki
Dalam wawancara email dengan The Balance, pakar karier Damian Birkel,  CEO dan pendiri organisasi nirlaba Professionals in Transition,  menyarankan membuat dokumen formal untuk mengajukan tuntutan kenaikan  gaji. Seperti, dokumen tentang kinerja, pencapaian, atau rencana yang  akan dilakukan.
Perlu digaris bawahi, meminta kenaikan gaji bisa menciptakan  perubahan untuk masa depan atau malah merusak hubungan dengan atasan.  Jika mendapat penolakan, baik karena waktu yang buruk, kesulitan  keuangan perusahaan, atau karena kinerja, sebaiknya gunakan penolakan  tersebut sebagai cara untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan  atasan dan memperbaiki kinerja.</content:encoded></item></channel></rss>
